10 May 2007

Peppi Kamadhatu Jazzer


Peppi Kamadhatu, penyanyi jazz asal Semarang, belum lama ini tampil di Surabaya. Dia mengisi hajatan ulang tahun pertama Vista Sidewalk Cafe milik Hotel Garden Palace yang saban malam menyajikan nomor-nomor jazz ringan.

Peppi Kamadhatu [foto Sangaji Music] diterima dengan hangat di Surabaya. Meski namanya tidak terkenal macam Ermy Kullit atau Syaharani, dia menyanyikan lagu-lagu ‘pasaran’ untuk penyuka jazz. Telinga orang Surabaya [atau Indonesia umumnya] hanya bisa menerima jazz ringan atawa smoot jazz. Atau lagu-lagu pop yang dijeskan ala Ermy Kullit.

Malam itu, pemilik nama asli Pissa Sesara [lahir Agustus 1976] ini membawakan beberapa nomor jazz ringan diiringi musisi Surabaya. Yah... macam Smoke Get in Your Eyes, Fly Me to the Moon, Overjoyed, Autumn Leaves. Dari cermatan saya, orang-orang Indonesia hanya bisa ‘ngeh’ jika mendengar lagu-lagu yang sudah dikenal.

Coba jazz eksperimen ala Indra Lesmana atau Gilang Ramadan? Penonton puyeng dan akan bubar satu per satu.

Kata Peppi Kamadhatu, musik jazz itu ibarat kopi. Ada kopi kental pahit. Kopi manis. Kopi susu. Kopi campur krim. Kopi jahe. Jazz pun ada yang kental-pahit dengan nada-nada blues, standar, tapi ada juga jazz ringan yang manis-manis. “Silakan masyarakat pilih yang mana. Terserah,” ujar penyanyi yang tinggal di Semarang ini.

Diam-diam Peppi Kamadhatu sudah merilis tiga album jazz. Penerbitnya Sangaji Musik, label yang setia merilis album-album jazz. Kok albume sampeyan gak nongol nang Suroboyo? Peppi Kamadhatu mengaku tidak tahu urusan bisnis rekaman. “Mungkin kurang promosi sehingga tidak meledak,” ujar wanita yang pernah mendirikan Band Kamadhatu di Semarang itu.

Sebelum tampil di Vista Sidewalk Cafe, Peppi Kamadhatu mengisi program jazz di Radio Suara Surabaya FM 100. Para pendengar, sekaligus pecinta jazz, rata-rata kurang akrab dengan Peppi Kamadhatu. Siapa dia? Albumnya apa? Jazz-nya macam apa? Kecenderungan musiknya? Kamadhatu itu apanya Kamandanu?

Syukurlah, selama dua jam Peppi mampu memuaskan keingintahuan jazzer Surabaya. Saya nilai Peppi Kamadhatu penyanyi yang ramah, akrab, rendah hati, pendengar yang baik. Dia bicara dengan hangat meski kewalahan ketika ditantang berbahasa Jawa ala orang Semarang.

"Saya suka jazz karena sejak kecil saya mendengarkan musik ini terus. Lama-lama terbawa sampai dewasa,” jelas Peppi Kamadhatu.

Peppi Kamadhatu tampaknya hanya ingin mengatakan, musik jazz itu sebetulnya tidak seseram atau sesulit yang dibayangkan orang. Tidak usah pakai analisis, teori macam-macam. Dengar dan dengarkan saja! Lama-lama engkau akan suka. Lha, di Republik Dangdut ini musik jazz hampir tidak pernah nongol di televisi papan atas. Bagaimana bisa dicinta masyarakat?

Peppi Kamadhatu, teruslah ber-jazz!

4 comments:

  1. sama sama penyuka musik beraliran jazz nih oiya ttp update artis jazz indonesia yaach

    ReplyDelete
  2. HAH PEPPI ORANG INDO? omg.. uda setaonan denger suaranya baru tau dia org indo =_=

    ReplyDelete
  3. Dari logat Inggrisnya keliatan kalo orang Indo. But,... vocal voice dan instrumen lagunya ok :)

    ReplyDelete
  4. KEREEEEN kayak dengerin si emi fujita ama susan wong tuh hehehe

    ReplyDelete