05 May 2007

Gado-Gado Budaya Bawean




Letak geografis Bawean yang terpencil membuat masyarakat di kepulauan Gresik itu punya seni budaya yang khas. Berbagai budaya diserap masyarakat nelayan di perairan Laut Jawa itu. Mulai budaya Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

"Ini yang membedakan kami di Bawean dengan daerah lain di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Sebab, kami menyerap hampir semua unsur budaya di tanah air," jelas Cuk Sugrito, budayawan senior Bawean, di sela-sela acara 'Semalam di Bawean', belum lama ini.

Hajatan di Taman Budaya Jatim ini menampilkan atraksi seni budaya Pulau Bawean. Di antaranya, makanan khas, jajanan, cindera mata, busana adat, nyanyian, tarian, pencak silat, hingga sastra lisan. Sedikitnya 500 orang menyaksikan pergelaran ini.

Beku Band, ben anak muda Bawean, mengawali 'Semalam di Bawean' dengan empat lagu daerah Bawean bertajuk Engak-Engak Loppa, Moang Boto, Sasak Benan, dan Mandiling. Beku Band tampil dengan sentuhan rock khas anak muda.

"Kami memang sengaja membuat aransemen begini agar bisa lebih diterima pasar. Sebelumnya kami tampil lebih Melayu," jelas Ahmad Sadit, gitaris Beku Band, kepada saya.

Kendati aransemen ben yang dibentuk pada 1998 ini cukup bagus, nuansa Pulau Bawean menjadi tenggelam. Yang bertahan cuma syair lagu berbahasa Bawean plus lima personel berpakaian khas Bawean. Tontonan baru menarik ketika anak buah Cuk Sugrito menampilkan tarian serta perkusi khas Bawean.

Nuansa Melayu benar-benar kental. Ini diperlihatkan para seniman lewat pantun maupun tuturan di sepanjang lagu. Cuk Sugrito memanfaatkan panggung ini untuk memperkenalkan seni budaya serta kelebihan Bawean. Tak lupa, pria bersuara keras ini menyindir pemerintah yang sampai sekarang belum mewujudkan lapangan terbang di Bawean.

"Bapak-bapak pejabat, kami tunggu lapangan terbangnya. Masyarakat Bawean siap menerima wisatawan, tapi wisatawan religius," begitu 'pidato' Cuk Sugrito dalam tembang sederhana diiringi musik perkusi.

Seni berbalas pantun ala orang Melayu ternyata hidup juga di Bawean. Dua pasang pemuda-pemudi saling mengobral kata-kata cinta lewat tembang. Diawali pemuda, dibalas laki-laki, bertukar posisi, dan seterusnya. Atraksi ini mendapat sambutan meriah dari ratusan penonton, khususnya yang paham bahasa Bawean.

Ihwal seni budaya Bawean yang gado-gado ini, kata Ahmad Sadit, tak lepas dari asal-usul warga Bawean yang memang sangat bervariasi. Alkisah, tempo doeloe nelayan dari berbagai daerah di Nusantara memanfaatkan Bawean sebagai pulau persinggahan. Ada yang dari Sumatera, Madura, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, bahkan mungkin luar negeri. Lama kelamaan mereka memilih menetap di situ.

Dalam perjalanan waktu, terjadi interaksi antarmasyarakat yang berbeda latar belakang seni budaya. Ramuan budaya gado-gado itulah yang diterima sebagai seni budaya Pulau Bawean.

"Jadi, kalau ada yang bilang bahasanya mirip Madura, ya, bisa saja. Tapi kami masyarakat Bawean, bukan Madura. Musik kami banyak dipengaruhi irama Melayu Sumatera atau Malaysia, tapi kami tetap Bawean," tegas Ahmad Sadit.

Warga Bawean memang sangat bangga dengan kebudayaannya. Apalagi, mereka beberapa kali dipercaya mewakili Gresik dalam festival budaya tingkat Jawa Timur. Cuk Sugrito, budayawan senior Bawean, berharap pentas seni budaya Bawean di Taman Budaya menjadi awal kebangkitan seni tradisi masyarakat Jawa Timur.

"Jangan lupa, kita punya seni budaya yang tidak kalah dengan kesenian luar. Masa, seni budaya kita tidak ditampilkan," ujar Cuk Sugrito.

2 comments:

  1. Sebagai salah satu wujud dukungan terhadap blogger di indonesia, sebuah badan usaha yang bergerak di bidang informasi dan teknologi yang sangat peduli dengan kemajuan komunitas pengguna internet di tanah air, mengajak anda untuk berpartisipasi dalam program Blog Contest 2009 Periode I yang akan di mulai dari tanggal 1 juni 2009 dan berakhir sampai tanggal 31 juli 2009.

    Rebutlah Hadiah menarik dari berupa:
    * 1 Unit Notebook Acer Aspire
    * 1 Unit Netbook Advan A1N70T
    * 1 Unit Camera Digital Shitel DB702C
    * 5 Unit Modem HSDPA Prolink PHS100
    * 10 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 8GB
    * 100 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 4GB

    Buruan, gratis dan tidak dipungut biaya apapun. SELAIN ITU ANDA JUGA DiJAMIN 100 % BEBAS BERIKLAN ATAU SEKEDAR PROMOSIKAN BLOG BAHKAN DIRI ANDA.

    Info Bonus:

    Miliki Aset sendiri untuk mendapatkan penghasilan rutin lebih dari 24 Juta/bulan dengan modal kecil-tanpa resiko.
    Hanya Rp. 100.000,- saja dan Anda akan mendapatkan satu Set Bisnis Kit dan Produk SOD Tea!
    Kami tunggu kunjungan Anda dengan tangan terbuka di

    http://jogjaclub.cjb.net

    Terima kasih atas perhatiannya... kami tunggu Anda.

    Salam hangat dan Jabat Erat!

    ReplyDelete