13 April 2007

Vila KM Paliat di Prigen




Sejak era Hindia Belanda, kawasan pegunungan di Kabupaten Pasuruan sudah dikenal sebagai tempat istirahat orang-orang Surabaya. Hawa sejuk, udara bersih, pepohonan hijau, menjadi daya pikat tersendiri. Karena itu, banyak tempat tetirah seperti vila bermunculan di Tretes.

Sebagai ancar-ancar Hotel Inna Tretes berdiri sejak 1920. Dus, bisa dipastikan sebelum itu vila-vila sudah muncul. Pada 1970-an hingga 1980-an, bersamaan dengan kebangunan ekonomi Orde Baru, bermunculan pula pengusaha dan orang-orang kaya baru. Mereka beli tanah, lalu bikin vila di Tretes, Trawas, Prigen, Pacet, dan sebagainya.

Salah satu vila yang unik adalah Vila Kapal Paliat. Diresmikan oleh Menteri Perhubungan Azwar Anas pada 27 Juli 1990, vila ini milik bos perusahaan kapal Meratus dari Surabaya, Hen Menaro [lahir di Banjarmasin 12 November 1910]. Rupanya, Hen Menaro sangat terkesan dengan KM Paliat, karena inilah kapal pertama yang membuatnya sukses di shipping line.

KM Paliat sebelumnya bernama The Pek Siong, seperti tertulis di prasasti, dikatakan pernah dipakai untuk betempur melawan tentara Belanda. Dus, kapal ini punya nilai sejarah yang tinggi. Hen Menaro kemudian membeli The Pek Siong dan menggantinya dengan nama Kapal Motor Meratus. Kini, PT PELAYARAN MERATUS berkembang pesat di Surabaya.

Betapa sayangnya Hen Menaro pada KM Palit. Maka, ketika KM Paliat dibesituakan, dia merasa perlu membuat monumen kapal. Mengenang susahnya merintis usaha perkapalan. Dan, jadilah Vila Kapal Paliat [lebih dikenal warga dengan Vila Kapal] di kawasan Prigen, Pasuruan.

Karena itu, ada guyonan di Surabaya: "Kapal apa yang terdampar di Tretes?" Jawabnya, ya, replika KM Paliat yang didesain persis aslinya. Sejumlah peralatan kapal macam kemudi, lampu, cerobong asap, kamar... asli milik KM Paliat. Sedangkan bodinya dibuat dari semen.
"Kalau belum biasa biasanya orang-orang pangling. Dikira kapal beneran," ujar Haryono, 38 tahun, penjaga vila, kepada saya beberapa waktu lalu.

Pada 1990-an vila ini sangat ramai. Dikunjungi turis asing, biasanya bule yang suka hal-hal antik, atau rombongan dari Surabaya. Menurut Haryono, Vila KM Paliat sejak dulu hanya menerima rombongan, bukan tamu individual seperti vila-vila biasa. Sebab, sang pemilik tidak ingin vila ini dipakai untuk urusan yang tidak senonoh dan melanggar kesusilaan. Maklum, sang bos merupakan penganut Kristen fanatik.

Rombongan aktivis gereja pun kerap menggunakan vila ini untuk retret, rapat, atau aneka kegiatan rohani lainnya. Sebab, bagian tengah 'kapal' ada aula luas layaknya hotel berbintang. "Wah, dulu ramai sekali. Kalau mau pakai harus booking dulu," ujar Haryono yang bekerja di sini sejak 1991.

Di era 1990-an hingga awal 2000-an, setiap bulan rombongan turis [20-50 orang] menikmati Vila Kapal. Ini membuat pekerja vila, sembilan orang, sibuk luar biasa. "Tipsnya juga banyak. Saya bisa nabung untuk biaya sekolah anak-anak," kenang Haryono.

Masa lalu itu tampaknya sulit berulang. Saat saya berkunjung ke sana, Maret 2007, kondisi vila ini tidak terurus. Badan 'kapal' terlihat keropos, ditumbuhi lumut. Rumput-rumput liar pun terlihat di buritannya. "Habis bagaimana lagi. Karyawannya tinggal enam, biaya perawatan hampir nggak ada," tutur Haryono.

Setelah bos Meratus meninggal dunia, manajemen vila diserahkan kepada Franky, anaknya. Ternyata, selera dan hobi Franky tidak sama dengan mendiang ayahnya. Dia lebih sibuk mengurus bisnis di Surabaya. Praktis tidak punya waktu untuk membenahi Vila Kapal. Bisa ditebak, pengunjung vila ini pun menurun drastis, bahkan tidak ada lagi.

Kondisi ini makin parah menyusul semburan lumpur lapindo di Sidoarjo sejak 29 Mei 2006. Akibatnya, bukan hanya Vila Kapal yang tenggelam, tapi juga ratusan vila lain di Tretes, Prigen, Trawas, dan sekitarnya.

5 comments:

  1. Mau nanya, Villa Kapal ini harga sewanya berapa ya per malam pas weekend? fasilitasnya apa saja & jumlah kamar tidurnya berapa?
    Keluarga besar saya sering mengadakan pertemuan bulanan (Arisan) & kadang2 dgn menyewa villa di Tretes.
    Minta tolong contact person-nya kalo ada..
    Thanks..

    ReplyDelete
  2. Waduh, saya sudah lupa semua. Artikel ini ditulis hampir tiga tahun lalu. Bagaimana kalau anda langsung survei ke sana. Dekat kok.

    Terima kasih sudah merespons.

    ReplyDelete
  3. imam victorious subrata1:51 AM, August 07, 2012

    saya cuma mau usul aja, kalau bisa villa ini diperbaiki jdi gk hanya buat turis lokal aja yang mau datang ke VILLA ini terus terang saya sering lewat depen villa tersebut cat mengelupas didalamnya gak ter urus dari luar kelihatan kayak gk ada yang ngrawat
    Villa KM.PALIAT dari rumah saya jalan kaki pun nyampek cukup 15 menit...
    tambahan :
    kalau bisa villa ini diperbaiki buat acara tahun baru anak"2 tretes sendiri kasih lampu yang megah inilah logonya tretes... VILLA KAPAL KM.PALIAT...
    thanks... :p

    ReplyDelete
  4. Hehehe jadi ingat masa kecil, aq ma adikku sering diajak jalan2 didepan rumah kapal ini sama ayahku

    ReplyDelete
  5. wah jadi ingat masa kecil, ayaku kerja dekat situ, aq ma adik q sering diajak jalan2 ke rumah kapal ini hehehe

    ReplyDelete