29 April 2007

Sukis, Remo Terbaik Jawa Timur


Oleh LAMBERTUS L. HUREK


Sepeninggal MUNALI FATAH, seniman tradisi asal Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, orang khawatir Jawa Timur kehilangan seniman remo. Syukurlah, SUKIS INDRAKUSUMA getol melestarikan tari remo di Jawa Timur.



“SAYA memang dititipi Cak Munali Fatah untuk melestarikan tari remo di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Amanah dari almarhum ini akan selalu saya ingat,” ujar SUKIS INDRAKUSUMA, kepada saya.

Lahir dari keluarga seniman tradisi, Cak Sukis sejak remaja sudah menekuni tari remo. Mula-mula hanya meniru gerakan penari senior yang bermain di grup ludruk. Tanpa banyak arahan, gerakan-gerakan Cak Sukis ternyata jauh lebih matang dibandingkan penari senior.

“Alhamdulillah, mungkin ini yang namanya bakat. Bakat, ditambah arahan dari senior dan pelatih, kemudian saya mengembangkan sendiri,” ujar pria kelahiran Sidoarjo, 7 Juli 1953, itu.

Cak Tomo (almarhum), sesepuh Ludruk Irama Baru (Kodim Sidoarjo, sekarang ludruk ini sudah bubar) merupakan penemu sekaligus penggembleng bakat Sukis di remo. Sukis juga banyak menimba inspirasi dari seniman besar remo macam Cak Munali.

“Cak Munali itu kental dengan gaya Suroboyoan yang lembut. Ada lagi gaya Malangan dan Jombangan. Saya kombinasikan tiga gaya ini agar tarian remo lebih menarik, tetap sesuai dengan zaman,” kata pria yang murah senyum itu.

Setiap tahun pemerintah provinsi Jawa Timur menggelar lomba atau festival remo. Cak Sukis sendiri sebetulnya kurang antusias mengikuti lomba-lomba macam ini. Tapi, karena terus dipaksa, akhirnya pria yang tinggal di Desa Gampang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, ini ikut serta. Hasilnya? Luar biasa.

Sejak 1982 Cak Sukis, mewakili Kabupaten Sidoarjo, terpilih sebagai penari terbaik alias juara pertama. Tahun berikutnya, 1983, Cak Sukis menang lagi, begitu seterusnya hingga tahun 2005.

“Pokoknya, tiap tahun saya menang. Saya sendiri sebetulnya tidak mencari kemenangan, yang penting bisa menari dengan sungguh-sungguh,” kata Sukis, yang kini menjadi penari remo andalan LUDRUK KARYA BARU.

Karena menang terus-menerus, panitia akhirnya melarang Sukis untuk ikut lagi dalam lomba remo di Jawa Timur. “Kalau Cak Sukis ikut, ya, yang lain pasti kalah. Kapan bisa muncul penari remo yang baru?”

Namun, Sukis tetap dihadirkan sebagai ‘bintang tamu’ atau pembimbing bagi penari-penari muda. Gerakan-gerakan Sukis pun sudah direkam di VCD/video sebagai panduan bagi siapa saja yang belajar remo. Kalau belum puas dengan hanya menonton, Sukis bersedia memberikan petunjuk secara langsung.

“Memang ini sudah jadi amanat Cak Munali, Cak Tomo. Kalau ada pertanyaan dari seniman pemula, turis manca, peneliti, soal tarian remo, ya, saya harus jawab. Ini termasuk kewajiban saya dalam merawat seni tradisi Jawa Timur,” katanya.

Dibandingkan tarian lain, menurut Sukis, remo memiliki kesulitan cukup tinggi karena karakternya sebagai tarian tunggal. Konsekuensinya, si penari remo harus benar-benar matang. Menguasai gerakan secara sempurna, juga filosofi remo. “Orang yang ngerti seni tradisi pasti tahu mana gerakan yang benar dan mana yang meleset,” tutur Sukis.

Remo sudah menjadi darah daging Sukis. Selain tampil tiap malam bersama grup ludruk, Sukis juga ‘ditanggap’ di berbagai tempat di Jawa Timur.

1 comment:

  1. Tempat yg menYediakan DVD/VCD remo bolet dimana yah?
    saya mau belajar,
    dulu sudah pernah bisa pas kelas 2 SMA.
    tp setelah saya lu2s saya sibuk bekrja.
    dan sekarang sudah banyak lupanya daripada ingatnya.sekitar lupa 90%lah.,
    tapi skarang lagi pengen banget belajar lagi,dan te2p pertahanin seni tradisional
    cz tu dlu tarian favorit saya..pengennya sih ke sanggar
    ,tapi terbatas ekonomi dan waktu.
    tolong informasinya,ini penting buat saya.
    Lewat email aja yah?
    Lb_lila@yahoo.co.id
    Please bantuan info nya.
    saya sgt mengharapkan.
    Sblumx sy ucpkan trimakasi

    ReplyDelete