09 April 2007

Pantai Camplong di Madura



Pulau Madura hanya sepelemparan batu dari Surabaya. Namun, pulau garam itu tak banyak dikenal orang Jawa. Citranya jelek. Kalau ada lawakan di televisi, guyonan antarteman, orang Madura selalu dijadikan contoh. Konyol. Kita tertawa.

Saya tidak bisa membayangkan perasaan orang Madura saat mendengar guyuonan-guyonan khas Jawa Timur itu. "Saya sudah lama mau protes, tapi nggak bisa apa-apa. Image ini sudah telanjur beredar di mana-mana. Seakan-akan semua orang Madura begitu," ujar Masuki M Astro, teman saya, wartawan Antara.

"Ini semua bohong. Nggak ada di Madura kayak begitu," tambah pria asli Madura itu.
Nah, ternyata joke-joke yang 'menertawakan' orang Madura ini secara tak langsung mengurangi minat orang luar ke Madura. "Ngapain ke Madura? Ada apa di sana?" kata Junaedi, aktivis lembaga swadaya masyarakat di Sidoarjo. "Nggak keren. Hehehe...," ujarnya ketika mendengar saya jalan-jalan ke Madura.

Tapi saya tetap ke Madura karena memang saya suka laut dan pantai. Rumah saya di Flores Timur hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Jalan-jalan ke Madura berarti menikmati pesona laut. Berlayar dengan feri dari Ujung [Surabaya] ke Kamal [Bangkalan] merupakan pengalaman yang asyik. Lalu, menikmati hutan bakau di sepanjang laut selatan. Alam Madura relatif asli karena, itu tadi, jarang dijelajahi orang-orang kota di Jawa.

Sabtu, 31 Maret 2007, saya tur ke Madura.

Di pesisir Camplong, Kabupaten Sampang, ada belasan wanita menjajakan buah srikaya.

"Baru panen, Pak. Murah kok," kata Fatmawati, pedagang srikaya. Buah khas Sampang ini memang segar jika dinikmati di tepi pantai nan sepi.

Sayang, saya tak bisa bercakap-cakap lebih dalam karena [maaf] para penjual srikaya ini rata-rata susah berbahasa Indonesia. "Tak oneng, tak oneng," kata Siti, kelas empat sekolah dasar. Tak oneng artinya tidak paham atau tidak tahu.

Ehmm.. bahasa Indonesia, yang kata orang Barat paling gampang di dunia itu, ternyata masih dianggap sulit di Madura, tetangga Kota Surabaya. Diam-diam saya bandingkan dengan remaja di Jawa Timur yang makin keranjingan bahasa Melayu Betawi dan mulai 'lupa' bahasa ibunya, bahasa Jawa.



Di Camplong ada tempat wisata pantai. Diresmikan Gubernur Jawa Timur Soelarso, 22 Juli 1993, objek wisata ini diharapkan bisa mengangkat nama Kabupaten Sampang. Pantai masih asli, dihuni para nelayan. Laut tenang. Tidak terlalu dalam. Setiap hari libur, akhir pekan, pantai itu dipadati anak-anak dan remaja.

Hari itu saya lihat pantai cukup ramai. Beberapa remaja pacaran di bawah pohon pandan. Gadis-gadis remaja Sampang pakai busana muslim, tapi cukup gaul. Suka foto bareng pakai ponsel. Pun berdua-duaan dengan sang kekasih.

"Nggak ditangkap polisi? Sampang kan kota santri?" pancing saya.

"Kenapa ditangkap? Anak-anak muda pacaran kan biasa. Masa, orang pacaran nggak boleh. Sampeyan ini bagaimana?" ujar Sutinah, pegawai Sampang Beach Cottage, kepada saya. Menurut Sutinah, anak-anak muda yang berwisata di Camplong selama ini tahu batas dalam pacaran alias cukup sopan.

Untuk menarik wisatawan, pemerintah daerah bikin Hotel Wisata Camplong atawa Camplong Beach Cottage. Tersedia 30 kamar: standar 10 kamar, superior 9, de luxe 8, suite 3. Sutinah dan beberapa pegawai Cottage mengatakan, hotel di tepi pantai itu selalu ramai, khususnya akhir pekan. "Kamar-kamar sudah di-booking rombongan dokter dari Surabaya," papar perempuan asli Madura ini dengan logat khasnya.

Saya menginap di kamar 5, standar. Bangunan di atas tiang. Bahan kayu. Bersih. Televisi 14 inci. Kamar mandinya berhubungan langsung dengan udara luar. Air bersih mengalir deras.

Rata-rata semua kamar di pondok wisata ini dihuni oleh 'turis keluarga'. "Kami dari Sumenep, biasa bermalam di sini untuk refreshing," kata Zainal kepada saya.

Petang itu dia check-in bersama istri dan tiga anaknya. Selain tetirah, pria 50-an tahun ini mengaku senang dengan masakan khas Hotel Wisata: ikan bumbu rica-rica. "Yang dicari tamu itu, ya, rica-rica," jelas Sutinah, pegawai Hotel Wisata Camplong.

Malam menjelang, pantai Camplong gelap gulita. Untung, bulan purnama. Di jalan raya puluhan santri bersiap-siap ke luar kota untuk mengikuti pengajian. Saya dan seorang teman, asli Madura, jalan-jalan ke pantai yang gelap itu.

Asyik juga pemandangan. Dari kejauhan terlihat cahaya lampu dari ratusan perahu nelayan di tengah laut. Cahaya kekuningan itu membentuk garis lurus di horizon. Indah sekali. Di pantai sepi itu, tiba-tiba muncul anak kucing kurus mengeong-ngeong. Mungkin lapar.

Terus terang, saya betah duduk berlama-lama di pantai, melihat para nelayan mengais rezeki di Samudera Hindia. Tengah malam baru pulang dan mencoba masuk ke ruang karaoke. Ternyata, 100 persen pelanggan menyanyikan lagu-lagu dangdut keras-keras. Suaranya fals. Tersedia bir dan aneka minuman keras lain.

"Nggak ditangkap polisi? Kan haram?" pancing saya lagi.

"Hehehe... Kok pertanyaan sampeyan sama terus. Apanya yang ditangkap? Kalau di hotel kan nggak masalah," kata Sutinah, yang sudah dua tahun bekerja di cottage ini.

Hmm.. ternyata ada 'oknum' polisi yang berkaraoke sambil menenggak bir, meski tidak sampai mabuk.

Secara umum pantai Camplong sudah memenuhi syarat sebagai objek wisata keluarga. Hanya saja, manajemennya kurang bagus. Kolam renang dibiarkan rusak. Kotor, penuh sampah. Pemkab Sampang rupanya lepas tangan dan membiarkan saja berkembang secara tak terkendali.

Tidak ada, misalnya, upaya mengajak orang luar menikmati laut. Sebetulnya, perahu-perahu nelayan itu bisa difungsikan untuk mengajak wisatawan main mata di laut. Atau, ikut bersama nelayan mencari ikan dengan tarif tertentu. Beda dengan pantai-pantai di Bali [Kuta, Sanur], kita tak diberi informasi apa pun oleh warga setempat. Pemandu wisata tidak ada.

Di pihak lain, kondisi ini justru ada untungnya. Kenapa? Komersialisasi pantai, perdagangan suvenir, serta dampak negatif pariwisata tidak ada. Pantai ini tetap alami dan eksotis. Karena itu, kalau engkau mencari hiburan ala industri pariwisata, sebaiknya tidak usah datang ke Camplong. Tapi, sebaliknya, pantai ini tepat untuk pecinta eksotisme, pecinta alam yang masih alami. [*]

Camplong Beach Cottage
Jalan Raya Camplong 157 A
Sampang, Madura
Telepon : [0323] 321570, 321586, 321568
Faksimile : [0323] 321569

30 comments:

  1. wah, blog yg informatif utk mengabarkan sisi lain madura. thanks.

    zaenal

    ReplyDelete
  2. bener mas, gak diurus oleh pemkab setempat. padahal, bisa jadi objek wisata alternatif di jatim, khsusunya madura. salam.

    ferry

    ReplyDelete
  3. thx infonya... jadi pengen menikmati madura

    ReplyDelete
  4. oia... aku punya banyak info dan foto tempat2 wisata yang pernah aku kunjungi; BALI (kuta, sanur, terunyan, nusa dua, besakih, snorkeling, jet skiing, bedugul dll), SURABAYA (night view pecinan n landmark surabaya), SIDOARJO (cerita dan foto lapindo sampe 6 seri, pemancingan bandeng), JAKARTA, BANDUNG, BOGOR (kebun raya bogor, puncak, telaga warna), TRENGGALEK (guwo lowo, prigi), TULUNGAGUNG (pantai popoh), semarang (lawang sewu), MAGELANG (ketep, kyai langgeng, borobudur), JOGJAKARTA (keraton, museum, parangtritis), MALANG (pulau sempu, kebun teh di lawang), PASURUAN (kebun raya purwodadi), BANYUWANGI (mirah fantasia, kebun kopi kalibendo, parasailing, kulinernya), LUMAJANG (gunung semeru, gunung bromo), MOJOKERTO (pacet, situs mojopahit dan candi2nya, cangar), JOMBANG, PROBOLINGGO (rafting di sungai pekalen), BALIKPAPAN (peternakan buaya), PAPUA (jaya wijaya dari atas)


    Mohon maaf ikutan numpang promosi indahnya pariwisata Indonesia... karena saya bangga tinggal di negara ini.
    Bila ingin bertukar info dan foto klik saja >>> http://judexkerenz.multiply.com dan bila ingin berdiskusi secara langsung, add aja di YM >>> judex_kerenz@yahoo.com

    Makasih Mas, atas info Maduranya... segera dijadwal pergi ksana.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih sudah memberikan respons. Selamat berwisata.

    ReplyDelete
  6. info yg bagus. madura py potensi yg perlu dikembangkan lagi.

    ReplyDelete
  7. Tank Informasinya, sekalian nyoba suramadu..., mungkin dicoba bisa juga

    ReplyDelete
  8. wah...indah tu mas pantainya....bersih lagi, kebetulan aku sekarang juga nulis tentang pantai camplong.

    ReplyDelete
  9. Thank you very much your information about Sampang
    tourism. I hope the other people know about Sampang.

    ReplyDelete
  10. ada update foto tidak kondisi camplong sekarang, soalnya ada beberapa blog terbaru menampilkan kondisi camplong mengenaskan, banyak bangunan yg rusak karena tak terawat dan juga banyak sampah dipantai.

    ReplyDelete
  11. wah.... rencana rombongan saya ke pantai camplong bakal kesampaian neeeehhhh.... akan kubuktikan 15 agustus '09 ini. Sampai jumpa,,,

    ReplyDelete
  12. Apa yang anda informasikan tentang pantai Camplong
    saya ucapkan terima kasih, karena saya asli dari Sampang yang sekarang berada di Surabaya.
    Tapi informasi mengenai keindahan pantai Camplong , saya kemarin mengajak teman dari Jawa berkunjung ke Pantai Camplong ( 17 Agustus 2009 ) saya merasa kaget melihat keadaan pantai Camplong sekarang yang berbeda dengan tahun 1984, dimana kondisi bangunan tempat pengunjung istirahat dekat pantai , atap gentengnya rusak tidak diperbaiki dan juga ada prasasti perenang selat Madura juga punah.
    Ini perlu kita usulkan kepada pengelola pariwisata Sampang untuk dibenahi, karena sekarang adanya Jembatan Suramadu akan banyak pengunjung yang akan berkunjung ke Pantai Camplong.
    Semoga kedepan pantai Camplong banyak pengunjungnya. Trima kasih .

    ReplyDelete
  13. kami mohon pd yang terhormat bpk bupati sanpang agar pantai camplong dikelola dengan baik agar dapat menambah pendapatan daerah,kan lumayan

    ReplyDelete
  14. Iya , saya rasa sekarang orang-orang Madura, khususnya generasi mudanya perlu punya greget untuk mempromosikan daerahnya dengan gencar.
    Merubah citranya diskala nasional maupun internasional bahwa Madura welcome untuk siapa saja. Dan sangat mungkin menjadi ibukota propinsi Jawa Timur nanti. Siapa takut ?
    Surabaya sudah tidak kondusif lagi buat pusat pemerintahan Jawa Timur.
    Toh sudah ada Jembatan Suramadu
    Ja kaaannn ?
    puguh.darmanto@yahoo.com
    http://suramadusoho.blogspot.com/

    ReplyDelete
  15. Iya , saya rasa sekarang orang-orang Madura, khususnya generasi mudanya perlu punya greget untuk mempromosikan daerahnya dengan gencar.
    Merubah citranya diskala nasional maupun internasional bahwa Madura welcome untuk siapa saja. Dan sangat mungkin menjadi ibukota propinsi Jawa Timur nanti. Siapa takut ?
    Surabaya sudah tidak kondusif lagi buat pusat pemerintahan Jawa Timur.
    Toh sudah ada Jembatan Suramadu
    Ja kaaannn ?
    puguh.darmanto@yahoo.com
    http://suramadusoho.blogspot.com/

    ReplyDelete
  16. Makasi informasinya ya!! Aq kebetulan ada rencana maen ke pantai Camplong hari minggu besok!!

    ReplyDelete
  17. Thx bgt pak share info wisatanya,,,, mantep,,, Besok saya coba ke pantai Camplongnya,, hihi..

    ReplyDelete
  18. lebih bagus mana pantai Camplong atau Lembong, yang mana bisa snorkeling?

    ReplyDelete
  19. camplong jelek, gak ada apa2nya. dangkal dan airnya kotor.

    ReplyDelete
  20. pemda di madura gak bisa menembangkan pariwisata. gak ada sentuhan sama sekali. anda pasti kecewa kalo berkunjung ke camplong dan madura umumnya....

    ReplyDelete
  21. kemaren tgl 18-30 Oktober mahasiswa dari Univ.Bhayangkara Surabaya bertandang KKN ke Camplong untuk tanam bakau...semoga bermanfaat untuk masyarakat pesisir pantai camplong,,,tak lupa kami ucapkan terima kasih untuk masyarakat khususnya warga desa sejati yang telah menerima baik kedatangan kami..
    pak buu..tolong dirawat yaa hasil kerja tanam kami,,,semoga cepat terlihat hasil tanam kami..


    DITA
    FAK. HUKUM
    UNIV.BHAYANGKARA SURABAYA

    ReplyDelete
  22. perlu perhatian lagi dan lagi dari pemerintah dan dinas periwisatanya.. karna saya sendiri anak sampang bangga punya tempat wisata itu.. kalo gak ada camplong gak ramee :)

    ReplyDelete
  23. Iseng searching d mbg google nemu nih,,,,kangen pingin balik lagi kesana bareng temen2...
    pantai yang lumayan bagus sayang kurang perawatan..

    ReplyDelete
  24. Mampir nich...
    menarik sekali blog anda, dan saya sangat suka..
    Salam....
    oh ya ada sedikit info nich tentang bibit jabon dan kayu jabon semoga bermanfaat...

    ReplyDelete
  25. trims kepada smua pihak pendukung sampang tourism.. smoga masyarakat sampang juga mendukung dampak positif pariwisata alam yang berkelanjutan

    ReplyDelete
  26. Klau lewat SURAMADU jangan lupa mampir ke Desa Burnehn (satu kilo dari pertigaan akses suramadu), sekarang disekitar desa itu mulai bermunculan KULINER yang banyak digemari orang-orang dariluar kota.

    ReplyDelete
  27. jadi peNgen nGinap d'Camplong Beach Cottage,,,,,,, :)

    ReplyDelete
  28. Saya berencana ke Camplong minggu depan. Ada yang tahu tempat makan yang murah meriah tapi enak? Bawa banyak orang, nih... budget terbatas. Terima kasih.

    ReplyDelete