28 April 2007

Gereja Katolik Bebas



Di Surabaya ada Gereja Katolik Bebas. Lokasinya di Jalan Serayu Nomor 11, dekat Taman Bungkul. Di depan gereja ada papan nama ‘Gereja Katolik Bebas St. Bonifacius’. Bangunan tua warisan Belanda itu terkesan kumuh, tidak terurus. Tapi tetap antik dan punya kharisma.

Belum lama ini saya mampir ke sana.

“Kok tidak direnovasi? Kelihatan sudah tua banget.”

“Bagaimana mau renovasi? Jemaatnya sedikit, nggak sampai 20 orang. Jadi, mungkin uang yang terkumpul sedikit,” kata Ahmad Budi, penjaga gereja, kepada saya. Arek Surabaya asli ini sudah bertahun-tahun menjaga Gereja Katolik Bebas.

Sebagai orang Katolik, yang ‘tidak bebas’, Katolik Roma, sejak lama saya penasaran dengan Gereja Katolik Bebas. Apanya yang bebas? Tata liturginya seperti apa? Hierarki? Jemaatnya? Dan sebagainya.

Maka, pada sebuah Ahad pagi, pukul 08.00 WIB, saya bertamu di Gereja Katolik Bebas. Umatnya memang kurang dari 20 orang. Rata-rata sudah ‘berumur’ alias 50 tahun ke atas. Kedatangan muka baru tentu saja menarik perhatian jemaat. Saya pun memperkenalkan diri.

“Oh, silakan ikut misa. Kami senang sekali Anda mengikuti liturgi di gereja kami. Siapa saja boleh ikut karena Tuhan Yesus sayang sama semua orang,” ujar Ibu Lisa, salah satu pemuka umat, ramah.

“Oh, ya, di sini banyak juga orang Katolik [Roma] yang pernah misa di sini. Sama saja kok,” tambah wanita setengah baya ini.

Suasana di dalam gereja ini hening. Cocok untuk refleksi atau meditasi. Beda dengan gereja-gereja karismatik yang meriah, hiruk-pikuk, mirip konser musik rock. Juga beda dengan suasana misa di Katolik Roma yang ramai umat. Umat Katolik Bebas, rata-rata sepuh, tampaknya cocok dengan suasana hening macam ini.

Lalu, imam [semacam pastor atau romo] keluar dari sakristi. Pakai jubah, kasula, mitra, ala uskup di Katolik Roma. Imam alias pastor ini memimpin misa dengan membelakangi jemaat. Tidak menghadap jemaat macam di Katolik Roma.

“Kok mirip uskup, ya?” bisik saya.

“Iya. Memang beliau itu uskup,” ujar Bu Lisa. “Tapi uskup di gereja kami boleh menikah, boleh berkeluarga. Beda dengan di gereja Anda.”

Misa pun dimulai. Sebagai orang Katolik, apalagi asal Flores Timur, saya tidak kagok dengan liturgi Katolik Bebas. Mirip misa di Katolik Roma. Saudara-saudara di Katolik Bebas, Surabaya, banyak menggunakan plain songs alias lagu-lagu sederhana untuk mendaraskan mazmur. Lagu-lagu tanpa irama karena mengabdi ke syair mazmur.

Ayat-ayat mazmur didaraskan sampai selesai, kemudian masuk antifon. Sama dengan sebagian lagu di buku ‘Syukur Kepada Bapa’ yang dulu dipakai di Flores. Pola lagu macam ini menghadirkan ketenangan, suasana meditatif. Tidak ada iringan musik. Musiknya, ya, suara manusia ala lagu-lagu gregorian.

Jemaat Gereja Katolik Bebas Surabaya, meski sedikit, menyanyi dengan penuh semangat. Tak peduli suara fals, mereka berusaha memuji Tuhan dengan suaranya.

Khotbah tidak panjang, mungkin, karena sang uskup tidak suka bicara. Lalu, liturgi ekaristi. Sekali lagi mirip Katolik Roma, hanya beda susunan kalimat. Doa syukur agung juga ada. Ekaristi diakhiri dengan komuni. Semua jemaat diberi kesempatan untuk menyambut Kristus dalam simbol hosti dan anggur. Upacara penutup, lagi-lagi, pakai pendarasan mazmur.

Karena sudah pernah ikut misa di Gereja Katolik Bebas, saya pun bisa memahami kata ‘bebas’ di gereja ini. Mereka ‘bebas’ karena tak mau terikat dengan Takhta Suci di Vatikan. Tapi, di sisi lain, mereka tetap mengikuti tata liturgi Katolik dengan segala pernak-perniknya. Karena itu, umat Katolik Bebas tidak mau disebut orang Kristen Protestan, apalagi Pentakosta atau Karismatik.

"Kami ini Katolik, tapi Gereja Katolik bebas. Bukan Gereja Katolik Roma,” tegas Lisa. Saya pun mengangguk.

Di Indonesia, Gereja Katolik Bebas dimasukkan dalam rumpun gereja-gereja Protestan. Ikut Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Protestan, Departemen Agama Republik Indonesia. Ikut Pembinmas Kristen Protestan kalau di Jawa Timur.

Ironisnya, orang-orang Protestan [Pentakosta, Karismatik, Baptis, Reformed...] tidak menganggap Gereja Katolik Bebas sebagai salah satu denominasi Kristen Protestan di tanah air.

Gereja Katolik [Roma] jelas tidak mengakui gereja-gereja yang ‘menyempal’ dari Takhta Suci, Vatikan, termasuk Katolik Bebas. Toh, urusan tetek-bengek admisitrasi macam ini tidak menyurutkan semangat jemaat Gereja Katolik Bebas untuk beribadah.

51 comments:

  1. menarik artikel sampean. jarang ada lho tulisan ttg katolik bebas di indonesia. salam.

    daniel

    ReplyDelete
  2. Katolik bebas, dalam arti ini lebih pertama-tama 'bebas' dalam arti masalah doktrinal/iman.

    Hal-hal seperti kontrasepsi, aborsi, feminisme extrim, dah hal-hal doktrinal lainnya yang dipegang oleh Gereja Katolik dalam persekutuan dengan Uskup Roma menjadi point 'membebaskan' diri.

    Liturgi nomor dua. 'Make up your own Catholic Church' style seperti ini cukup banyak. Dan walaupun sama-sama disebut Katolik Liberal atau Katolik Bebas, belum tentu berasal dari akar gerakan yang sama.

    Yang jadi masalah adalah kata 'Katolik' yang digunakan, sebab umat Katolik yang tidak tahu, mungkin bukan hanya ikut Misa tapi juga menyambut Komuni. Suatu hal yang tidak seharusnya terjadi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katolik itu artinya universal, untuk semua. Artinya semua orang boleh ikut diselamatkan. Itu digunakan dalam kredo / syahadat panjang yang diucapkan oleh semua orang Kristen, termasuk yang Protestan, dituliskan: aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Maksudnya katolik itu, semua orang, tanpa pandang bulu, baik yang dulunya Yahudi atau bukan, kaya atau miskin, perempuan atau lelaki, berpangkat atau tidak, keturunan bangsawan atau budak, jika ikut ajaran Gusti Yesus, akan diselamatkan.

      Gereja Katolik yang biasa kita kenal itu lengkapnya Gereja Katolik Roma, karena Sri Paus sang uskup utamanya berkedudukan di kota Roma. Jika umat mau mendidik dirinya sendiri dengan sedikit membaca (jaman sekarang mudah sekali mencari informasi dengan mesin pencari dan smart phone), tidak masalah.

      Soal misa, gereja lama yang bukan Katolik Roma, yaitu Gereja Orthodox baik Yunani, Rusia, Ethiopia, Syria, Coptic / Mesir, itu semuanya juga mempersembahkan kurban misa.

      Delete
  3. Terima kasih atas komentar teman-teman. Tuhan memberkati.

    ReplyDelete
  4. Salam kenal dari gereja St.Mikael Pangkalan Lanud.Adisucipto Yogyakarta
    grjsantomikael.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. katolik bebas seperti apakah yang dimaksud?

    ReplyDelete
  6. Ini sekte lama yang hadir di Indonesia sejak zaman Belanda. Tidak mengakui takhta suci Vatikan, menolak selibat, dan banyak lagi perbedaan dengan Katolik Roma. Aku sendiri belum mendalami doktrin gereja ini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  7. Kalau sudah menyingkir dari tata cara agama katolik berarti Protes. Itu bukan katolik, tapi Protestan dan bukan katolik lagi.

    Aku minta ku posting di Webku boleh kan?

    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Protestant tidak sama dengan Protes,
      tapi Protestant = Protestament (Pro Alkitab).

      Delete
    2. The exact origin of the term protestant is unsure, and may come either from French protestant or German Protestant. However, it is certain that both languages derived their word from the Latin: protestantem, meaning "one who publicly declares/protests",[2] which refers to the letter of protestation by Lutheran princes against the decision of the Diet of Speyer in 1529, which reaffirmed the edict of the Diet of Worms in 1521, banning Martin Luther's 95 theses of protest against some beliefs and practices of the early 16th century Catholic Church.
      The term Protestant was not initially applied to the Reformers, but later was used to describe all groups protesting Roman Catholic orthodoxy. Since that time, the term Protestant has been used in many different senses, often as a general term merely to signify Christians who belong to none of the Churches of Catholic tradition (Roman, Orthodox, Monophysite or Nestorian Churches).

      Delete
  8. hhhhmmmm, jadi sejauh mana pemahaman "bebas" dalam gereja "katolik" ini?

    ReplyDelete
  9. hmph.... baru denger ada katolik bebas... hehe... :D selain di indo, apakah ada lg? n btw... dr mana asalnya sih? :D thx

    ReplyDelete
  10. Agata Cienniwati12:33 AM, July 16, 2009

    Teman yang ikut pelayanan di Roma pernah bercerita kepada saya, bahwa Paus sudah sering menerima saran untuk mengubah sebagian doktrin Katolik Roma antara lain soal selibat; dengan kondisi tetap mengutamakan pelayanan bukannya memenuhi kebutuhan materil keluarganya, namun selalu ditolak. Artikel Anda ini menarik, karena fakta menunjukkan sebagian kecil umat akhirnya memilih jalan sendiri. Yang masih terasa menggelitik saya, yaitu ketika orang memutuskan satu agama sebaiknya seperti begini/begitu, apakah ia telah lupa bahwa itu sama saja menganggap dirinya adalah nabi?

    ReplyDelete
  11. wah, makasih atas laporannya mas, membuka mata saya yang katolik tidak bebas ini, he3. bertahun2 saya kepingin tahu tentang gereja itu tapi enggak pernah terlaksana, karena niatannya nggak bulat juga. mantap nih liputannya, bravo! grazie mille!

    albert

    ReplyDelete
  12. wow..saya tinggal di surabaya dan sering kali lewat gereja ini krn mmg deket dengan tempat konkow di taman bungkul,rasa penasaran saya juga sama,apa artinya bebas?? tapi asumsiku waktu itu bebas jam-nya jadi bisa misa jam berapapun, ternyata begitu ya??? saya jadi tau nih, thank u info-nya

    ReplyDelete
  13. Grj Katolik Bebas = sekelompok umat Katolik yg berpisah dari tahta Suci vatikan karena menolak Konsili Vatikan I.

    ReplyDelete
  14. Pertanyaan saya buat pemimpin agama kristiani yang 'bebas'. Jika ingin mengabdi kepada Kristus sepenuhnya kenapa harus takut untuk 'terikat'?

    'Bebas' itu hanya yang dipikirkan manusia tidak sesuai dengan nurani murni yang kita miliki.

    ReplyDelete
  15. hmm.. br tw kl ada katolik bebas...

    ReplyDelete
  16. Mau mengabdi pada Kristus tapi mau bebas2. Artinya tidak punya iman katolik yg cukup. Dan pengetahuannya masih sangat dangkal!

    ReplyDelete
  17. penjelasan yang bagus, di bandung jg ada gereja katolik bebas di jalan banda, deket taman saparua. penjelasan ini bikin jelas apa itu gereja katolik bebas...

    ReplyDelete
  18. sudah lah gak usah kontroversi, apapun aliran meraka, yg penting tetap pengikut yesus, toh yg mendirikan katolik roma juga bukan yesus,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari menghargai kepercayaan semua orang sebagaimana Paus Fransiskus menghargai umat Protestan, Ortodoks, ataupun Anglikan. Paus Fransiskus bahkan meminta diberkati mereka, menunjukkan bahwa pemimpin tertinggi Gereja Katolik tidak merasa lebih tinggi dr lainnya... Sayang bahwa hal yg dilakukan berulang2 oleh Paus Fransiskus ini belum bisa dicerna oleh sebgn umat Katolik... Sbg umat Katolik pengikut Paus Fransiskus (karena ada yg menolak) saya selalu membuka lebar2 tangan saya bagi semua orang yg mengaku pengikut Kristus... Mari kita bersatu, supaya dunia tahu bahwa Yesus telah mengutus kita.

      Delete
  19. @antoniushey : Yang mendirikan Katolik Roma itu Yesus, coba deh baca Mat 16:18-19

    Btw, katolik bebas nama aslinya Old Catholic. Sekarang ini pusatnya di Munich , Germany

    ReplyDelete
  20. kalo nggak salah gereja katolik bebas ini open communion ya ? dalam artian semua yang datang boleh menyambut komuni.

    ReplyDelete
  21. wah,hari minggu saya pernah mampir tuk liat misanya..
    udah mau mulai tapi takut ah..umatnya dikit banget..
    saya pernah tanya2 orang sekitar..dulu tahun 90an gereja ini ramai,kebanyakkan kalangan muda..
    salam damainya katanya ''kissing''..makanya saya aga takut..hehehe

    ReplyDelete
  22. saya baru dengar tentang katholik bebas, siang 16 agustus 2010; teman di seberang meja makan saya berkata tentang hal itu.

    saya mencarinya di google dan menemukannya di tulisan anda. terima kasih

    ReplyDelete
  23. nice info
    bs utk menambah wawasan
    beberapa hari yg lalu saya mengunjungi taman bungkul dan dlm perjalanan plg saya melihat tulisan gereja katolik bebas st. bonifacius. saya jd penasaran, apa itu GKB karena memang saya baru melihat bahkan mendengarnya.

    ReplyDelete
  24. Gereja Katolik Bebas sebenarnya adalah Sekte Teosofi sekte ini mengambil tata ibadah Gereja Katolik Lama-belanda yang memisahkan diri Gereja Katolik Roma 2 abad yang lalu.Gereja ini mengizinkan kebebasan teologi bagi umatnya sesuai namanya bebas

    ReplyDelete
  25. sebenarnya ada banyak kemiripan Gereja Katolik Bebas dengan Gereja Para Rasul atu Gereja Ortodox atau Gereja Katolik Timur atau gereja Purba...seprti, imam membelakangi umat, menghadap ke timur, tilawatil mazmur tanpa musik, dll, kenapa gak bersatu saja.....toh dsarnya adalah Konsili Bikea Konstanti Nopel yang akhirnya diingkari ole Katolik Roma yang membuatnya terpecah dengan Ortodox? Shalom Aleikhem (Wahyu. Gereja Ortodox Indonesia St. JOnah Manchuria Surabaya)081553103561

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita semua bersatu, supaya dunia tahu bahwa Dia lah yg mengutus kita 🙏

      Delete
  26. Kita bicarakan AGAMA atau organisasinya ? karena tidak ada yg salah dengan keyakinan kepada Tuhan dalam hal ini kepada Yesus.

    ReplyDelete
  27. Syallom tata Lamber..
    Ada jemaat Katolik bebas di Jakarta, tepatnya di Jl. Pemuda, dekat halte busway TU Gas. Keadaannya sama seperti yang ada di Surabaya: jemaatnya sedikit, dan gedungnya tak terurus. Dr dulu saya ingin mampir ke tempat itu, tp belum kesampaian. Tata pung sharing pengalaman sangat membantu memenuhi rasa ingin tahu saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tidak salah itu gereja Katolik Ortodoks...

      Delete
  28. Mas Hurek,

    Kalau gak salah gereja ini dekat dengan tarekat teosofi dimana Bp. Sukemi (Ayahanda Bung Karno ) menjadi anggota dan berkumpul dengan teman-temannya (orang belanda) dan konon perpustakaannya bukunya sering disinggahi Bung Karno, Kalau Mas Hurek ada waktu bisa tanya-tanya ke pengurus gereja , tentu banyak hal menarik yg bisa digali, terimakasih.
    Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Informasi dari pak muchlis menarik sekali....

      Delete
    2. Memang gereja ini terletak disebelah sanggar penerangan milik Persatuan Warga Theosofi Indonesia, saya sudah masuk dan ikut diskusi cukup lama dengan ketua dan jemaatnya bulan lalu.

      Delete
  29. Halo semua,
    Saya berdomisili di Bandung, dan juga terdapat gereja katolik bebas ini. Saya pernah mewawancarai pasturnya, yang juga ternyata uskupnya, beberapa tahun yang lalu. Jadi ada kemungkinan yang saya tulis ini ada yang salah juga.

    Gereja katolik bebas ini awalnya ada 5 yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makasar. Tapi yang tersisa sekarang cuma 3, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Struktur hierarki tertingginya adalah kepala uskup, dibawahnya uskup, dibawahnya adalah pastur.

    Sekarang ini jemaatnya makin sedikit, tersisa generasi terakhir saja. Dari awalnya 5 gereja di masing2 kota tersebut diatas, karena tidak ada regenerasi pastur yang baru, maka setelah ditinggal mati oleh pasturnya, lalu gerejanya tutup.

    Semua pastur dan uskupnya gereja katolik bebas ini boleh menikah dan punya anak. Bahkan anak dari pastur gereja katolik bebas yang di Bandung juga tidak mau meneruskan profesi ayahnya sebagai pastur. Jadi, kurang lebih gereja katolik bebas yang di Bandung pun kalau tidak ada penerus pasturnya, nanti lama kelamaan akan tutup juga. Jemaat yang masih tersisa pun cuma 9 orang saja.

    Gereja ini secara fisik mengikuti aturan gereja Katolik Roma, tapi tidak mengakui Konsili Vatikan ke 2. Semua peralatan, seragam pastur, doa2, sama persis seperti Katolik Roma, kecuali pastur yang memimpin misa membelakangi umat, seperti sebelum Konsili Vatikan ke 2. Bahkan bacaan2 injil harian pun mengikuti bacaan2 Injil dari Gereja Katolik Roma.

    Secara desain gereja, banyak simbol2 yang unik yang digunakan di bangunan gereja, kursi, dan ornamen hiasannya. Salah satu yang menarik yang saya ingat adalah adanya 7 salib penjuru, yang dipasang 3 di dinding kiri, 3 di dinding kanan, dan 1 menggantung ditengah2 ruangan.

    Di gereja katolik bebas ini, semua orang diundang ikut misa. Semua orang boleh terima komuni. Entah memang aturannya begitu, atau karena jemaatnya sudah sangat sedikit.

    Karena jemaatnya cuma tersisa 9 orang, maka misa tidak diadakan tiap hari, bahkan tidak tiap minggu, tapi 2 minggu sekali, kecuali ada umat yang minta diadakan misa.

    Begitu kira2 yang saya ingat soal gereja katolik bebas ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas heru, yang di jkt dimana alamatnya? Tks ya

      Delete
    2. Jalan Kamboja No. 32 Depok Belakang Polres

      Delete
    3. Yg di jkt sesuai ijin Depag ada di jl. Pemuda no1, jkt timur. Namun oleh imamnya tanpa persetujuan semua jemaat 4 kota, dijual ke greja lain. Gedungnya masih ada. Dengar2 pindah ke rumah imamnya di depok. Karna jemaatnya cuma 10an,sulit dpt ijin. Kebaktian sembunyi-sembunyi. Dikamuflase dg bangunan 2 vila. Nama greja diubah jadi LCC St. Wilebrord. Tdk sesuai ijin Depag. Hayo Depag RI dimana wewenang mu? Masuk angin kah?

      Delete
  30. Sebagaimana di Inggris juga ada Gereja Anglican yang liturginya praktis sama dengan Katolik Roma namun tidak menganggap Paus di Roma sebagai pimpinan gereja, tetap Ratu Inggris, walau dalam kegiatan diwakilkan kepada Uskup Agung Canterbury. Di Bandung juga ada gereja katolik bebas, tetapi kelihatannya seperti mau dijual, sepertinya uskup besarnya memerlukan uang, tetapi apakah jemaatnya walau sedikit, menyetujui penjualan, masih menjadi pertanyaan.

    ReplyDelete
  31. GEREJA KATOLIK BEBAS (LIBERAL CATHOLIC CHURCH) WILAYAH JAKARTA - KATEDRAL ST. WILLIBRORD.
    Jalan Kamboja No. 32 RT.001/RW.007
    Kelurahan Depok
    Kecamatan Pancoran Mas
    DEPOK
    Indonesia

    ReplyDelete
  32. Jika menyukai Misa dengan suasana tenang dan kontemplatif, silahkan mencoba Misa Forma Extraordinaria di Kapel Gema, jl Sultan Agung Bandung.
    info lebih lanjut: www.missalatina.org

    ReplyDelete
  33. Katolik Bebas (the Liberal Catholic) adalah bagian dari turunan Keuskupan Agung Katolik Lama Utrecht-Holland melalui Archbishop Arnorld Harris Matthew di Inggris. Sebenarnya antara Katolik Lama dan Katolik Roma yang berpusat di Vatikan memiliki suksesi Rasuliah yang sama yang hanya bisa ditelusuri sampai Archbishop CARDINAL ANTONIO BARBERINI, Archbishop dari Rheims, 1657. Dikonsekrasi di Sorbonne, Paris- Prancis. Dari beliau inilah garis silsilah SAH daftar Suksesi Rasuli Gereja Roma Katolik yang memilih Paus sebagai pemimpin Gereja Roma Katolik, dan dari garis yang sama ini juga Suksesi rasuli Gereja Katolik Lama Belanda - Utrecht dan semua turunan-turunannya yang disebut Gereja-gereja Katolik Ortodoks Independen. Garis suksesi rasuli dari Kardinal Antonio Barberini tidak ada lagi dokumen yang jelas di kearsipan Vatikan sampai kepada zaman Linus, Clement dan Anicletus murid Santo Petrus dan Paulus. Jelasnya bukan Petrus pendiri Gereja Roma Katolik tetapi muridnya yang bernama Linus digantikan Clement dan Anicletus. Gereja Roma pada waktu itu dipimpin Kolegialitas Tiga Uskup ini yang memiliki garis suksesi rasuli dari Petrus. Hanya satu Gereja yang langsung didirikan Petrus di bumi ini yakni Gereja Antiokia-Syria yang murid pengganti bernama Evodius. Dan Rasul Paulus sendiri ditahbiskan oleh uskup-uskup Gereja Antioki dibawah konsekrator utama Evodius murid Petrus (Kisah 13:1-3). Gereja Roma Katolik TIDAK DIDIRIKAN OLEH YESUS, Kecuali GEREJA YERUSALEM yang dipimpin Yakobus Orang Benar sudara-Nya. Gereja Roma sudah ada komunitasnya sebelum Petrus datang ke Roma, dipimpin oleh Linus yang saudarinya masih bersaudara dengan Kaisar, dan Linus orang Briton - Inggris. Perpisahan Keuskupan Agung Belanda dengan Keuskupan Roma - Vatikan, sejak Paus Pius IX menyatakan dirinya setelah bertemu dengan Maria di gua Lourdes dengan berkata: "Paus Pius Engkau Tidak Bisa Salah" dan Pius menjawab Maria,"Engkau Dikandung Tanpa Noda." Akibat pernyataan Paus Pius IX pada Konsili Vatikan I tahun 1870 menimbulkan kemarahan Para Uskup Agung dan Kardinal, salah satunya Keuskupan Agung Belanda-Utrecht yang sudah otonom sejak abad ke-7 M., mengebaskan debu dari jubahnya dan menjatuhkan kutukan dan menyatakan diri lepas hubungan dengan Keuskupan Roma yang berpusat di Vatikan. Tak lama berselang setelah peristiwa mengebaskan debu kaki terjadi badai topan di Italia dan halilintar bergemuruh dan banyak korban berjatuhan dan rumah-rumah hancur, dan sidang Konsili hanya diterangi lilin-lilin kecil. Utusan delegasi keuskupan Agung Belanda keluar dari sidang, setahun kemudian mereka mendeklarasikan perpisahan dengan menyebut diri Katolik Lama (Old Catholic) yang setia kepada Katolik Tradisional sejak zaman awal. (Bersambung)

    ReplyDelete
  34. (Sambungan 2) ........Gereja Roma Katolik adalah "Katolik Baru/Modern" yang selalu mengikuti arus zaman dan perubahan setiap saat. Begitu juga pada saat konsili Vatikan II tahun 1960-an mereka merombak Katolik Tradisional sehingga ribuan umat Katolik dan ratusan uskup hengkang dari Gereja Roma. Salah satunya yang menolak Paus hasil Konsili Vatikan II adalah Uskup Agung Marcel François Marie Joseph Lefebvre yang tahun 1970 mendirikan the Society of St. Pius X (SSPX). Mereka sampai sekarang tidak mengakui Para Paus Roma adalah sah secara sakramental dan konsensus rasuli, kecuali hanya pemimpin adminstratif organisasi sekuler gereja saja. Sebenarnya, jika kita mengikuti Konsensus Rasuli Awal dan Otonomi Uskup; tidak ada "Uskup di atas Uskup" dan perintah Tuhan Yesus jelas dalam Alkitab siapa mau menjadi terbesar harus menjadi Pelayan. Apa yang terjadi kemudian setelah Para Rasul wafat adalah terjadi adopsi sistem pemerintahan Romawi yang hierarkis di mana uskup di kota besar menundukkan uskup di kota-kota kecil.

    ReplyDelete
  35. (Sambungan 3) Sebenarnya jika kita bicara Keuskupan yang ada adalah KOLEGIALITAS PARA USKUP duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Tidak ada istilah Uskup Agung atau Patriak atau Paus, sama sekali tidak ada dasar Alkitabnya. Dengan demikian, saat seorang uskup menyatakan diri tidak mau berada dalam kolegialitas par uskup karena dilihat telah terjadi penyimpangan, ini adalah hak azasi uskup tersebut dan tidak ada hak menghakimi bahwa uskup tersebut SKISMATIK (Memecah). Tidak ada dasar Alkitab perihal ini, yang ada adalah ketika Gereja sudah muncul menjadi ORGANISASI BESAR maka jika satu uskupnya keluar dia dianggap keluar dari organisasi gereja itu saja. Tidak ada hak sama sekali satu uskup mengadakan tekanan terhadap pihak lain, ini sudah intimidasi dan pemaksaan kehendak yang merupakan manifestasi politis gerejawi. Dan Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan perihal ini. Apa yang dilakukan Gereja Katolik Lama Belanda-Utrecht dan Anglikan adalah benar menyatakan otonominya yang tak bisa diintervensi oleh keuskupan lain. Syukurlah Gereja Anglikan dilindungi raja sehingga Paus Roma tidak bisa melakukan manuver politiknya melalui lembaga Inkuisisinya dan begitu juga Keuskupan Katolik Lama Belanda dilindungi pemerintah Kerajaan Belanda pada waktu itu sehingga kelompok Serikat Jesuit yang mencoba intervensi harus diusir dari Keuskupan sehingga sampai sekarang Keuskupan ini mandiri.

    ReplyDelete
  36. (Sambungan 4) Keuskupan Katolik Belanda adalah penyelamat suksesi rasuli dan ajaran-ajaran Katolik Awal hingga sekarang tetap utuh sehingga berbagai daya upaya dilakukan Para Paus untuk membujuknya bergabung kembali dengan Keuskupan Agung Roma - Vatikan, tetapi Keuskupan ini tak pernah bisa diiming-imingi karena mereka sudah kenyang dengan SEJARAH MASA LALU; berbagai trik dilakukan, contoh Ratzinger mengeluarkan pernyataan Dominus Iesus (www.traditionalmass.org/articles/article.php?id=35&catname=15). Gereja Katolik Lama juga menjadi incaran Gereja-gereja Ortodoks Timur sehingga mereka seringkali mengadakan silahturahmi untuk mengadakan inter-communion satu sama lain. Gereja Katolik Lama Belanda-Utrecht adalah ibu yang melahirkan banyak Gereja-gereja Katolik Ortodoks Independen dan salah satunya adalah Gereja Katolik Bebas (the Liberal Catholic) yang dalam terma "Liberal" adalah kebebasan mengekspresikan diri dan iman lepas bebas dari berbagai dogma yang mengikat. Gereja ini mencoba membebaskan diri dari LEGALITAS IMAN harus ini dan itu tanpa terjebak kedalam lumpur Protestantisme. Mereka terbuka dalam semua ajaran agama tetapi tidak sinkretisme; apa yang benar selalu sumbernya SATU, dan selalu ada tapak-tapak kebenaran dalam Agama-agama apapun dalam dunia ini. Ini akhirnya dipikirkan kembali, meskipun sudah terlambat karena Katolik lama sudah duluan berpikir ke arah itu: Nostra Ætate atau Pernyataan tentang Hubungan Gereja dengan Agama-Agama Bukan Kristen-diresmikan oleh Paus Paulus VI pada 28 Oktober 1965. Dengan demikian, Katolik Bebas, bisa merangkul kelompok TEOSOFI ada dalam rumah Gereja Katolik Bebas, tetapi Gereja Katolik Bebas BUKAN Agama Teosofi. Mereka hanya mewadahi saja, siapa yang tertarik silahkan bergabung tanpa meninggalkan Gereja dan mengambil nilai-nilai sisi yang benar. Sebab tidak ada Kebenaran UTUH di muka bumi ini semua terserak di mana-mana. Jika kita belajar lebih jauh keberadaan Kebenaran tidaklah berangkat dari tahun 33 Masehi seperti pada umumnya Kekeristenan tetapi harus kebenaran UNIVERSAL (KATOLIK = SEUTUHNYA) sejak Taman Eden sampai pada pengajaran Imam Melkisedek sebagai awal persebaran kebenaran di muka bumi ini 10000 atau 20000 ribu tahun yang lalu. Dari fragmen-fragmen ini tersebar ke seluruh bangsa di muka bumi ini dan harus disatukan dalam Yesus. Inilah yang disebut "Katolik" (Utuh) dan Gereja Roma yang berpusat di Vatikan adalah salah satu dari Gereja Katolik dan Gereja Roma bukan KATOLIK itu sendiri. Semoga ini menambah wawasan kita bersama. Mari kita masing-masing belajar sejarah dan menganalisa Iman kita tanpa ada prejudice sebab kita ini semua adalah jiwa-jiwa yang haus dan lapar kebenaran dan jangan berhenti mencari KEBENARAN dan BERPUAS DIRI saat anda berada dalam keadaan ini akan muncul fanatisme, dan egosentrisme yang merendahkan agama-agama lain. Anda berpikir bahwa anda sudah berada di puncak gunung pada hal anda masih dibawah kaki gunung. Alkitab berkata siapa yang sombong akan direndahkan... Salam dalam persaudaraan Yesus. (Yohanes, Pengamat Kekristenan)

    ReplyDelete
  37. Saya pernah jadi anggota GKB, tapi saya mundur karena setelah saya renungkan esensi ajarannya, tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus di Alkitab seperti yg diyakinji Gereja Katolik Roma dan hampir semua denominasi non-katolik roma. Kenapa? 1. Pengaruh ajaran gnostk (teosofi) sangat nyata di ajarannya, misalnya percaya reinkarnasi seperti halnya ajaran budisme dan hindu. Alhasil: mengingkari karya penyelamatan Tuhan Yesus Kristus melalui pengorbanan Tuhan; 2. Banyak yang tidak percaya surga dan neraka karena berharap lahir lagi ke dunia sampai 777 kali baru bisa bebas dari reinkarnasi; 3. Pengampunan dosa tidak diakui, karena katanya tiap orang harus membayar sendiri hasil perbuatannya sesuai hukum karma (hindu budha); 4. Dan masih banyak lagi penyimpangan dari ajaran Yesus Kristus dlm Alkitab.
    GKB di Indonesia bersifat otonom sesuai Anggaran Dasar Gereja yg diakui DepAgama, dan tunduk para peraturan perundangan NKRI sesuai UU No8 thn 1985.
    Jadi harus waspada dan teliti. Cari data seluas2nya dari internet. Setan mempunyai banyak strategi & taktik untuk mencelakakan umat manusia. Semoga bermanfaat. Syaloom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya, semua orang, Kristen, Katolik, Budha, dll akan dihakimi Tuhan berdasar Injil Matius 25:31-46. Ketika Aku lapar, kau memberi Aku makanan, dst... Tidak ditanya apa engkau ke gereja pd hari minggu (itu sih baik saja), dan ini kata Paus Fransiskus sendiri... http://m.vatican.va/content/francescomobile/en/audiences/2014/documents/papa-francesco_20140806_udienza-generale.html

      Delete
  38. Salam Kenal, saya domisili di Surabaya. Sebetulnya ingin sekali mencoba misa di GKB ini karena ingin suasana baru dari Gereja biasanya di HKY, makanya saya search jadwal misa nya di google. Ternyata ketemu artikel Anda. Terimakasih sekali sangat memberi informasi, ternyata beda aliran ya :D

    ReplyDelete
  39. Bebas-nya itu 'Freemasonry' saudara-saudara.

    ReplyDelete