26 April 2007

Devi Pembina Tari Sidoarjo




Namanya AFRISIA SYARAH DEVI, akrab disapa Devi. Mbak Devi! Tiap sore ia berkumpul dengan anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah Pendapa Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Afrisia Sarah Devi memang pembina Sanggar Tari Clarissa. Dia juga dikenal sebagai salah satu penari jempolan dari Kabupaten Sidoarjo. Sampai sekarang tangan dan tubuhnya ‘gatal’ kalau tidak menari. Tarian apa saja.

Pada 1990-an, Devi pernah berguru ke padepokan Bagong Kusudiarjo [almarhum], empu tari dari Jogja. Lulus dari sana, wanita berdarah Aceh ini bikin sanggar di Sidoarjo. Sanggar Clarisa.

"Saya ingin agar anak-anak punya kegiatan positif sepulang sekolah. Siapa tahu bakat tari mereka bisa berkembang," ujar Aprisia Sarah Devi keada saya.

Bermula dengan beberapa gelintir murid, sanggarnya terus berkembang. Promosinya cukup gethuk tular dari anak-anak yang belajar di Sanggar Clarisa. "Sekarang ini murid saya yang aktif 50 orang lebih," ujarnya, bangga.

Menurut Devi, belajar tari bagi anak-anak tidak dimaksudkan untuk menjadikan anak-anak penari profesional. Kalau ada satu dua yang kemudian menekuni tari, “Alhamdulillah,” katanya. Tapi kalau tidak pun tidak apa-apa. Yang penting, dasar-dasar seni gerak sudah ‘bersarang’ di tubuh mereka.

Ia percaya seni tari yang telah dipelajari sejak anak-anak membuat orang lebih mampu menghayati keindahan. Cita rasa lebih halus. “Seni tari itu banyak gunanya. Ada olah rasa, juga olah raga,” ujar wanita yang ramah ini.

Belum lama ini, Devi mengadakan gelar tari di Pendapa Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Anak-anak asuh Devi, yang sebagian besar masih sekolah dasar, unjuk kebolehan di depan ratusan penonton. Mereka harus membuktikan bahwa proses latihan selama tidak sia-sia.

Benar saja. Anak-anak yang lucu, lugu, polos, itu memang tampil bagus. Percaya diri, senyam-senyum, lenggak-lenggok, tak ubahnya penari profesional.

“Sulit dipercaya bocah itu bisa menari remo dengan baik,” ujar Wahyu, pria 50-an tahun, warga Gedangan.

Usai remo, sebagai tari pembuka, disusul Tarian Anak Kuda. Lagi-lagi anak-anak melakoninya dengan baik. Karya maestro tari BAGONG KUSUDIARJO ini diolah lagi oleh Devi, disesuaikan dengan usia para penari. Ciamik!

Di usia yang sangat dini, anak-anak itu tampil lucu, menggemaskan, layaknya anak-anak kuda yang gembira. Tingkah pola mereka ‘rewel’, bercanda bersama kawan, mengusili kawan, dan seterusnya. Kontan saja, penonton -- kebanyakan keluarga penari -- memberikan tepuk tangan meriah.

Devi, yang berdiri di pinggir panggung, senyam-senyum bangga.

Lalu, diperlihatkan Tari Shalawat khas Nanggroe Aceh Darussalam. Dibawakan tujuh orang, tarian ini menggambarkan sikap religius orang Aceh.

Kedahsyatannya justru di kombinasi gerak, dinamika, tempo yang berubah sangat cepat. Tempo musik dan nyanyian Aceh memang sangat dinamis. Tujuh penari asuhan Devi ini meningkahi dengan gerakan cepat dan rancak. Tentu saja, butuh konsentrasi dan kemampuan tari tingkat tinggi. Salah sedikit saja bisa rusaklah tarian itu. Alhamdulillah, selamat.

“Saya kan orang Aceh. Jadi, Tari Shalawat atau tarian Aceh yang lain selalu menjadi andalan saya. Anak-anak pasti saya ajarkan tarian Aceh,” ujar Devi.

Aceh memang andalan, tapi bukan satu-satunya. Sanggar Clarissa menampilkan aneka tarian dari hampir semua daerah di Indonesia dengan pola gerak, corak musik, serta kostum yang berbeda-beda. Bhinneka Tunggal Ika!

Pada 2005 Devi terpilih sebagai salah satu Pemuda Pelopor tingkat Jawa Timur. “Nggak nyangka kalau aktivitas saya di sanggar ini diperhatikan orang. Alhamdulillah,” ujar Devi.

Saya senang dengan orang-orang kreatif macam Devi. Dia membuat anak-anak Indonesia tetap menari di tengah krisis panjang ini.

11 comments:

  1. Mas..Kegiatannya Clarissa masih banyak tuh...
    end namanya Afrisia mas. Pake F.

    ReplyDelete
  2. Maaf, saya kurang akurat menulis nama Mbak Devi. Sekarang sudah saya koreksi. Sukses terus dengan sanggarnya! Salam

    ReplyDelete
  3. Mbak Devi....saya salut dengan Mbak, yang orang Aceh tetapi berkenan turut melestarikan budaya jawa. Apalagi Tari Remo.
    Mbak punya nggak Gending Remo MP3nya??? kalu ada mau dong saya dikirimin buat belajar anak2.
    Sukses ya Mbak buat sanggarnya.
    Mas Lambertus, makasih ya....

    ReplyDelete
  4. sanggar clarissa terletak di jalan mana ya mbak??

    ReplyDelete
  5. Saya ingin kontak dengan mbak DEvi. Ingin belajar menari untuk alasan olah raga. Adakah yang tahu kontak beliau ? Please info ke sugeng.hartono@lr.org

    ReplyDelete
    Replies
    1. 081231665682 wa
      5444231d bb

      Delete
    2. Wa 081231664682
      Bb 5444231d

      Delete
  6. ada yang tahu kuntak nya mbak devi kah? saya mau belajar tari..
    atau jadwal tari sanggar clarissa kapan dan dimana?
    bagi yang tahu, tolong kirim pesan lewat e-mail saya
    wihdahhimma@yahoo.co.id
    terima kasih

    ReplyDelete
  7. good luck!!! salam buat mbak devi...

    ReplyDelete
  8. Afrisia syarah devi11:20 AM, April 23, 2015

    Maaf kawan smuanya,baru sempat baca :(
    Saya devi, salam seni budaya indonesia yaaa :)

    ReplyDelete