17 April 2007

APS Lain dengan IPDN



Kasus penganiayaan Cliff Muntu, mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri [IPDN] di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, mencuatkan wacana reformasi perguruan tinggi kedinasan. Berbagai departemen memang bikin kampus sendiri ala IPDN. Jumlahnya 20 lebih, tersebar di tanah air.

Nah, di Sidoarjo ada perguruan tinggi kedinasan bernama Akademi Perikanan Sidoarjo [APS]. Lokasinya di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati. Tak jauh dari Bandara Juanda, yang sama-sama di Kecamatan Sedati. Kampus APS boleh dikata cukup terpencil. Di luar kota, berada di kawasan tambak. Tak jauh dari situ ada kampung nelayan Tambakcemandi.

Karena pernah bertugas di Sidoarjo, 2003-2006, saya tentu sering ke kawasan tambak. Kadang-kadang mampir ke kampus APS di pinggir jalan raya Buncitan. Rektor dan beberapa dosen APS pun kenal saya, bahkan sempat marah gara-gara tulisan saya yang sempat bikin heboh di Sidoarjo. Tulisan ini mengutip pendapat dosen APS tentang prospek tambak udang di Sidoarjo.

Setelah 'dimarahi', saya justru makin akrab dengan orang-orang APS. Saya disambut baik ketika datang ke APS untuk wawancara. Disediakan makanan kecil, kopi, atau teh. Tidak ada kesan 'sangar' seperti di IPDN [bekas STPDN].

APS, meski berlokasi di Sidoarjo, dikelola langsung Departemen Kelautan dan Perikanan. Mahasiswanya disebut TARUNA. Rambut cepak, tinggal di asrama, menjalani latihan fisik ketat. Badan mereka bagus-bagus dengan seragam layaknya IPDN. Mereka juga disiplin dan tegas.

Tapi, saat bertemu tamu macam saya, mereka menyapa saya dengan ramah. "Bisa saya bantu, Pak? Mau ketemu siapa?" kata salah satu mahasiswa APS.

Seperti sekolah-sekolah kedinasan lain, semua taruna alias mahasiswa APS tinggal di asrama. Dosen-dosen pun tinggal di kawasan itu. Suasana tambak dan alam pedesaan yang tenang tampaknya kondusif untuk belajar.

"Mahasiswa APS berasal dari seluruh Indonesia. Hampir semua provinsi punya wakil di sini. Bhinneka tunggal ika. Kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa pemda di Jawa Timur," ujar Direktur [Rektor] APS Ir Dedy Haryadi Sutisna MS kepada saya. Sekarang Dedy sudah ditarik ke Jakarta.

"Kampus kami memang di Sidoarjo, tapi wawasan kami nasional. Lulusan APS langsung ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia," jelas Dedy Haryadi Sutisna.

Belum lama ini, APS menerima mahasiswa yang dikirim oleh Pemkab Sumenep, Madura. Mereka mula-mula diseleksi oleh pemerintah setempat, kemudian diseleksi lagi oleh tim khusus APS. Yang lolos masuk kampus APS bersama mahasiswa-mahasiswa lain. Sesuai dengan memorandum kesepahaman APS dan pemda, para mahasiswa khusus ini didesain untuk membangun dunia perikanan di daerahnya. APS spesialis perikanan air payau.

"Para taruna APS dicetak untuk kembali ke desa. Lulus dari APS, mereka tidak bisa ongkang-ongkang di kota, tetapi bekerja untuk mengembangkan perikanan di kampung halamannya masing-masing," ujar Dedy Haryadi Sutisna.

Beberapa kali saya melintas di depan APS, kebetulan ingin memancing dan mencari ikan segar di Tambakcemandi. Saya melihat para mahasiswa berlatih drumband. Suasananya riang, rileks, layaknya kampus-kampus umum. Tidak ada dosen yang mengawasi, hanya beberapa senior.

Dan, yang penting, tidak ada kekerasan fisik maupun verbal. Bentak-bentak, kata-kata kasar, tendangan, pukulan... tidak ada. Kalau ada kasus kekerasan di APS yang berakibat fatal, macam di IPDN, tentulah saya sudah tahu sejak dulu. Apalagi, saya punya beberapa teman akrab yang tinggal di kawasan Buncitan, yang setiap saat bisa 'membocorkan' informasi itu kepada media massa.

Salam untuk mahasiswa dan dosen APS!

4 comments:

  1. saya setuju sekali bro. APS memang beda dengan IPDN. g ada kekerasan, namun kegiatan fisik juga ditempa dengan tujuan bisa kuat fisiknya and sipa menghadapi kondisi yang sulit di lapangan besoknya n serta mempunyai mental yang kuat, tapi tidak dengan pemukulan seperti IPDN. IPDN ngawur itu. Ada caranya biar tetap disiplin tapi tidak dengan kekerasan, tapi dengan penekanan kesadaran akan pentingnya kekuatan fisik dan mental di dunia perikanan. Salam dari taruna APS angkatan 8

    ReplyDelete
  2. oke bro, terima kasih sudah baca n kasih komentar. salam sukses.

    ReplyDelete
  3. hem,,
    APS juga adda yang perempuan nggak ?

    ReplyDelete