23 March 2007

Si Doel di Lumpur Lapindo




MENGGUNAKAN mobil Land Cruiser warna hitam, Jumat (23/3), sekitar pukul 14.15 WIB, Rano Karno (47) bertandang ke kawasan lumpur panas, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Porong. Pria berkumis tebal ini didampingi Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur, Salamul Hadi Nurmawan. Kontan saja, warga menyambut hangat kedatangan aktor papan atas itu.

"Lho, itu kan si Doel," teriak Sri yang menggandeng anaknya di atas tanggul penahan lumpur Jatirejo.

"Iya benar, itu Bang Doel! Mana Mandra? Kok tidak kelihatan?" sambung Syamsul, warga lain yang kebetulan siang kemarin ikut 'menikmati' lumpur panas.

Tidak berselang lama, puluhan pengunjung, tukang ojek, penjual VCD lumpur, sopir dump truk, yang sedang istirahat berebut mengerumuni anak almarhum aktor kawakan Soekarno M Noer tersebut. Pria yang lahir di Jakarta, 8 Oktober 1960, itu pun senyam-senyum.

"Apa kabar Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu semua?" sapa Rano Karno.

Adik kandung Tino Karno itu lalu menyalami puluhan warga yang mengerumuninya.

"Bang Doel, boleh saya foto bareng?" kata Jono, salah satu tukang ojek, warga Desa Jatirejo, lalu merangsek mendekati Rano Karno.

Tentu saja, pemeran si Doel di sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' itu menyambut dengan senang hati. Warga dan pengunjung lain yang kebetulan berada di atas tanggul Jatirejo pun berebut foto bareng dengan Si Doel.

"Ayo, ayo foto bersama, mumpung saya ke sini," ajak Rano Karno dengan ramah.

Setelah acara foto bersama, Rano Karno yang kini tengah mempersiapkan diri sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta ini memberikan pendapat seputar bencana lumpur panas. Menurut dia, semburan lumpur panas di kawasan Porong yang berlangsung sejak 29 Mei 2006 itu tidak lepas dari kesalahan manusia (human error).

Manusia tidak memerhatikan lingkungannya. Manusia mengeksploitasi alam secara berlebihan.

Karena itu, aktor yang mulai terjun film pada 1972--lewat Si Doel Anak Betawi--ini meminta semua pihak untuk intropeksi. Mengapa lumpur terus meluap? Mengapa belum ada tanda-tanda berhenti?

"Ini kesalahan semua pihak. Kita semua harus intropeksi diri dan jangan saling menyalahkan," ujarnya.

Menurut Rano Karno, yang terpenting saat ini, warga korban lumpur panas tidak boleh berdiam diri. "Kehidupan harus tetap berjalan. Jangan karena lumpur akhirnya orang tidak bekerja dan hanya berpangku tangan," begitu petuah si Doel.

Rano Karno mengaku datang ke kawasan bencana lumpur panas di Porong dalam kapasitas sebagai koordinator Global Rescue. Organisasi nirlaba yang berdiri pada April 2003 ini bergerak di bidang penanganan korban bencana alam.

"Saya akan bicara dengan Kementrian Lingkungan Hidup. Kita ambil hikmah peristiwa ini, dan ke depan jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi," tandas Rano Karno.

Ihwal nasib ribuan korban lumpur yang hingga kini masih belum mendapat kejelasan ganti rugi rumah dan lahannya yang tenggelam, aktor yang terkenal lewat film 'Gita Cinta dari SMA' itu tak bisa memberikan solusi konkret. Dia hanya meminta pemerintah agar memerhatikan nasib warga korban.

"Segera buat keputusan. Jangan dibiarkan berlarut-larut," papar Rano Karno. (*)

No comments:

Post a Comment