13 March 2007

Putri Vinata Pedangdut Sidoarjo

Oleh Lambertus L. Hurek


[Gambar Putri Vinata ini saya buat di ruang artis saat acara lelang bandeng di Sidoarjo.]

PUTRI VINATA pedangdut asal Taman, Kabupaten Sidoarjo. Julukannya PUTRI KAYANG, sesuai dengan nama albumnya perdana yang sempat melejit. Selain itu, goyangan si Putri ini mirip senam kayang, yang sangat menuntut kelenturan tubuh. Heboh!

Melejitnya Putri Vinata, meski tidak begitu dahsyat, mengikuti fenomena goyang ngebor INUL DARATISTA (Gempol, Pasuruan) yang mewabah pada 2001-2004. Di samping Putri Vinata, ada lagi UUT PERMATASARI, pedangdut asal Krian, Kabupaten Sidoarjo, yang juga melejit. Juga ada nama MARIA EVA asal Sidoarjo Kota yang heboh berkat video mesranya dengan Yahya Zaini, politikus Partai Golkar.

Sebagai pemegang KTP Sidoarjo, saya melihat bahwa Kabupaten Sidoarjo punya potensi besar di musik dangdut. Di mana-mana ada orkes melayu (dangdut). Hampir 353 desa di 18 kecamatan ada orkesnya. Mantenan nanap orkes. Bersih desa atau ruwat desa pakai orkes. Pengajian pasti ada orkes. Sidoarjo benar-benar kabupaten dangdut!

Hampir tiga tahun saya masuk keluar kampung di Sidoarjo untuk bikin liputan tentang seni budaya. Tentu saja, kesenian sepopuler melayu-dangdut tidak lepas dari perhatian saya. Hampir tiap hari saya ketemu penyanyi, pemusik, promotor, pemilik kafe dangdut. Nah, Putri Vinata termasuk salah satu penyanyi muda yang saya ikuti perjalanan kariernya.

Di awal merintis kariernya, Putri, anak polisi, manggung dari kampung ke kampung. Termasuk nyanyi di kawasan tambak pelosok. Panggung sangat sederhana. Tak ada ruang rias artis. Sound system seadanya. Putri Vinata saya lihat bisa menikmati suasana serba terbatas itu.

"Pokoknya, saya ingin tampil bagus di mana saja. Kalau penonton puas, saya senang," kata Putri Vinata kepada saya di kawasan Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, suatu ketika.

Jauh sebelum terkenal sebagai Putri Kayang, PUTRI VINATA sudah merintis gaya khasnya: joget kayang. Dia lakukan itu dengan serius, entah di desa entah di kota. Gerakan sulit yang menuntut kepiawaian sekelas pesenam profesional. Putri sendiri mengaku sudah menekuni senam sejak kecil, sehingga tiada kesulitan apa pun di atas panggung.

Saat Putri goyang kayang, penonton heboh. Laki-laki suit-suit karena memang sangat menggoda. "Ini hanya hiburan kok. Saya tahu batas lah," kata si Putri. Tatkala goyangannya sudah kelewat 'panas', Putri tiba-tiba mendinginkannya. Laki-laki penonton minta lagi, Putri memenuhi... dan seterusnya.

Putri Vinata pernah diminta mengisi lelang bandeng di alun-alun Sidoarjo. Ini acara tradisional tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat tambak tradisional Sidoarjo. Sebagai orang Sidoarjo, Putri Vinata tentu saja bersedia. "Ada kebanggaan tersendiri kalau saya menyanyi di Sidoarjo. Apalagi lelang bandeng," katanya.

Menurut Dicky Hermawan, manajer PortoFino Organizer, Putri Vinata bahkan bersedia dibayar murah, jauh di bawah tarif normal, untuk lelang bandeng Sidoarjo. "Saya bilang bujet untuk lelang bandeng sangat kecil. Tahu sendiri lah acaranya pemda," kata Dicky kepada saya.

"Saya salut sama Putri karena mau tampil di lelang bandeng," ujar Dicky Hermawan, bekas Duta Wisata Sidoarjo.

Begitulah. Tanpa banyak cincong Putri Vinata akhirnya tampil di alun-alun Sidoarjo. Karena harus menyanyi di depan bupati dan pejabat-pejabat Sidoarjo, saya lihat Putri Vinata mengurangi porsi goyangan hot. Joget kayangnya tidak sepanas di kafe atau tempat hiburan malam lain. Waktunya pun dibatasi karena dia harus berbagi dengan artis lokal.

Saya sempat bercakap dengan Putri di belakang panggung. Putri didampingi ibundanya. "Mau nanya apa, Mas? Saya sekarang sibuk, jadi jarang ke Sidoarjo," ujarnya ramah.

Saya lihat penampilan Putri Vinata, setelah menjelma menjadi Putri Kayang, jauh lebih wah. Pakai soft lens. Busana semerbak. Parfumnya hmmmm....

Singkatnya, beda jauh lah dengan ketika masih merintis karier di pelosok-pelosok Sidoarjo. "Alhamdulillah, saya dapat banyak job. Terima kasih atas dukungannya," kata Putri Vinata lalu tersenyum manis.

Putri Vinata mengaku sengaja mengurangi show dan berkonsentrasi di studio rekaman. Ini penting untuk memantapkan kariernya di belantika musik dangdut nasional. Menurut dia, lagu-lagu dangdut sangat disukai masyarakat, show selalu membeludak, namun kaset atau cakram padat (CD) kurang laku di pasaran. Ini karena produk bajakan merajalela.

"Kami ini serba repot. Nggak rekaman juga repot, buat rekaman pasti dibajak. Susah," kata Putri Vinata.

Seperti umumnya penyanyi dangdut asal Sidoarjo, kebintangan Putri Vinata hanya terlihat di atas panggung. Pulang ke rumah, dia bertukar pakaian, layaknya orang-orang kampung biasa.

"Nggak kelihatan artisnya sama sekali," ujar Muhammad Saiful, event organizer di Sidoarjo. "Saya sampai pangling. Lho, kok Putri Vinata beda banget dengan di televisi?"

Yah... namanya juga artis dangdut.

No comments:

Post a Comment