20 March 2007

Penemuan Situs Candi Baru di Kediri


Oleh: IMAM MUBAROK
Wartawan Radar Surabaya

Penemuan benda cagar budaya oleh para penggali lahan uruk di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kediri pada 13 Januari 2007, menambah catatan peninggalan Kerajaan Majapahit di Kediri. Sebelumnya di Kediri sudah ada CANDI SUROWONO, tempat penyucian Raja Wengker [raja bawahan pada masa Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit], CANDI TEGOWANGI, serta ARCA TOTOK KEROT, peninggalan Raja Dhaha, Prabu Jayabaya.

Ahad (18/3) hingga Senin (19/3/2007), saat libur Hari Raya Nyepi, ratusan pengunjung dari Kediri dan sekitarnya berjubel mendatangi SITUS TONDOWONGSO. Tidak ketinggalan uang Rp 2.000 harus diserahkan kepada panitia.

"Lumayan ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sampai jam 12.00 kami sudah mengumpulkan uang Rp 3 juta lebih," kata Suradi, panitia lokal.

Pemkab Kediri berencana mengambil alih lahan milik warga, dengan tujuan memudahkan tim purbakala melakukan penggalian dan penataan. Sebab, tim purbakala telah menemukan sudut-sudut candi dan bisa menentukan berapa luas bangunan yang telah terpendam selama ratusan tahun. "Itu yang membuat warga penasaran dan ingin melihat," tambah Suradi.

Menariknya, tempat-tempat tersebut dijaga oleh warga penemunya. Seakan-akan mereka menjadi si pemilik benda cagar budaya. Ada pula penjual 'sumber air' yang diduga tempat pemandian yang berada di dalam sebuah sudut candi bagian barat. Meski sudah ada keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup bahwa air tersebut mengandung banyak bakteri, warga tak peduli. "Ini jelas air berkah karena merupakan peninggalan masa lalu," kata Jiyo, warga Plemahan, Kediri.

Dusun Tondowongso yang dulu sepi kini sangat ramai. Di sepanjang jalan masuk, banyak pedagang dadakan.

Menurut catatan saya, situs Tondowongso ini terungkap ketika beberapa penggali lahan uruk di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kediri, pada 13 Januari menemukan patung Dewa Brahma. Penemuan itu disusul dengan Dewi Durga pada 18 Januari, tak jauh dari lokasi penemuan awal.

Disusul kemudian patung Arca Nandi atau Lembu Andini pada 19 Januari dan Lingga Yoni pada 26 Januari. Lantas, ditemukan dua patung pada 12 Februari dan 13 Februari. Kedua patung tersebut belum diketahui namanya.

Penemuan terakhir, awal Maret 2007, berupa sumber air dan gapura serta tangga dari batubata yang menuju sumber air tersebut. Dua hari kemudian, 3 Maret, ditemukan kembali enam arca di lahan milik Kiran (47), warga Adan-Adan, Gurah, Kediri, yang belum diketahui namannya, kecuali satu Arca Nandi alias Lembu Andini.

Lima arca lain yang belum diketahui namannya tersebut salah satunya terpotong kepalanya. Mirip seorang raja dengan mahkota di kepala.

3 comments:

  1. waspadalah money politik Ds. Turus Kec. Gurah Kab Kediri suara rakyat terkerdilkan hanya dengan sepeser uang dari tangan-tangan penjudi. sepatutnya suara masyarakat tersalurkan. Puput Setiawan No 3 bersama dengan masyarakat kita wujudkan kemandirian desa 6 tahun kedepan yang madani. SAUDARA

    ReplyDelete