01 March 2007

Hotel Niagara di Malang




“Buat apa menginap di situ? Kan masih ada hotel atau losmen lain? Kata orang sih di situ ada apa-apanya,” ujar beberapa warga di Pasar Lawang, hanya sekitar 50 meter dari Hotel Niagara, belum lama ini.

Kata-kata seperti ini memang sudah biasa dialamatkan pada hotel berlantai lima yang dibangun pada 1918 tersebut. Di kompleks hotel memang ada semacam prasasti beraksara Tiongkok yang menyatakan tahun pendirian hotel. Ya, ampun, berarti usia Hotel Niagara sudah 88 tahun. Arsiteknya Fritz Joseph Pinedo, pria berdarah Brasil yang hidup di Indonesia pada masa pendudukan Belanda.

Nah, saking tuanya bangunan ini, dan warga praktis tak pernah masuk ke sana, image yang berkembang kurang positif. Ada hantunya. Tempat orang bunuh diri. Kamar berdarah. Hingga tempat penimbunan senjata-senjata tradisional. Image ini makin kuat karena Hotel Niagara sempat mangkrak cukup lama. Kini pun dua lantai teratas (lantai 4 dan 5) selalu gelap karena belum dipakai.

Saya kurang percaya dengan rumor-rumor gelap macam ini. Apalagi, belum lama ini sejumlah wartawan senior Jakarta bersama Ikatan Arsitek Indonesia menggelar diklat di Hotel Niagara. “Tidak ada apa-apa. Justru hotel ini sangat indah,” kata Jay Subiyakto dari Jakarta.

WS Rendra pun pernah menginap di Niagara dan kesan penyair terkenal itu sangat positif. “Anda perlu menikmati keindahan Hotel Niagara, lalu buat sebuah tulisan,” begitu pesan istri seorang bekas diplomat asing di Surabaya suatu ketika.




Maka, saya pun mencoba menginap satu malam di Hotel Niagara. Masuk ke ruang resepsionis, suasana sepi. Hanya ada Tatik, resepsionis. “Silakan pilih kamar, tapi kami tidak bisa beri informasi apa-apa tentang hotel ini,” ujar Tatik seraya tersenyum. Ternyata, jawaban serupa pernah disampaikan kepada wartawan Jakarta Post, koran berbahasa Inggris terbitan Jakarta.

Daftar tarif yang terpampang di muka resepsionis mengagetkan saya. Terlalu murah untuk ukuran hotel yang boleh dibilang paling bersejarah di kawasan Malang Raya. Kamar ‘mewah’ cukup Rp 90 ribu dan Rp 150 ribu. Khusus di lantai 3, yang kamar mandinya di luar, tarif semalam Rp 60 ribu. Padahal, di Kota Malang tarif hotel melati berfasilitas paling minim, kamar mandi luar, minimal Rp 80 ribu.

Saya memilih lantai 3 (kamar 306), dengan pertimbangan letaknya paling tinggi, mudah ‘bermain-main’ ke puncak hotel sambil melihat pemandangan Kota Lawang dari atas.

“Aslinya semua kamar di Hotel Niagara pakai kamar mandi luar. Jadi, Anda lebih menghayati suasana asli hotel ini,” jelas Zaini, salah satu pelayan Hotel Niagara.
Dibandingkan dengan hotel-hotel modern (berbintang), standar pelayanan dan fasilitas di Hotel Niagara memang masih belum apa-apa. Namun, hotel tua ini menawarkan keindahan, sensasi, tersendiri dari bentuk konstruksinya yang eksotik dan antik.

Di Hotel Niagara kita bisa menikmati sepuas-puasnya arsitektur tempo doeloe yang sangat menekankan pendekatan seni. Sebuah kombinasi gaya Brasil, Belanda, Tiongkok, dan Victoria yang menawan.


[Menara air di atas Hotel Niaga, Lawang, Malang.]

HANYA 14 KAMAR YANG TERPAKAI

Hotel Niagara awalnya dirancang sebagai vila pribadi milik keluarga Liem Sian Joe, pengusaha Tionghoa kaya pada era Hindia Belanda. Perlu kerja keras dan biaya besar untuk renovasi total.

Menurut ONGKO BUDIHARTANTO, pengelola sekarang, gedung setinggi 35 meter ini dibangun arsitek Fritz Joseph Pinedo selama 15 tahun sejak 1918. Di masa itu Lawang dan sekitarnya memang masih merupakan daerah peristirahatan yang sejuk, nyaman, dan sepi. Jangan heran banyak vila cantik dibangun di kawasan itu.

Pada 1920, masih menurut Ongko Budihartanto, Liem Sian Joe hijrah ke Negeri Belanda sehingga vilanya dipercayakan kepada ahli waris. Namun, karena jarang dipakai, vila itu kurang terurus. Kondisi ini berlangsung hingga masa kemerdekaan.

Setelah masa revolusi, bangunan yang pernah disebut-sebut ‘paling tinggi di Jawa Timur’ ini dijadikan rumah tinggal oleh beberapa keluarga. Tak jelas nama-nama penghuni vila, berikut bagaimana prosedur mereka mendapatkan hak pakai. Bisa ditebak, beberapa bagian bangunan menjadi kurang terawat. Mirip perilaku penghuni rumah susun di Tanah Air sekarang.

Baru pada 1960 ahli waris Liem Sian Joe menjual bangunan itu kepada Ong Kie Tjay, pengusaha Tionghoa yang tinggal di Surabaya. Keluarga-keluarga yang menginap di ‘rumah susun’ itu hengkang, dan mulailah Baba Ong membenahi bangunan tua itu.

Empat tahun kemudian, 1964, fungsi bangunan bertingkat lima diubah dari vila menjadi hotel dengan nama Hotel Niagara. Ongko Budihartanto, general manager sekarang, tak lain merupakan anak sekaligus ahli waris Ong Kie Tjay.

Tak mudah mengelola hotel sekaligus bangunan cagar budaya yang dilindungi undang-undang itu. Persoalan utama, seperti diceritakan di atas, adalah citra bangunan yang sempat diberitakan negatif di masyarakat. Misalnya, tuduhan sebagai ‘rumah hantu’ hingga ajang bunuh diri. “Itu semua hanya isu dan omong kosong," tegas Ongko Budihartanto.

Selama 20 tahun lebih mengelola dan menetap di Hotel Niagara, Ongko mengaku belum pernah merasakan gangguan apa pun. Para tamu pun tak pernah mengeluhkan soal itu. Yang ada justru ungkapan-ungkapan positif tentang kehebatan serta keunikan Hotel Niagara. Kesan-kesan para tamu itu bisa terbaca di lorong-lorong hotel antara lantai satu dan dua, kemudian lantai dua dan tiga.

Saya mencatat beberapa kesan tertulis dari tetamu, khususnya orang asing. Hans (Belanda) mengatakan, “Bagus sekali.”

Begitu juga Aad Ham (Belanda): “Very unique, very beautiful… I never see like this in the world!” (Sangat unik, sangat indah. Saya tak pernah melihat seperti ini di dunia.) Jan van Schager, juga asal Belanda, mengatakan, “Imagine five storeys and elevator and elevator around 1900.”

Tak salah kalau para turis Belanda, yang datang untuk nostalgia itu, mengatakan Hotel Niagara ini unik dan antik. Sebab, menurut informasi dari beberapa sumber, keramik dinding dan bahan untuk lantai diimpor dari Belgia.

Lift kuno merek ASEA merupakan produksi Swedia tahun 1900-an. Lantai terbuat dari teraso berwarna yang dicor di tempat, bahan baku impor. Bahan kayu untuk jendela, pintu, plafon, dan sebagainya terbuat dari kayu jati kelas satu.

Persoalannya, seperti bangunan-bangunan tua lainnya, biaya perawatan tidak murah. Sementara jumlah kamar yang dioperasikan hanya 14 dari total 26 kamar alias hanya 50 persen. Bandingkan dengan hotel-hotel modern yang kamarnya berjumlah puluhan, bahkan ratusan.

Bisa dibayangkan berapa pemasukan Hotel Niagara ini setiap bulannya. Namun, sebagai hotel tempo doeloe, antik, orisinil, Hotel Niagara punya nilai lebih yang jarang dimiliki hotel-hotel lain di Tanah Air.

Ada baiknya pengelola Hotel Niagara mencamkan baik-baik pesan Henk Nos. Turis asal Belanda mengatakan, “Hotel ini monumen, harus dijaga dengan baik. Perlu renovasi dengan arsitek yang benar-benar ahli. Kalau itu dilakukan, Hotel Niagara jadi bintang seperti Hotel Raffles di Singapura.



Kota Lawang dilihat dari atas Hotel Niagara.

Hotel Niagara
Jalan Dr. Soetomo 63 Lawang, Malang
Phone (0341) 596612

62 comments:

  1. wah, finaly nemu blog yg jg bahas hotel niagara... tapi punya kmu lengkap bgt, wartawan sih... ngebahasnya jd detil ya ^_^
    mampir ya ke postinganku (http://tjahaju.blogspot.com/2006/04/travelogue-hotel-niagara-classic-touch.html)
    btw, Salam Mitreka!

    ReplyDelete
  2. saya rasa hotel niagara harus renovasi lagi. kondisinya masih banyak yg jelek.

    faisal, malang

    ReplyDelete
  3. kesannya misterius, angker.

    ReplyDelete
  4. kayake promosine sek kurang.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih atas respons teman2. Sukses selalu!!!

    ReplyDelete
  6. wah, hotele bagus n antik. cuman pelayanan perlu ditingkatkan. kalo iso ada tv di kamar. masa gak ada tivinya.

    ReplyDelete
  7. memang jadi ikon kota malang, khususnya lawang. cuman perlu dipoles lagi agar menarik. bikin event lah.

    ReplyDelete
  8. q kagumm,,
    txt..d lawang ad bangunan spt ni..
    q pecinta bangunan tua...
    pasti sng bgt bs k hotel niagara,,,

    ReplyDelete
  9. hemmm....hotel niagara lawang ya...kebetulan aku dulu lahir dan sempat besar di lawang....hal hal yang jadi rumor misterius sebenernya emang bener bener ada....di lantai 3 ada kamar yang memang sengaja ngga' dibuka untuk umum. konon kamar itu tempat noni belanda mati terbantai tentara jepang. hotel itu dimancanega terkenal dengan Hotel Three Beautiful Gost. Kebetulan aku pernah jadi gaet untuk tourist dari nederland menginap beberapa hari disana. Saat itu rencana menginap di hotel itu selama 5 hari, akhirny a hanya 2 malam trus mereka pada minta pindah....terjadi sekitar tahun 1987. Di kamar tamu ada keranda mayat, saat di lihat management hotel keranda itu tidak ada lagi. cerita ini aku dapatkan dari para tamu yang aku temenin kesana...percaya ngga' percaya. Dan masih banyak lagi hal hal yang ganjil tentang hotel itu. Hotel Niagara sekarang tidak seserem dulu saat belum di renovasi. Nurut aku sih....biar aja niagara tampak seperti aslinya....ngga' perlu ada renovasi moderenisasi seperti hotel hotel lain....didalamnya penuh dengan hal-hal yang patut dijaga keaslianya. :)

    ReplyDelete
  10. Thanks atas infonya, 30 th yl kami commute tiap minggunya dari Blitar (tpt kerja ayah saya) ke Surabaya pasti lewat hotel ini. Saya yang obsesi sama bangunan tua sejak saya umur 4 th, ingin sekali mampir dan meningap di hotel ini. Tapi belum terwujud. Mungkin nanti pas mudik ke Indo. Thank's again.

    ReplyDelete
  11. wah...hotel ini emg cantik bgt...waktu taun 2005 sy smpt nginep disini bareng tmn dari bandung buat motret2 hotel ini,kebetulan ada acara bareng Ikatan Arsitek Indonesia,semoga pemerintah malang lebih concern lg sama bangunan tua,,soalnya d malang banyak bangunan tua yg diancurin untuk jadi ruko..bagaimanapun juga itu bagian dari sejarah indonesia khususnya daerah malang dan sekitarnya...

    ReplyDelete
  12. Jdi kota malang sendiri jauh gak hotelnya? mohon balas ke mailku ya: ly_antie@yahoo.com thanks

    ReplyDelete
  13. di malang dan sekitarya ada banyak hotel mulai yang kelas murah sampai berbintang. malang itu kota yang tidak terlalu luas, sehingga sangat mudah menjangkau hotel-hotel baik yang di dalam maupun luar kota. rata-rata tidak sampai 30 menit perjalanan. lalu lintas tidak macet macam jakarta atau surabaya. kira-kira demikian.

    ReplyDelete
  14. hotel bagus cuman gak begitu laku. soale byk crita yg serem2 dan itu dah diketahui org malang raya.

    ReplyDelete
  15. yak amPunn.. mana ada seremnyaa.. ada siyh.. cuman lift nya yang mangkrak plus lantai lift yang uwdah ambroL..

    tapi suMpaAh.. beutifull banget..!! kesan tuanya dalem abiZz.. truz, klasiknya itu g bisa dilupain..

    Q abiZ ada study tour ama temen2 mahasiswqa interior design Uni ciputra sby, plus dosenku ma suaminya yang konon katanya koord.nya Ikatan Arsitek Indonesia, dan etemu juga ma resepsionis yang namanya mbak tatik itu.. hotel ini antik banget lohh... keren lahh buat yang pecinta bangunan tua,, apalagi kamar mandi dalem nya yang udah modern, dari marmer, plus ada showernya.. serem gimana cobaa..

    cumaN emanG siyh, ada beberapa fasilitas yang kurang..


    cuman menurutq it's a really great n fantastic old building lahh...

    salut buat Fritz Joseph Pinedo !!! braVoO !!

    ReplyDelete
  16. saya mau tau foto kamar hotel ini..


    .. sudah cita - cita saya nginep di hotel.

    tapi saya mau tau dulu kondisi kamarnya

    ReplyDelete
  17. Dua minggu lalu, setelah 25 th lebih cuma lewat depan Hotel Niagara, memutuskan utk mampir. No reason, cuma pengin tau. Pastinya bawa camera pengin foto2.

    Ketemu penjaga keamanan & reception, terpaksa lah cari alasan utk ngopi. Pesen aja deh 2 cangkir kopi. Surprisingly, kondisi hotel bersih, dan jauh dari kesan spooky. Lounge & dining room bersih dan masih ada kursi rotan jaman g masih sd. But it is nice & clean.

    Krn penasaran, tetep minta showing room ke reception. Ke lt 2, kamar paling bagus, gede bener bow = 6x5 m, high ceiling pula, kamar mandi dalam, ada ac split nempel tinggi di dinding. Wooow... view nya... lawang gitu loh.
    Tarif murah abis... cuma Rp 200 ribu/night.

    Sempat berpapasan dg young couple yg hbs get together gitu deh hehe ;) It proves, tempatnya ga spooky kan

    Sumpah kesan itu semua jauh dari cerita/rumors yg ada di otak g selama ini. Tapi wait......utk nginap g kalo cuma sendiri blom brani hahaaa. But at least I've been there.

    Just an idea, krn kerjaan g bikin paket tour outbound. Ada lah jiwa nasionalisme yg tersisa, suggestion: temen2 yg gawe di inbound tour operator, i.e.: pacto/bhara/kaha/vista/pacto/haryono dan para freelancer guide yg malang melintang Jawa-Bali, why dont you guys include "a luncheon package" in this historical spot.

    A rijstaffel lunch paling cucok utk di selenggarakan di Hotel Niagara Lawang. Tambahin kursi2 tua di dining room, then semua orang bule ato Indo pasti suka. Dont sell in USD, Rp 40 ribu per pax should be reasonable. Catering bisa dicari, banyak resto di Lawang yg bisa support.
    C'mon guys...anyone or even ASITA Jatim... ask Sampoerna or Bentoel to facilitate this...
    ngobrol ma owner ni hotel..

    For you guys yg malang melintang bawa tour ke Europe, pasti udah biasa liat hotel tua, same here, Hotel Niagara Lawang persis kaya hotel tua di Paris, Rome ato Lucerne.
    Bedanya.... yang ini punya nilai historical tak ternilai.

    At the end billing kopi g cuma Rp 3000 + tax 300, murah kaya di warung kopi aja, udah includes numpang pipis + foto2 & unforgettable memory.

    So....lestarikan historical building ini: Hotel Niagara Lawang, mampirlah kalo lewat, spend just a little money and help the owner to maintain this historical building !!!

    Some pictures you may check on my fb evy prabandari
    Cheers,

    ReplyDelete
  18. Wih, pingin tenan masuk dan liat lagi bangunan tua yang dulu sekitar th 1964 pernah kusinggahi bareng ayah.
    Kalo ngga salah sedang tutup untuk renovasi dan ayah yg bagian pasang ACnya.
    Sebagai anak kecil aku ter-bengong2 melihat semuanya serba besar.
    Seingetku liftnya yg paling berkesan, krn msh sistem kerekan,bunyinya kriak kriyek, gede banget,ada meja kursi juga didalamnya. bayangin aja segede apa.
    Nah coba sekarang dikelola oleh grup TUGU yg memang spesialis dlm mengangkat suasana tempo doeloe.
    Bisa kebayang ngga? Pasti lbh kreatip dari Raffles Singapore, malah. Kemegahan jaman kolonial campur dng budaya peranakan dan Jawa.
    Excotic!! Hmmm pasti taripnya jg jadi 500$US semalam, tapi puas.

    Jangan panggil team pemburu hantu, karena hantu2 itu yang membuat suasana lebih antik. Mereka kan bagian dari gedung itu?
    Kl mereka bisa cerita sejarahnya mulai awal, pasti seru lho!

    Kapan ya mimpiku bisa jadi kenyataan?

    ReplyDelete
  19. saya melihat memang perlu hitel niagara diperbaiki tapi jangan sampai merubah arseitektur awal dari hotel tersebut.Di jaman yg serba moder ini sangat susah mencari hotel yang seperti itu..

    ReplyDelete
  20. kulineryogyakarta-makan.blogspot.com

    ReplyDelete
  21. thanks sudah kasih informasi ttg hotel antik di malang. naskah2 macam ini sangat dibutuhkan orang. dan itulah gunanya blog. salam kenal utk mas hurek.

    andreas, surabaya

    ReplyDelete
  22. ta q si juga pingin liat ............
    tapi katanya yg bisa d-pake cm lantai 2 n 3 y?????
    emang fasilitas ny ap aj????
    tapi emang kalo d-lht dr dpn unique nnyman
    emang haruzz d-jg byar lawang punya history gt
    untung ad bangunan ni lawang n skitarny bs jd sjara

    ReplyDelete
  23. q jg pingin liat dlm ny si.... tp emang kalo dilihat dr dpn ud bersejara banget.... smua org d lawang n sketarny pasti ud tw dong klu ni bangunan bersejara khas Belanda... mw tw donk fasilitas ny ap....??? tp the old building ni emang hrs d-jg n dikelola baik2,,, biar kota lawang n skitarny punya history yg unique n g ad d kota2 laen,kan seru...tp y jgn takut klu nginep d sn,ntik mala g nyaman,,, enjoy aj.....tp moga org2 isa nyobain nginep d sn ,,yyy skali kali bisa nginep d htl bersejara...

    ReplyDelete
  24. pingin liak srem ny.. katany ad???????/G la smoga klu nginep d sn g ad ap2 ny n nyaman aj ni kan bgnan tw yg bersejara...... bangga y d kota sn punya bgnan yg bersejara kyak gini ... unique n masi ttp kokoh
    (*_*) {^+^}

    ReplyDelete
  25. kerenn... hotel ini lah yg selama ini aq cari bt wisata backpacker :D

    ReplyDelete
  26. Dulu waktu kecil, saya sering liburan ke malang dan melewati hotel yang dimaksud. Dari pertama melihat, saya sudah jatuh cinta dengan bangunannya yang berasitektur modern(barat).Lain dari bangunan biasanya.Bayangan saya, di dalamnya mungkin seperti istana di dongeng-dongeng. Ada taman, pilar-pilar, dan atrium kecil. Sayang, kesannya kurang terawat jadi saya kira memang bangunan kosong.
    Saya belum pernah dengar cerita-cerita menyeramkan tentang bangunan yang baru saya tahu bernama "Hotel Niagara" ini.
    Yang jelas, terakhir saya lewat, dan baru pertama kalinya sejak saya dewasa,bangunan itu sudah jauh lebih baik. Membaca posting2 di atas, saya berencana menginap di hotel itu bersama suami dan anak2 jika berkunjung ke orangtua di Surabaya. Kebetulan, adik saya tinggal tak jauh dari Hotel Nirwana, Singosari. Mudah-mudahan keindahannya seperti yang saya bayangkan semasa kecil dulu.

    ReplyDelete
  27. Jadi inget Th. 1999 yang lalu, pas pergi ke Malang dari Surabaya aq mendapatkan naas mobilku kecelakaan di daerah Lawang, masih untung juga sih penumpangnya gpp, namun mobil rusak gak bisa dipakai. Mengingat sudah malam kuputuskan untuk menginap di Lawang. Akhirnya kudapatkan hotel Niagara itu, sebenarnya ada juga sih sebuah hotel lain yang aq ketahui cuman waktu itu sudah penuh. Akhirnya aq menginap di hotel Niagara. Kesan pertama liat hotel dari luar memang bagus sih arsiteknya, namun begitu masuk ruangan kamar2 memang terlihat kesan antik khas bangunan kuno serta kondisi pintu yang saat itu apabila dibuka berderit membuat kesan seperti dalam 'film2 hantu' itu shg jadi menyeramkan. Mungkin kesan seram itu jg karena aq sudah pernah mendapatkan info rumor tentang hotel yang dikatakan anker itu. namun sampai pagi setelah bangun tidurpun aq tidak menjumpai hal2 aneh (gaib) seperti yang dikatakan oleh orang2 selama ini. Jadi tidak salah jika anda mencobanya untuk sekali-kali menginap disana.

    ReplyDelete
  28. Saya sudah menginap beberapa kali di sana - that's absolutely amazing place to visit ! Duduk di teras sambil berimajinasi tentang Gaya hidup ala konglomerat tahun 1900 an. Kunjungi juga bangunan bersejarah di sekitarnya, kemewahan dan kemegahan 'villa' Niagara para tahun itu benar-benar tak tertandingi. Sayang pembangunan lingkungan sekitarnya tidak mendukung estetika keberadaannya.

    ReplyDelete
  29. ada org barat yg nulis ttg hotel ini di http://www.endlessindonesia.com/2009/06/07/horror-hotel/

    silakan baca. sangat menarik.

    ReplyDelete
  30. kami sempat nginap semalam di Niagara hotel bersama teman-teman.kami nginap di niagara karena tempat lain sudah full. Hotelnya bersih, kamarnya besar, fasilitas kamar juga lengkap (ac split, tv, kamar mandi dgn air panas dingin, ada beranda,ada meja kursinya, ~seperti kamar suite di hotel berbintang~....dan semalam cuma 225 rb..
    Hotel ini layak dipertahankan dan direnovasi dgn tetap mempertahankan arsitektur aslinya....(pertama kami ngak tahu jika ada cerita2 tentang Niagara ini, tapi sekarang kami tahu, sayang pada saat itu tidak ada kejadian yg "menarik", yg bisa kami jadikan pengalaman...haha)

    ReplyDelete
  31. he lembertus salam kenal aku wahyu,dr serang banten lebaran ini aku liburan ke malang setelah 12 tahun saya tdk berkunjung kemalang, aku penasaran dengan hotel niagara yg anda tulis, aku menginap disana, dannbener kata anda,sangat unik,indah dan mengesankan,itulah kebiasan sifat org2 kita selalu mengangap bangunan tua atau jaman dulu selaluidentik dengan ke angkeran dan image / paradigma seperti ini hrs kita rubah, karena sangat tidak mendidik.

    salam

    wahyu
    08164610150

    ReplyDelete
  32. very nice hotel, i stayed there last nigt oct 30th 2009, what a scarry Friday night ha...ha.. but i really enjoy the Hotel, room number 302, very super large room....with mount Arjuno view, you have to pay GBP 400 for the same room in UK ha..ha..aku arek jember.

    ReplyDelete
  33. minta alamatnya om.. jauh tidak dari stasiun KA dan pusat kota?

    ReplyDelete
  34. jndo@choppic.com

    artikel yg sangat bagus.. 2 thumb's up !!
    selama kita berpikiran positif, nggak bkalan ada hal2 aneh yg akan terjadi.
    berikan kesan positif pd apa yg jadi warisan budaya negara kita & sebarkan hal tsb pada turis2 diluar negri.
    ayo kita jadikan negara kita sebagai pusat wisata dunia

    ReplyDelete
  35. sya chuche 22thn.. sya adlh anak Lawang asli, rmh sya terletak 250meter sebelah utara Hotel Niagara.. tepatx di Jalan Tawangsari.. memang byk org yg memberikan argumen klo Hotel Niagara hotel yg "angker".. tp itu kn KATAx.. Jika kita berpikiran positif dlm suatu hal maka akn terlahir hal yg positif jg tentux.. Hotel ini kuno tp dari kesan kuno inilah byk penggemar bangunon kuno yg ingin "mencicipi" bermalam d sana atw sekedar melihat2.. Rmh yg sya tinggali skrg pun adlah bangunan dari Arsitek Belanda.. pintux setinggi 2meter lebih dan atapx setinggi 9 meter.. jika anda dari arah Surabaya dn melewati jembatan layang setelah pintu gerbang Kabupaten Pasuruan ke Kabupaten Malang, ujung jembatan layang anda bisa menoleh ke sebelah kiri jalan.. ya.. rmh dengan atap setinggi 9 meter itu rmh saya.. sewktu sya duduk d bangku SMP kelas 3, ada rombongan BULE2 dari Belanda yg dtg k rmh sya utk melihat bangungan yg dlu arsitekx sebangsa dng mereka.. setelah selama 1jm mereka melihat dan mengabadikan dng kamera masing2, para rombongan BULE2 ini mengunjungi icon dari kota (desa) Lawang, ya.. HOTEL NIAGARA, sya d ajak rombongan bule ini utk mengunjungi hotel tersebu. KUNO, KEREN N BELANDA bgt..
    Insya Allh sya akn membuat profil kota Lawang di Facebook, agar para FBker tw sedikit tentang daerah kelahiran sya..

    chuche soca paksi nagara
    chuche_lebron@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  36. tarif ni hotel sekarang brp tuh?..... mohon detailnya, coz dlm waktu deket gw mo k malang n agak lama d sana, wat hemat jd lg pilih2 yg murah... ^_^

    ReplyDelete
  37. brp tariif ni hotel skrg?
    mohon info terbarunya.....

    rikkupl@yahoo.com

    ReplyDelete
  38. Silakan telepon langsung ke pihak hotel.


    Hotel Niagara
    Jalan Dr. Soetomo 63 Lawang, Malang
    Phone (0341) 596612

    ReplyDelete
  39. tarif terakhir masih di 180rb utk kamar di lantai 3 yg ada kmr mandi dalamnya (april 2010) , bbrp bulan lalu sy ad urusan ke mlg ,sy menyempatkan nginap sehari (dlm benak saya) , alhasil saking betahnya dgn keindahan ni hotel, saya jadi lanjut sampe seminggu disana ... hotel yg sangat indah dgn tarif yg sangat murah ... salute !

    ReplyDelete
  40. pernah juga nginap diniagara satu malam sewaktu kemalaman di malang,dulu belum direnovasi seperti sekarang,kesannya........tenang,tanpa suara,seperti tak berpenghuni.....pingin juga nginap lagi kesana tapi mungkin lebih baik bersama sama alias jangan berdua atw sendiri karena di dalam kamar ruangannya terlalu luas kalau hanya sendiri atw berdua.......sarapan paginya ngangenin roti bakar dan teh...kalau gak salah dulu pake telur ya wah lupa soalnya tahun 1997 an sekarang sarapannya apa masih seperti itukah?

    ReplyDelete
  41. isyu2 macam hantu, angker, jin, org bunuh diri, dst itu norak & malah bikin hotel nggak laku pdhal punya potensi. istana versailles yg umurnya lebih tua tp kok nggak ada yg ribut2 berhantu? dasar org kita aja yg konyol

    ReplyDelete
  42. Veri nice info....

    ReplyDelete
  43. Wuih, pengin sekali aku habiskan memory kamera-ku utk hotel ini...

    ReplyDelete
  44. aku sih blom prnah soalnya aku takut banget sam hotel itu cuma kata nya orang2 konon katanya banyak hantunya orang prempuan belanda... apa bner? tapi hotel niagara lawang malang itu memang bagus banget.. ap ada org bunuh diri, angker ad jinnya? kayaknya sih konyol... wkwkwk.. _- Stevy -_

    ReplyDelete
  45. aduh seremmmmmmmmm

    ReplyDelete
  46. Belum pernah menginap langsung di sana c..
    cuman sering denger kabar-kabar aja.. terus cerita dari keluarga ibu yg sempet nginep disana.. katanya c kalo jam 12 malam patung2 yg di lantai berapa gtu bisa gerak sendiri..
    Sekarang jadi pengen nyoba nginep disana juga.. :)

    ReplyDelete
  47. hotelnya keren ya, bisa pake foto2 juga.. pasti bagus,
    tarifnya juga bersahabat

    ReplyDelete
  48. aku juga pernah nginap di sana, aku padahal dari papua barat. malah ngk tahu kalau itu hotel niagara. Saat kegiatan telah usai, saya jalan ke pasaw lawang, trus lihat bangunan kokoh dan eksotik dan nanya ma orang di sekitar situ. "itu hotel mas" imbuhnya. Akhirnya sambil menunggu jadwal keberangkatan aku sempetin tinggal di hotel tersebut dua malam... aku di kamar 306 lantai 3. Perasaan aman ngk ada apa2.. malah nuansa artistik begitu kental dan membawaku merasa nyaman. thank niagara of hotel. I come back tomorow day....

    ReplyDelete
  49. hotelnya bagus dan kelihatanya nyaman banget dengan fasilitas yang begitu sempurna dan harga yang bisa di jangkau oleh masyarakat pasti banyak minat
    Sukses selalu ya dan semoga di beri kelancaran untuk semuanya

    Dari :
    Grosir bantal Guling , PT Piranhamas Group menyediakan bantal guling untuk kesehatan
    untuk info lebih lanjut hub
    Bpk. Agus Setiyawan
    081 333 841183 (Simpati)
    0817 537894 (XL)
    0341 5455330 (Flexi)
    atau kunjungi saja http://www.piranhamas.com/

    ReplyDelete
  50. baru kemaren tuh kesana,,,,dan ga pernah denger tentang sejarah dr hotel niagara sebelumnya jadi polos2 aj,,masuk kesana.
    pas baru masuk baru aq tw klo ne gedung da sesuatu,,ak di kagetin sama segerombolon kelelawar,,,tapi aku suka tempo dulu bgt,,dan ku ga tau klo ternyata gedung nie terkenal,,ga nyesel pernah kesana

    ReplyDelete
  51. mlah pnsaran rumah angker yang da didekat jembatan lawang , , , :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya dari dulu pingin sekali nginap di situ, kebetulan saya suka dengan hal2 yang berbau tempo dulu, akhirnya kami sekeluarga nginap di hotel Splindit In, hotel Sriwijaya, hotel Pelangi dll, tapi untuk nginap di Niagara sampai hari gak kesampaian, takut karena rumor2 yang ada. Harapanku mari kita bersama-sama ikut menjaga kelestariannya, dan semoga pemerintah lebih peduli dengan bangunan ini yang sudah masuk dalam cagarbudaya, salut untuk pengelola hotel Niagara..salut sekali..

      Delete
  52. bagiku hotel Niagara ada hantu atau tidak, tetap keren, cantik, klasik dan bersejarah, suatu saat aku sekeluarga harus nginap kesana. Bicara soal bangunan angker, mungkin rumah putih yang ada disekitar hotel itulah bisa dibilang serem, gimana gak serem, kosong dan gelap terus gak ada rumah disekitarnya, cocok dipakai acara (Masih) Dunia Lain..hehe

    ReplyDelete
  53. Niagara...oh Niagara... keren dan unik sekali. Kebetulan saya pernah mencoba menginap di sana. dalamnya unik dan eksotis. Apabila dikelola lebih baik lagi saya yakin nilai jualnya bisa lebih tinggi lagi. Sayangnya sekarang banyak ruko di sekelilingnya yang menutupi sebagian bagunan hotel Niagara.

    ReplyDelete
  54. saya berharap pihak hotel niagara untuk segera memodernisasi lift di hotel niagara asal hanya bagian mesinnya saja supaya lift itu juga menjadi daya tarik tersendiri di hotel mirip apartemen adistana versi awal ini.

    ReplyDelete
  55. hotel niagara, inget tahun 2010 setelah dr bromo nyempetin ke hotel ini buat nginep semalam.penasaran sm bangunan nya, karena saya kerja di gedung sate yg umurnya sm hampir sama dengan niagara. Bentuk dan kekokohan bangunan serta jendela jendelanya mirip gedung sate. Setelah check in sy lsg ke lantai tiga, kamar nya luas dan ada kamar mandi di dalam, namun ada connecting door didalam kamar. Sayang nya saya cuma bertahan 6 jam disana.suami saya bulu kuduk nya berdiri terus, dan melihat sesosok perempuan dari kamar sebelah yg tertutup tirai.akhirnya kami check out.pada saat kami menunggu angkot diseberang hotel, ada yg memperhatikan kami dari jendela paling atas sebelah.padahal bangunan diatas tidak digunakan.pengalaman yg menyenangkan sekaligus dagdigdug.

    ReplyDelete
  56. Huahahahahahaha angker ........ emank bir kaleeeee ..... xiexiexie aseeeeek wisata serem betah sih tapi cape berooooooooh naik tangganya klo mo keluar beli sesuatuh :)

    ReplyDelete
  57. liputannya lengkap. kalau dilihat dari jalan raya emang keliatan angker sih. hehehe

    ReplyDelete
  58. luar biasa bangunan lama ini, semoga membawa manfaat ekonomi dan sejarah bagi Malang dan Jawa Timur.

    ReplyDelete
  59. orang kita (kebanyakan) suka mistik dan hal2 yg berbau klenik meskipun logikanya gak nyambung. ini yg biking bangunan2 cagar budaya malah dijauhi masyarakat sekitarnya. yg ramai2 nginap di situ malah orang2 luar.

    ReplyDelete
  60. Jangan begitu mas. Lebih baik jika komentar anda berupa masukan untuk memajukan hotel. Mari bersama2 ikut andil dlm melestarikan peninggalan sejarah. ^^ Salam :)

    ReplyDelete
  61. Wah.....,hotel Niagara ternyata gak seserem yang orang2 bilang ya. Aku jadi pengen liat didalamnya kayak gimana, pasti bagus. Meskipun biasanya kalok mau ke rumah pakdhe lewat situ belumpernah masuk

    ReplyDelete