07 March 2007

Franky Sahilatua dan Industri Musik


PANCASILA RUMAH KITA
RUMAH KITA SELAMANYA
NILAI DASAR INDONESIA
RUMAH KITA BERSAMA


Petikan syair lagu PANCASILA RUMAH KITA menggema di depan Pendapa Kabupaten Jombang, Ahad (4/3/2007) pagi. Dengan hanya berbekal gitar bolong, FRANKY SAHILATUA, penyanyi balada bersuara lembut ini fasih menembangkan lagi ciptaannya.

Sangat menghayati dan mampu menghipnotis ribuan peserta Jalan Sehat Keluarga HUT keenam koran RADAR MOJOKERTO dan Harlah ke-73 Gerakan Pemuda Ansor di Jombang. Franky sengaja menciptakan dan melantunkan lagu-lagu bertema kebangsaan karena desakan nurani.

Dia cemas dengan dominasi cinta di industri musik kita.

"Lagu itu saya ciptakan sekitar tahun 2005, tapi tidak masuk industri. Hanya dipasarkan untuk komunitas tertentu melalui jalur tertentu," ungkapnya.

Kata dia, saat ini industri musik sudah dikuasai oleh lagu-lagu bertema cinta.


Padahal, itu berefek luar biasa bagi pemuda-pemuda karena secara tak langsung mereka terbentuk menjadi generasi lemah tak punya kesadaran berbangsa."

Lagu-lagu cinta yang menggema sekarang ini secara tak langsung mengajak generasi muda Indonesia untuk asing terhadap nilai-nilai kebangsaan. Kita diasingkan dari persoalan kenegaraan.

Franky berkata menjamurnya lagu-lagu cinta berefek luas pada pembentukan mental generasi muda, dan itu sengaja dilakukan oleh pengendali industri musik.

''Produser yang memainkan peranan. Mereka melakukan doktrin dengan mewajibkan penyanyi-penyanyi muda untuk terus terlena dengan lagu-lagu cinta,'' ujar pemusik yang memulai karier di Surabaya ini.

"Bandingkan dengan masa muda Leo Kristi, masa muda Iwan Fals, Ebiet, Harry Roesli, atau saya sendiri," katanya. Generasi yang dia sebut kritis pada perkembangan bangsa. Dinamika bangsa.

Tak heran, lagu-lagu yang ciptakan mereka jauh dari kesan cinta asmara. ''Lagu-lagu dulu, ada kesadaran, ada kemanusiaan, ada kepedulian terhadap lingkungan yang disampaikan, meskipun ada lagu cinta, tidak mengajak pendengar larut dalam euforia cinta.''

Nah, karena gelombang lagu cinta, banyak penyanyi yang tak lagi menghiraukan masalah kebangsaan, kemanusiaan, atau lingkungan.

"Iwan Fals pun takluk. Sebab, dia dikepung penyanyi-penyanyi cinta yang didoktrin pengendali industri musik," urai Franky.

"Bagaimana generasi muda punya sense of crisis jika setiap hari mereka dijauhkan dari persoalan-persoalan itu?"

Franklin Hubert Sahilatua
[Franky Sahilatua]
Kompleks Deplu IV No 41 Bintaro Raya, Jakarta Selatan
Lahir : Surabaya, 16/08/1953

3 comments:

  1. selamat mas franky. terus berkarya lah!

    ReplyDelete
  2. lain lah industri musik skrg dg dulu.

    ReplyDelete