01 February 2007

Sutiono Bapak Asrama SMANOR Sidoarjo



Sutiono ibarat ayah dari 125 anak laki-laki dan perempuan. Ia mengenal dengan baik semua anak asuhnya dengan baik berikut kepribadian, karakter, hobi, serta keseharian mereka. Memang tak salah kalau semua pelajar SMA Negeri Olahraga (SMANOR) di Sidoarjo, yang juga berstatus atlet muda Jawa Timur, memanggil Sutiono sebagai 'ayah' atau 'bapak'.

Sutiono, mantan pemain bola klub POP (polisi), memang tak asing lagi dengan dunia olahragawan serta keseharian mereka. Karena itu, ia tahu persis apa saja kebutuhan atlet. Apa yang harus dihindari atlet. Jumlah kalori. Lama istirahat. Beban latihan.

Persiapan mental sebelum bertanding. Banyak pihak yang terlibat di SMANOR--kepala sekolah, guru, pelatih, KONI, ofisial--tetapi hampir setiap hari Sutiono paling dekat dengan anak-anak muda itu. "Saya didampingi Sabar, wakil saya. Kebetulan dia ini juga mantan atlet," kata Sutiono kepada saya.

Soal disiplin, kata Sutiono, memang sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak asrama. Persis di akademi militer, para pelajar plus atlet ini diikat oleh agenda kegiatan yang pasti dan ketat. Dus, anak-anak asrama tidak boleh membuat agenda sendiri, kecuali agenda latihan sesuai dengan cabang olahraga masing-masing.

"Saya juga selalu menekankan kebersamaan. Kita di sini satu keluarga besar, dan kebetulan saya dipercaya sebagai kepala keluarga," ujar pria asal Surabaya ini.

Contoh sederhana: makan pagi harus bersama-sama, makan siang juga diusahakan bersama-sama (kendati agak sulit, karena jam pulang sekolah sering berbeda). Makam malam pun harus bersama-sama di dalam satu ruangan. Menu makanan pun sudah standar, disiapkan tim khusus, sesuai dengan pertimbangan ilmu kesehatan olahraga.

Kepada saya, Sutiono membeberkan jadwal kegiatan anak-anak asrama. Sangat padat, jelas, dan praktis tidak ada waktu luang bagi anak-anak asrama untuk ngelencer, jalan-jalan ke mal, play station, atau katakanlah pacaran. Semua kegiatan diarahkan untuk menunjang prestasi olahraga anak-anak asrama.

Bagun pagi pukul 04:00, penghuni asrama membersihkan badan, salat, serta persiapan latihan. Khusus Senin dan Sabtu, kata Sutiono, ada apel pagi ala militer. Ini untuk mengecek keberadaan 125 penghuni (35 wanita, 90 laki-laki). Siapa tahu ada yang pulang ke rumah tanpa pamit dan sebagainya. Kasus pergi tanpa pamit praktis sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada di asrama SMANOR.

Latihan hingga 05:00, disusul persiapan ke sekolah, dan makan pagi bersama pukul 07:00. mereka dibiasakan menunggu kawan-kawannya hingga lengkap baru menikmati sarapan. Selanjutnya, anak-anak muda ini mengikuti pendidikan seperti biasa di sekolah hingga pukul 13:30. Petang hingga malam hari acara latihan dan agenda rutin lain sudah menunggu hingga pukul 21:00.

Jam sembilan malam anak-anak asrama harus masuk kamar (satu kamar tiga orang), istirahat. Bagaimana kalau ada anak asrama yang 'melekan' bersama kawannya?

"Wah, kalau sudah di kamar, silakan dengar musik atau radio asal tidak menggangu kawannya," ujar Sutiono. Sebagai mantan atlet, dan bapak asrama berpengalaman, Sutiono tidak yakin anak-anak asuhnya melekan atau berbuat yang tidak-tidak setelah pukul 21:00 WIB.

Kenapa? "Atlet itu kalau sudah berlatih dengan baik dan benar, maka jam segitu tenaganya habis. Tidak perlu dipaksa pun dia pasti sudah langsung terlelap," kata lalu seraya tertawa kecil.

Kendati harus terpisah dari keluarga di Surabaya, Sutiono mengaku bangga karena bisa mendidik sekian ratus anak muda berbakat dari berbagai kota di Jawa Timur. Jika mereka berprestasi di kejurnas, Pekan Olahraga Nasional, SEA Games, Asian Games, misalnya, maka sedikit banyak Sutiono punya kontribusi tidak kecil.

1 comment:

  1. Ayatullah N.Z.1:40 PM, May 28, 2009

    Pak...Gimana cara mendaftar ke SMANOR sidoarjo ini?
    Apa saja persyaratan yg harus di penuhi dalam mendaftar keSMANOR Sidoarjo ini?

    ReplyDelete