03 February 2007

Melihat Konser Don Moen: Give Thanks



Orang serani di Jawa Timur sangat suka kebaktian kebangunan rohani alias KKR. Beda dengan serani di Flores (macam saya), serani di Jawa Timur sejak satu dekade belakangan banyak yang larut di gereja-gereja beraliran karismatik. Gereja Bethany paling ramai... dan heboh.

Praise and worship! Nyanyi sambil angkat tangan. Tutup mata. Mengulang-ulang lagu. Beat panas. Jingkak-jingkrak. Teriak keras-keras. Haleluya, haleluya! Tepuk tangan. Bahasa roh mirip tawon. Ambruk tak sadarkan diri. Penumpangan tangan. Oles minyak. Macam-macam lah!

\Terus terang, saya tidak cocok dengan kebaktian heboh macam begitu. Saya suka liturgi yang tenang, hening, meditasi, dengar gregorian, inkulturasi, paduan suara klasik. Berdoa tanpa kata-kata. Bukankah Tuhan sudah tahu kebutuhan dan permintaan kita sebelum kita merakit kata-kata doa? Singkatnya, saya ini meski muda tergolong serani konservatif!

Saya stres, pusing, manakala ikut KKR ala karismatik. Mirip konser musik rock atau pop di lapangan. Tapi, sebagai pecinta demokrasi, saya sangat menghormati tata cara serani karismatik meskipun tidak cocok dengan karakter saya.

Dulu, saya sering meliput KKR karismatik, pentakosta, dan sejenisnya. Jadi, saya mengenal cukup banyak lagu-lagu karismatik. Istilah: praise and worship songs.
Lagu-lau pujian dan penyembahan. Satu orang (biasanya penyanyi bagus, suara keras) pimpin pujian, jemaah ramai-ramai menyanyi dengan aneka ekspresi.

Si pemimpin pandai sekali memainkan suasana. Kadang syahdu, kadang kenceng, teriak-teriak... sesuai situasi. Sebagian besar waktu KKR diisi dengan pujian heboh. Lalu, khotbah yang panjang dan menggelora. Lalu, pesembahan. Lalu, penutup... pulang.

Engkau harus siap fisik kalau mau ikut KKR ala karismatik, entah itu di hotel, plasa, gedung bertingkat, atau lapangan bola. Musiknya benar-benar keras, sound system luar biasa.

Salah satu lagu yang saya suka dari serani karismatik adalah GIVE THANKS. Dipopulerkan oleh DON MOEN, pemimpin pujian paling top asal Amerika Serikat, lahir 29 Juni 1950. GIVE THANKS ini sederhana, tapi secara musikal sangat bagus. Mula-mula hanya beredar di lingkungan karismatik, belakangan diterima hampir di semua kalangan serani. Di misa Katolik pun paduan suara sering pakai untuk mengiringi komuni, acara pembagian hostia oleh romo.

GIVE THANKS ditulis HENRY SMITH PADA 1978, tapi baru populer benar di Indonesia 1990-an, berkat suara Don Moen. Berikut lirik GIVE THANKS (saya kutip di kaset saya). Don Moen menyanyikan lagu pendek ini dalam nada dasar F bersama paduan suara khas karismatik.

GIVE THANKS WITH A GRATEFUL HEART
GIVE THANKS TO THE HOLY ONE
GIVE THANKS BECAUSE HE'S GIVEN JESUS CHRIST HIS SON
(ulang)

AND NOW LET THE WEAK SAY I AM STRONG
LET THE POOR SAY I AM RICH
BECAUSE OF WHAT THE LORD HAS DONE FOR US
(ulang)

Belum lama ini, Don Moen menggelar konser, atau lebih tepat, memimpin pujian di Surabaya. Bisa ditebak, jemaat karismatik berjubel menikmati langsung oleh Don, sang idola. Suami LAURA--mereka punya lima anak--ini tampil tenang. Beda dengan penyanyi rohani kita yang suka overacting.

"Pujilah Tuhan. Saya orang biasa seperti kalian. Fokuslah pada pujian dan penyembahan," katanya.

Kenapa Don bilang begini? Dia melihat banyak jemaat di Surabaya yang mengelu-elukan dia, bukan Tuhan. Ini saya rasa perlu diperhatikan pemimpin gereja-gereja di Surabaya. Mereka kerap mendatangkan selebriti, artis top, sehingga fokus jemaat malah lari ke si artis, bukan Tuhan.

"Saya hanya ingin membawa orang agar dekat dengan Tuhan," ujar Don Moen.

Dia mengaku terus membuka hati, membiarkan Tuhan bicara.... Suara Tuhan itu diresapi, dikonkretkan dalam bentuk nyanyian. Praise and worship song! "Semua lagu saya adalah doa saya kepada Tuhan," kata Don Moen. Haleluya!

FOTO dikutip dari www.goldusa.com

1 comment:

  1. minta lirik lagi give thanks kalo bisa sekalian ama not-notnya

    ReplyDelete