09 February 2007

4 Tahun C.TwoSix Jazz Community Surabaya


Roedhi Poernama, pendiri dan pemimpin C.TwoSix Jazz Community

Oleh Lambertus L. Hurek

Bikin komunitas jazz itu gampang, tapi merawatnya sulit. Musik Indonesia sekarang didominasi oleh musik dagang. Tak ada tempat untuk jazz. Alasannya, musik ini tidak bisa dijual. Ruwet. Nah, di tengah iklim yang tidak kondusif itu, C.TWOSIX JAZZ COMMUNITY Surabaya mencoba bertahan.

Tahun 2007 ini, C.TwoSix berusia empat tahun. Masih balita, tapi sudah mulai berasa di Surabaya. Saya tentu sangat gembira. Jelek-jelek begini, saya ikut ‘mempromosikan’ C.TwoSix di media massa. Saya tulis artikel di wartajazz.com, juga di surat kabar. Kini, koran-koran banyak mengutip tulisan saya tentang C.TwoSix yang dirintis Mas ROEDHI BOERNAMA.

“Alhamdulillah, C.TwoSix eksis sampai sekarang. Kita bertahan sampai empat tahun. Mudah-mudahan bertahan terus,” ujar ROEDHI BOERNAMA. Pecinta jazz ini menggunakan rumahnya di Jalan Medokan Ayu 3C/26 Surabaya. (Nomor rumah C-26 ini dijadikan nama komunitas jazz, C.TWOSIX.)

Yang menggembirakan, saat ini penggemar jazz yang tercatat sebagai anggota C.TwoSix mencapai 524 orang pada Februari 2007. Selain orang Surabaya, juga kota-kota sekitar macam Sidoarjo, Gresik, Lamongan, serta kota-kota lain di Jawa Timur. “Sekitar 70 persen anggota kita anak muda. Ini bagus untuk regenerasi jazz di Surabaya. Salah kalau orang bilang jazz itu musiknya orang tua,” ujar Roedhi yang selalu didampingi Mbak Sari, pasangan sejati sehidup-sematinya.

Untuk merawat komunitasnya, C.TwoSix bikin pertemuan rutin mingguan. Tempatnya di Hoormoes Cafe, Jalan Chairil Anwar 10 Surabaya, Jumat (pertama, kedua, kelima), mulai jam 20:00 WIB sampai selesai. Sifatnya: dari, oleh, untuk anggota.
Kebetulan banyak member C.TwoSix ini punya talenta main jazz. Macam-macamlah jenisnya. Nah, di kafe itu mereka bebas berkolaborasi, sambil belajar. Apresiasi jazz sambil jalan. Learning by doing. Kadang-kadang ada diskusi dengan sumber pengamat atau praktisi jazz.

Syukurlah, teman-teman pengelola radio di Surabaya dan sekitarnya mau membuka diri untuk jazz. Radio SUARA SURABAYA sejak dulu punya program jazz traffic yang bagus dan apresiatif. Kamis, 8 Februari 2007, Mas Roedhi diundang ke Radio SSFM untuk bicara soal C.TwoSix serta liku-liku memelihara komunitas jazz di Surabaya. Bos C.TwoSix ini diwawancarai Isa Anshory.

Radio Star FM di Pandaan pun secara berkala menampilkan Mas Barto, pengamat jazz dari C.TwoSix, sebagai pemandu siaran jazz. Mas Barto biasa didampingi YUNI KAMAYA, penyiar bergaya santai dan asyik.

Sedikit banyak sosialisasi di radio, juga media cetak dan internet, membuat penggemar jazz di Surabaya dan sekitarnya seperti punya wadah. Bisa diskusi, omong-omong, seputar jazz. “Jazz itu paling penting dinikmati, bukan didiskusikan,” begitu pesan BUBY CHEN, maestro jazz yang sangat dihormati penggemar jazz di Surabaya.

Selain agenda rutin di kafe (dulu pindah-pindah), C.TwoSix juga memperkenalkan jazz ke kampus-kampus di Surabaya. Sambutannya bagus. Teman-teman mahasiswa seperti punya alternatif musik, selain band-band atau penyanyi industri yang kini meraja di Tanah Air.

Cita-cita Mas Roedhi Poernama (dan C.TwoSix) sederhana saja: “Ingin agar jazz ini kayak sepak bola. Dimainkan, dinikmati, di mana-mana.”

Last but not least, teman-teman member C.TwoSix ‘berkewajiban’ bayar iuran Rp 25 ribu (cukup terjangkau lah), juga perlu mendengarkan musik jazz tiap hari. Sepuluh menit dengar lagu/musik jazz saja sudah lumayan. Dengan begitu, ‘rasa’ jazz, swing, improvisasi, sinkopasi... tetap nyanthol. Nggak rugi karena jazz itu musik yang sangat demokratis. Mau gabung, kawan?


C.TWOSIX JAZZ COMMUNITY
Jalan Medokan Ayu 3C/26 Surabaya.
Telepon: 031 871 0034
Email : c_twosix@yahoo.com
Contact person: Roedhi Poernama/Sari

1 comment:

  1. c twosix harus tetap ada sampai kapanpun. Mau siapa lagi yang peduli jazz ? Mungkin ada / banyak, tapi jazz yang dikejakan c twosix beda dan sangat beda dengan komunitas2 yang ada. walau hanya bermain dikampung atau kampus c twosix gak peduli, karena dengan begitu jazz tetap ada. INI YANG PENTING !
    JALAN TERUS C TWOSIX ! JALAN TERUS JAZZ !
    Jangan hanya ada Jazz yang mbayarnya mahal ! Kalau begini siapa yang akan kenal JAZZ......

    ReplyDelete