23 January 2007

Vlootmonument, Monumen Karel Doorman di Surabaya


Oleh Heti Palestina Yunani

Mata biru FHW TOERING DE JONG basah begitu melihat nama DE JONG HENDRIK tertera di atas plat VLOOTMONUMENT yang diresmikan Kepala Staf Angkatan Laut Belanda Laksamana Madya JW KELDER, Jumat (19/01/2006). Monumen itu terletak di Makam Kehormatan Belanda alias EREVELD, Kembang Kuning, Surabaya.

Kapten kapal HR MS JAN VAN AMSTEL itu tak lain kakek Toering. "Kini, saya punya tempat untuk menaburkan bunga. Selama ini saya hanya tahu ia bersemayam di dasar laut," kata TOERING.

TOERING hanyalah satu dari 40 ahli waris dari nama-nama yang tertulis di plat.
VLOOTMONUMENT adalah monumen kedua setelah MONUMEN KAREL DOORMAN yang didirikan pada 27 Februari 2006. Nama monumen merujuk nama kapten kapal, HR MS DERUYTER. Dia pemimpin pertempuran terbesar Angkatan Laut Belanda pada Perang Dunia II, 8 Desember 1941 hingga 9 Maret 1942. Di sini ada 15 plat yang mencantumkan 915 nama prajurit AL Belanda, dari tiga kapal perang Belanda yang tewas.

Peresmian monumen di Surabaya ini disaksikan Presiden Yayasan Makam Kehormatan Belanda Laksmana Madya (Purn) BUIS, Duta Besar Kerajaan Belanda DR VAN DAM, Direktur Makam Kehormatan Belanda Kolonel (Purn) STEENMEIJER, Direktur Umum Yayasan Makam Kehormatan Belanda Laksamana Muda (Purn) VAN DER GRAAF, dan Laksamana Muda HARDIWAN mewakili pemerintah Indonesia.

Nyonya TOERING yang datang dengan tujuh saudaranya, termasuk ibunya DE JONG VAN DER WONDE, pertama kali menaburkan bunga untuk sang kakek. Selama upacara Toering memandangi foto-foto hitam putih DE JONG di selembar kertas. "Ini bagian dari memori yang berhasil kami kumpulkan," kata TOERING.

Tak hanya foto. Ada cerita tentang kegagahan kakeknya di medan perang. Cerita itu datang dari dua kawan DE JONG yang selamat ketika AMSTEL dibom tentara Jepang. DE JONG sebenarnya berpeluang selamat. Dengan berpegangan pada kayu, empat awak kapal selamat. Namun, lewat tiga hari tanpa makan dan minum, seorang awak meninggal.

Ketika melihat daratan yang diperkirakan Pulau Bali, DE JONG yang pernah menjadi kapten HR MS ELAND DUBOIS, yang juga ditenggelamkan musuh, mengajak berenang menuju daratan. Tapi dua prajurit memilih kembali.

"Kakek saya terus berenang, tapi tak ada lagi kabar sejak itu. Dua orang kawan kakek yang selamat itulah yang bercerita ini semua pada kami," tutur TOERING.

KATHARINA DE HEER, juga terlihat haru. Ayahnya A DE HEER termasuk dalam daftar nama-nama pejuang Belanda di monumen. "Ini sangat luar biasa bagi saya,” kata KATHARINA, yang didampingi anaknya, HAROLD DE HEER. Dia berniat mengunjungi monumen itu setiap tahun.

Pastor Angkatan Laut Belanda VAN HORSSEN mengatakan, peristiwa bersejarah itu tak boleh lewat begitu saja. "Selalu nama ada sesuatu yang tetap bisa dikenang. Semoga yang ditinggalkan akan tetap tabah," ucap HORSSEN.

*******

Buket bunga digenam kuat oleh DE MOEL DEKEN selama upacara peresmian VLOOTMONUMEN di Makam Kehormatan Belanda Kembang Kuning, 19 Januari 2006. Bunga itu untuk GERT HEINING, kakak kandung pria yang menjadi pasangan hidupnya, G HEINING. Di tangan HEINING, tergenggam foto GERT yang gagah dalam pakaian pelaut.

Sejak diketahui gugur pada Perang Dunia II di Samudera Hindia antara 1941-1942, HEINING sangat sedih. "Ia saudaraku satu-satunya. Walau tak ada makamnya, tempat ini akan menjadi bagian kenangan yang penting bagi kami," ujar HEINING yang pakai jas dan topi hitam. Kakaknya tewas dalam usia 22. Ia sendiri juga masih sangat muda sehingga belum banyak menyimpan kenangan bersama almarhum.

NM ENGELS mengaku punya kenangan terhadap ayahnya, J ENGELS. Menyaksikan nama ayahnya di urutan kedua, mata ENGELS berkaca-kaca. Padahal, saat kejadian usianya baru dua bulan. Bagi ENGELS, sang ayah tetap menjadi kebanggaan keluarga. Terbukti, ibunya yang meninggal tiga tahun lalu tak pernah menikah lagi hingga akhir hayat.

"Ibu berkali-kali bercerita bahwa ayah adalah pria terakhir yang ia cintai. Itu bukti kalau ayah adalah orang istimewa bagi kami,” ujar ENGELS yang mengaku pernah tinggal di Surabaya pada era Hindia-Belanda tempo doeloe.

Menurut Direktur Yayasan Makam Kehormatan Belanda Kolonel (Purn) STEENMEIJER, nama-nama itu dihimpun selama setahun berkat bantuan MGJ VAN ZEELAND (87). Dia pensiunan tentara AL Belanda yang lolos dari pertempuran di Laut Jawa pada Februari 1942.

Sayang, ZEELAND tak bisa hadir dalam peresmian monumen yang mencantumkan nama kawan-kawan seperjuangannya. ZEELAND-lah juga yang dulu memukul lonceng kapal HR MS JAVA yang diawakinya lalu tenggelam di Laut Jawa. Saat peresmian, tugas memukul lonceng dilakukan ROBBERT DE OUDE, awak kapal fregat HR MS TROMP yang sedang melakukan perjalanan keliling dunia.

Selain plat nama, lonceng sederhana itu juga ditengok para ahli waris keluarga pejuang Belanda. Di tubuh lonceng yang baru ditemukan pada 2004 itu tertera kalimat:
SETIAP PERTEMPURAN ADALAH BENTUK KESETIAAN ANDA KEPADA TANAH AIR.

No comments:

Post a Comment