17 January 2007

Maria Eva Resmi Menjanda


Sempat membantah mati-matian pernah menikah dengan TJIE JONG SAN, MARIA EVA akhirnya tak bisa mengelak lagi. Pasalnya, Pengadilan Agama Surabaya resmi memutuskan perceraiannya dengan JONG SAN, Selasa (16/1/2007).

Putusan cerai tersebut digedok oleh hakim yang diketuai GHUFRONS dan dua anggotanya, KUSNAN dan BISRI MUSTAKIM. Menurut Ghufrons, meski digedok tanpa kehadiran Maria Eva, putusan tersebut tetap sah. Sebab, penyanyi bernama asli MARIA ULFAH itu sudah tiga kali dipanggil namun tidak pernah sekalipun hadir di persidangan.

"Kalau tiga kali tidak hadir, maka dianggap setuju dengan perceraian tersebut, dan tidak ada perlawanan," terang Ghufrons.

Di lain pihak, pada sidang putusan kemarin Koh San juga tidak tampak batang hidungnya. Pengusaha real estate itu hanya diwakili tiga kuasa hukumnya, yaitu MUHAMMAD TAUFIK, HERMAN HIDAYAT, dan SUNU LENGGONO. Sunu menegaskan, gugat talak antara ME dan kliennya telah resmi diputus cerai.

Dalam waktu dekat pihak PA akan mengirim salinan putusan ke rumah penyanyi dangdut asal Sidoarjo yang ngetop berkat video mesumnya dengan mantan anggota DPR RI yang juga petinggi Partai Golkar, Yahya Zaini, itu. Jika Maria tidak terima, maka dalam waktu maksimal empat belas hari bisa mengajukan banding.

"Dalam perkara ini Maria memang sengaja tidak hadir, padahal dia itu tahu gugatan cerai ini," ungkap Sunu yang mengaku sempat bertemu Maria Eva saat hendak manggung di RASA SAYANG, Surabaya, beberapa waktu lalu. Ketika itu, beber Sunu, Maria berkata kepadanya tidak akan menghadiri sidang perceraiannya.

Yang terang, dengan putusan cerai ini Jong San merasa lega karena sudah tidak ada lagi beban yang mengganjalnya. Selain itu, sekarang statusnya pun sudah jelas. Ditanya tentang pembagian harta gono gini, Sunu mengatakan nanti akan ada gugatan menyusul.

Maria Eva alias Maria Ulfa dan Jong San melakukan pernikahan pada 23 Maret 2001 silam di KUA Candi, Sidoarjo. Gugat cerai diajukan 4 Oktober 2006, dan panitera pengadilan memberi register dengan No. 1824/ PDT.G/2006/ PA Sby.

No comments:

Post a Comment