10 May 2007

Wisata Murah ke Bali

Juru Tulis: Lambertus L. Hurek


Saya lagi mejeng sebagai 'turis gadungan' di Pantai Kuta, Bali.

Berbeda dengan warga negara maju (Eropa, Amerika, Jepang, Hongkong, Singapura), bangsa Indonesia, umumnya, belum sadar wisata. Pesiar ke objek-objek wisata belum jadi kebutuhan. Alasannya klasik: terlalu mahal, butuh biaya, belum kaya, dan seterusnya.

Benarkah begitu? Apa ke Bali harus tunggu kaya dulu? Weleh, weleh...

Saya pernah bikin ‘survei’ kecil-kecilan di Surabaya dan Sidoarjo. Berapa persen warga yang sudah pernah wisata ke Pulau Bali? Sebab, Bali itu tetangga Jawa Timur. Hanya perlu setengah jam lebih menyeberang dari Ketapang (Banyuwangi) ke Gilimanuk (Jembrana). Ternyata, tak sampai 10 persen. Itu pun kebanyakan ikut rombongan semasa sekolah dulu (SD, SMP, SMA) atau rombongan kantor, gereja, organisasi, kampus, instansi.

Jarang saya temukan warga yang benar-benar berlibur di Bali secara individual. “Wah, kalau itu urusan orang kaya. Kita-kita ini belum sampai ke sana lah,” kata Ahmad, warga Sidoarjo.

Padahal, si Ahmad ini tak segan-segan menyisihkan uang untuk beli rokok, karaoke di NAV, beli CD/VCD, serta... judi bola. “Saya udah ke Bali sama teman-teman SMP dulu banget. Sekitar 10 tahun lalu,” kata Farida, profesional yang gajinya jauh di atas UMR Surabaya/Sidoarjo. Tak ada rencana sedikit pun untuk berlibur ke Bali.

Kenapa orang Barat berduyun-duyun ke Bali, sementara kita cuek saja di rumah? Benarkah wisata ke Bali mahal? Sulit dijangkau rakyat biasa? Saya tegaskan: keliru besar menganggap biaya berlibur di Bali mahal. Saya, yang tinggal dekat Bandara Juanda, beberapa kali membuktikan bahwa wisata ke Bali itu murah. Bahkan, SUPERMURAH!

Bagaimana gambaran berlibur ke Bali dengan biaya sangat-sangat murah? Berikut beberapa poin penting yang ingin saya bagikan kepada sahabat-sahabat tercinta.

CARI TRANSPORTASI MURAH

Manfaatkan paket tiket murah berbagai maskapai penerbangan. Pada 16 Januari 2007 tiket pesawat Surabaya-Denpasar hanya Rp 175 ribu (Gosepa Tour). Bangun Wisata: Rp 198 ribu. Andrew Jonathan: Rp 219 ribu. Namun, perlu diingat, biasanya tiket kapal terbang murah ini cepat diserbu warga sehingga peluang untuk mendapatkannya tidak besar.

"Ini cuma promosi airline aja kok, Mas. Yang namanya tiket murah kayak di iklan itu sebetulnya sangat, sangat sulit," aku seorang staf travel di Surabaya.

Biasakan memesan tiket alias resevasi jauh-jauh hari sebelumnya. Berlibur harus direncanakan, by planning. Jangan mendadak alias sekonyong-konyong.

Berwisata dengan kapal terbang jelas merupakan kenikmatan tersendiri. Badan tidak capek. Segar terus. Hemat waktu. Nyaman. Keren. Ingat, cari tiket murah yang belakangan ini gencar ditawarkan airline.

Naik bis kota, kenapa tidak? Bisa patas bisa bis biasa. Sebaiknya naik tengah malam atau dini hari dari Terminal Bungurasih agar bisa menyeberang di Ketapang pagi-pagi sekali. Agar lebih cepat, ‘ngecer’ sajalah. Ini istilah khas untuk berpindah-pindah bis agar hemat waktu.

Memang, bis Surabaya langsung Denpasar banyak, tapi butuh waktu lama. Dia tunggu penumpang penuh, antre lama di terminal. Saya jamin, tak sampai Rp 100 ribu engkau sudah tiba di Terminal Ubung, Denpasar.

KESEHATAN HARUS PRIMA

Wisata murah, apalagi supermurah, berarti sedikit mengorbankan kenyamanan. (Keamanan sih tetap lah!) Gonta-ganti bis menutut kesehatan yang prima. Anda harus siap meloncat, berdesak-desakkan dengan penumpang lain. Harus tahan asap rokok di bis non-AC.

Goncangan karena bis tua. Goncangan gelombang di perairan Ketapang-Gilimanuk. Bau feri yang mungkin tidak sewangi dalam kapal terbang. Siapkan obat antimabuk kalau perlu.

TENANG, JANGAN STRES

Kalau sopir atau angkutan antarkabupaten di Bali suka ngetem, tunggu penumpang... enjoy aja lah. Manfaatkan dengan menikmati pemandangan di pulau dewata itu. Bukankah itu pemandangan baru? Bahasa baru? Alam desa dengan sawah hijau, pura, ritual, kembang, penduduk yang berlalu lalang? Kalau engkau tak sabar, ingin cepat-cepat jalan... sebaiknya lupakan bis. Naiklah kapal terbang!

Gunakan waktu ngetem dengan berbincang santai, cari informasi pada teman baru di Bali. Mungkin ada gunanya bercakap dengan wong cilik seperti itu. Di kapal terbang niscaya tak ada peluang macam itu. Santai saja! Toh engkau tidak sedang mengejar target waktu ke Denpasar.

Pengalaman saya: watak sopir di Bali mirip Jawa Timur. Mereka suka ‘mengoper’ penumpang di tengah jalan manakala kendaraannya tidak penuh. Dua tiga kali oper bis mini mah biasa. Toh, kita tak perlu bayar lagi. Dan, yang penting, si kernet dan sopir selalu ‘minta maaf’ karena terpaksa memindahkan kita ke bis lain. Nikmati saja!

CARI PENGINAPAN MURAH

Sebagai pusat wisata utama, penginapan atau akomodasi di Bali berlimpah ruah. Mau yang paling murah sampai paling mahal ada. Sangat sederhana sampai sangat mewah. Tak ada kota mana pun di Indonesia, khususnya Jawa Timur, yang bisa menyamai. Tapi, ingat, engkau wisatawan kelas superhemat alias backpacker, sehingga harus cari penginapa yang sangat murah.

Tanyakan ke sopir, dia akan langsung menunjukkan hotel-hotel murah. Saya pernah menginap di hotel dekat Terminal Ubung, Rp 50 ribu semalam. Kapasitas empat orang. Dus, satu kepala cukup bayar Rp 10 ribu lebih sedikit. Kamar bersih, fan, dipan empuk, dekat sungai yang jernih. Asyik sekali! Tapi, jangan coba memasukkan teman melebihi kapasitas empat orang: bisa berurusan dengan pengurus hotel.

Sebagai gambaran, hotel murah yang saya nikmati di Denpasar, kalau di Surabaya harganya sekitar Rp 200 ribu semalam. Hotel-hotel ini tersebar hampir di seluruh Denpasar dan sekitarnya. Elok juga kalau engkau mencari hotel murah di dekat Pantai Kuta.

TRANSPORTASI DI DENPASAR

Perlu hati-hati agar bisa berhemat. Angkutan kota ada meski tidak seramai di Surabaya/Jakarta. Naik taksi bagus, tapi lumayan mahal. Kalau diputar-putar sama sopir, jatuhnya lebih mahal ketimbang harga kamar hotel.

Naik ojek apa salahnya? Banyak tukang ojek siap mengantarmu ke objek wisata mana pun. Juga sewa sepeda motor, sekitar Rp 50-60 ribu sehari. Akan lebih bagus jika engkau punya kawan di Denpasar. Pinjam (atau sewa) sepeda motornya, syukur-syukur mobil, untuk wisata satu dua hari di Bali.

Jalan kaki di radius yang tidak terlalu jauh sangat dianjurkan. Ini banyak dilakukan turis-turis bule. Hemat uang, engkau pun bisa menikmati Bali secara lebih detail.

HARUS TAHAN GODAAN

Orang Bali di objek-objek wisata utama (Kuta, Sanur) pandai mengambil hati pengunjung untuk membeli dagangannya. Baju-baju khas pantai, pijat, manicure, pedicure, tatto, makanan, dan sebagainya. Kalau dompetmu tipis, sebaiknya tolak rayuan pedagang-pedagang itu secara halus.

Di sepanjang kawasan Legian, begitu banyak suvenir dijajakan. Pedagangnya sangat agresif. Hadapi dengan senyum sambil jalan terus. Kalau diladeni, engkau akan tergoda untuk menghabiskan fulus di dompet. Belilah kalau memang perlu untuk buah tangan.

HINDARI TELEVISI

Tidak perlu menonton televisi selama di Denpasar. Bisa menghabiskan waktu pesiarmu. Maka, tepatah kalau engkau tinggal di hotel murah yang memang tidak dilengkapi televisi. Engkau toh ke Bali untuk menikmati alam, bukan pindah nonton televisi.

Banyak teman saya yang menyesal karena selama di Denpasar terpaku di depan televisi. “Coba kalau jalan-jalan, sudah banyak tempat yang kita datangi,” kata Iwan, teman dari Sidoarjo.

MAKANAN HALAL, MURAH

Di Denpasar, atau Bali umumnya, banyak kedai atau depot menulis besar-besar JAWA MUSLIM atau 100 PERSEN HALAL. Kenapa? Orang Bali dikenal suka makanan berbabi. Babi guling, lawar, sangat populer. Karena itu, kedai-kedai makanan sengaja memasang tulisan itu agar calon konsumennya tahu.

Jangan segan-segan meminta makanan halal. Ini pertanyaan sangat biasa di Bali. Ketahuilah, orang Bali sangat terbuka dan toleran. Mereka sangat tahu bahwa babi HARAM bagi orang Islam.

Di Sanur, banyak dibakar sate di pinggir pantai. Banyak di antaranya sate celeng (babi hutan) yang dagingnya mirip kijang. Engkau yang muslim, sekali lagi, selalu lah bertanya untuk memastikan makanan itu halal. Dibandingkan dengan Surabaya, harga makanan di Bali jauh lebih murah. Es jus yang di Taman Bungkul, Surabaya, Rp 6.000, di Denpasar hanya Rp 3.000. Lebih nikmat malah.

HINDARI PEAK SEASON

Dianjurkan, bagi wisatawan berkantung pas-pasan, untuk tidak berlibur ke Bali pada musim puncak (peak season). Bisa dipastikan tiket murah kapal terbang sulit diperoleh. Bahkan, saya pastikan tidak ada. Jangankan musim puncak, di hari biasa pun apa yang disebut tiket murah kapal terbang itu sulit didapat.

“Itu tergantung airline. Kami tidak bisa menentukan,” jelas Fitri, staf PT Gosepa Tour di kawasan Bandara Juanda.

Padahal, travel ini mengiklankan di koran bahwa tiket Surabaya-Denpasar hanya Rp 175 ribu. Berlibur saat puncak, macam musim Lebaran, juga jelas harus menyiapkan dana tambahan untuk transportasi, bukan?

PROGRAM HARUS JELAS

Sebelum berangkat harus dipastikan tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi. Ingat, terlalu banyak tempat menarik, sementara waktu kita terlalu sedikit untuk menjangkau semuanya. Kalau punya program, maka perjalanan ngelencermu lebih fokus.

"Gak gelambyar," kata orang Jawa Timur.

21 comments:

  1. bagus juga. bisa diterapkan hehe.. soale aq gak punya uang

    ReplyDelete
  2. tiket murah ternyata gak gampang. aq cari di surabaya gak ada. promosi sering ngawur deh.

    ReplyDelete
  3. Yang mahal emang taksinya. Hati2 karena sopir taksi di Bali tergolong nakal. Kamu bisa diputar2 sampai teler.

    anton, malang

    ReplyDelete
  4. Wah, blog ini informatif banget makasih, bisa dapat tambahan pengetahuan tentang bali. Makasih, terus ngeblok tentang Bali ya....

    ReplyDelete
  5. Saya rasa, blog ini bagus, cukup lengkap datanya. Bisa jadi panduan bagi kita2 yg kantongnya cekak. Salam

    ReplyDelete
  6. hehe.. thank you buangettt yah.. aku ni lagi cari tiket murah denpasar-bali buat ntar nov. taun lalu dah ke bali tapi kan bareng rombongan cuma akunya extend dewe.. nah ntar pengen ngulang lg, ga puas seh.. haha.. duit seh lumayan, tapi kalo bisa murah kan asik, bisa nambah budget buat oleh2.. hehe.. thank you sekali lg.. laen kali kalo ngelncer kemana lg di ulas lg yah..

    ReplyDelete
  7. hehehe... murah meriah naek bus, tapi cepaknya itu lho. ulasan begini cocok buat kita2 yg cekak kantongnya.

    ReplyDelete
  8. biaya transpor murah tapi di bali mahal krn byk yg mau dibeli.

    ReplyDelete
  9. pokoknya hemat, hemat, hemat. di bali byk godaan utk membeli apa aja. sopir taksi juga memanfaatkan turis utk dapet uang byk.

    ReplyDelete
  10. kalo bis pagi dari denpasar ke surabaya, ada nggak yach?

    Tq

    ReplyDelete
  11. aq orang jogja,mw ke bali hbs pemilu.aq udah bikin plan buat berangkatN tp blm buat pulangN.tp plan awal kyk gini :
    dr jogja pke KA sri tanjung turun di jember,naik bus gunung harta smpe terminal ubung.klo di terminal ubung ad ojek,nti minta anter ke kuta cari hotel di gang poppies I & II (rencanaN ke hotel medina).tidur n transit bntr di hotel,trs cr sewa motor didkt hotel (mnrut info 50rb/hari),pagi-sore jln2 (klo bisa smpe bedugul n smpt bli kaos di joger n sukawati),soreN psn tiket bus gunung harta di ubung buat pulang bsk,mlmN cr makan trs tidur di hotel.bsk pagiN ke sanur n muter2 gak jelas ke jimbaran.hbs itu balikin motor n siap2 brgkat ke terminal...


    nah,dari terminal ubung jam brp trs smpe jember jam brp..aq blm tw!ada yg bisa bantu??soalnya hrs smpe stasiun jember sblm jam 7 pagi...


    thx be4...

    ReplyDelete
  12. q phio di jgja,,
    rencana akhir juni mo jln2 gt ke bali rme2 ma tmn2...................
    mo cri tau paket liburan murah,,
    da yg sa bantu gt........
    cz dompet tipis............
    secara mahasiswa GEE_THUW........
    mohon bantuan nya,,tx

    ReplyDelete
  13. @phios.. kalo dr yogya bisa tuh naek kereta sri tanjung dari lempuyangan karcisnya 28rb nyampe banyuwangi trs naik bis ke ubung dr depan stasiun 30rb sdh termasuk tiket nyebrang. wah kalo rame2 asyik tuh.

    ReplyDelete
  14. @yoga.. bis denpasar-jember banyak banget ya kalo siang hampir tiap 2 jam pasti ada, tiket yg eks/ac 55rb dah tiket nyebrang, lama perjalanan sktr 7 jam-an deh.

    ReplyDelete
  15. met siang mas,suya wiguna dari jakarta,rencana ke bali buat liburan,kira kira tau ga yah transportasi yang murah dari bandara ke sanur

    ReplyDelete
  16. Waduh, Wiguna, kalau transportasi saya tidak tahu. Pengetahuan saya tentang Bali gak detil. Silakan tanya ke kawan-kawan lain yang mungkin tahu.
    Selamat berlibur.

    ReplyDelete
  17. seneng euy bacanya....update terus mas yo...soale rencana mau bulan madu di bali neeh....tapi paket yang murah meriah sing penting nyampek kono selamet tur seneng2...kwekwekwek...

    ReplyDelete
  18. Artikel yang sangat bagus dan informatif banget.
    Gali..terus informasinya

    ReplyDelete
  19. i love this post...thanks a lot

    ReplyDelete
  20. sumone d jakarta.
    makasih infonya.. btw kl tempat beli suvenir/ belanja yg murahnya dmn yah? thxu :)

    ReplyDelete