12 January 2007

Kasihan Revri, Pilot Adam Air KI 574



Rumah REVRI AGUSTIAN WIDODO, pilot Boeing 737-400 milik Adam Air KI-574 yang hilang di kawasan Sulawesi pada 1 Januari 2007 berada di Perumahan Pepelegi C/14, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Ah… Sidoarjo lagi! Ah… dekat tempat tinggal saya pula!

Sejak tragedi Adam Air, yang membawa 102 orang itu, para kerabat serta wartawan terus berdatangan. Ingin tahu nasib pilot asal Sumatera Barat itu. Zulfia, istri Revri, berangkat ke Makassar bersama dua anaknya hanya beberapa saat setelah kejadian. "Mereka ingin melihat langsung perkembangan di lapangan,” jelas SITA SARI, adik ipar REVRI AGUS WIDODO.

Sebelum memutuskan berangkat ke Makassar, Zulfia sempat bingung karena suaminya tidak memberikan kabar sama sekali. Padahal, Revri selalu kasih kabar saat mau terbang maupun setelah tiba di bandara tujuan. Namun, Senin (1/1/2007) itu tidak ada secuil pun kabar.

"Zulfia sempat bilang kalau Pak Revri minta didoakan agar selamat. Sebab, cuaca di Manado kurang bagus," papar Semi Joni, adik kandung Revri Agus Widodo.

Karena tak ada kabar sama sekali, pihak keluarga pun waswas. Hampir dua jam, Zulfia menunggu kabar dari sang suami yang kebetulan sama-sama berasal dari Sumatera Barat. Karena tidak ada kabar, akhirnya Zulfia menghubungi pihak Adam Air.

"Saat itulah pihak Adam Air memberi kabar kalau pesawatnya memang ada kendala. Dan, setelah itu kami terus memantau berita di televisi," tuturnya.

Sebelum bekerja di Adam Air, Revri yang lulusan Sekolah Penerbangan di Curuk, Jawa Barat, pada 1982 langsung bekerja di Merpati Nusantara Airlines. Baru pada Juni 2006 dia hengkang ke Adam Air. Pria asal Payakumbuh, Simpang Kota, Sumatera Barat, ini punya tiga anak. REZIA OKTARINA (18) semester satu Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang. MUHAMMAD REZA WIDODO (16) kelas 2, SMAN 1 Sidoarjo. Si bungsu, PUTRI (14), duduk di bangku kelas 2, SMP Al Hikmah, Surabaya.

"Yang ikut berangkat ke Manado anak nomor dua dan tiga (Reza dan Putri). Anak pertamanya masih dalam perjalanan pulang ke sini," tambahnya.

Keluarga besar Kapten Pilot Revri Agustina Widodo berharap pesawat Adam Air yang dikendalikan Revri bisa segera ditemukan, dan para penumpang selamat. "Begitu ada berita pesawat hilang, kami selalu berdoa untuk keselamatan Revri dan semua penumpang," katanya.

KAMIS, 11 Januari 2007.

Nelayan di kawasan Barru (dekat Parepare), Sulawesi Selatan, menemukan serpihan pesawat. Pihak Basarnas dan pejabat setempat memastikan bahwa serpihan itu milik pesawat Adam Air yang hilang sejak awal tahun 2007.

Pihak keluarga REVRI A WIDODO mengaku belum diberi tahu kabar ‘gembira’ penemuan serpihan pesawat Adam Air tersebut. Mereka masih menunggu dengan dengan harap-harap cemas. Zulfia, istri Revri, sedang istirahat saat didatangi wartawan dari Surabaya dan Sidoarjo. "Ibu sedang istirahat karena lelah,” kata MUHAMAD REZA WIDODO, anak kedua pasangan RA Widodo-Zulfia, Kamis (11/1/2007) siang.

Tak banyak informasi yang bisa dipetik dari rumah sang pilot di Pepelegi. Maklum, selepas musibah hilangnya pesawat Adam Air, keluarga RA Widodo menutup diri dari para pencari berita. “Mohon dipahami, keluarga kami sedang sedih,” pinta Reza Widodo.

Tak ingin diganggu wartawan, pelajar SMAN 1 Sidoarjo ini cepat-cepat menutup pintu pagar rumahnya. Kami, wartawan, pun ikut prihatin!

4 comments:

  1. Sidoarjo mana mas??? sama dunk klo aq pepelegi indah c-5 hanya jarak beberapa rumah ama pak pilot refri :D

    ReplyDelete
  2. Saya di ndeso Bangah, Gedangan, tetangganya ndeso Pepelegi. Suwun dah mampir di blog wong ndeso.

    ReplyDelete
  3. ikut belasungkawa, semoga arwah awak dan semua penumpang diterima di sisi-Nya dan semoga keluarga yg ditinggal mendapat kekuatan iman. Mudah-mudahan kita semua mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

    ReplyDelete
  4. anaknya yang reza sama putri dulu satu antarjemput sekolah waktu sd :(

    ReplyDelete