17 January 2007

Di Doa Ibuku Namaku Disebut -- Nikita




DI WAKTUKU MASIH KECIL GEMBIRA DAN SENANG
TIADA DUKA KUKENAL TAK KUNJUNG MENGERANG
DI SORE HARI NAN SEPI IBUKU BERTELUT
SUJUD BERDOAKU KUDENGAR NAMAKU DISEBUT

DI DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT
DI DOA IBUKU DENGAR ADA NAMAKU DISEBUT

SERINGLAH INI KUKENANG DI MASA YANG BERAT
DI KALA HIDUP MENDESAK DAN NYARIS KUSESAT
MELINTAS GAMBAR IBUKU SEWAKTU BERTELUT
KEMBALI SAYUP KUDENGAR NAMAKU DISEBUT

SEKARANG DIA T’LAH PERGI KE RUMAH YANG SENANG
NAMUN KASIHNYA PADAKU SELALU KUKENANG
KELAK DI SANA KAMI PUN BERSAMA BERTELUT
MEMUJI TUHAN YANG DENGAR NAMAKU DISEBUT


Lagu/Lirik: Peter P Bilhorn
Terjemahan: EL Pohan


Selasa siang, 16 Januari 2007, saya ditelepon Dian, mahasiswi Universitas Bhayangkara Surabaya, asal Sumenep. Omong punya omong, tiba-tiba dia bersenandung lagu DI DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT. Lagu ini bagi saya tentu tidak asing lagi. Di lingkungan gereja, lagu ini sudah populer, jauh sebelum dipopulerkan oleh Nikita pada 1995. Sudah termasuk ‘lagu klasik’ lah.

Juru Tulis: Lambertus L. Hurek

Saya heran, Dian yang muslimah hafal benar syair dan melodi lagu ini. ‘Seperti kamu juga. Nada sambung pribadimu kan lagu kasidah,’ kata Dian. Oh, ya, NSP di ponsel saya cukup lama memakai lagu KEAGUNGAN TUHAN. Saya pilih lagu ini selain bagus, juga karena ada kedekatan pribadi dengan ABDUL MALIK BUZAID, pencipta lagu ini. Tapi betul juga, musik yang bagus itu universal. Melampau sekat-sekat agama, suku, etnis, rasa, golongan, kaum.

Dia mengaku terkesan dengan lagu DI DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT karena liriknya mencermikan pengalaman pribadi. Ibundanya tercinta sudah tiada. “Oh, kok pengalaman kita sama ya. Ibunda saya pun sudah meninggal dunia...,’ kata saya. Lalu, Dian menyanyikan (lewat telepon) kuplet terakhir lagu ini. “SEKARANG DIA TELAH PERGI KE RUMAH YANG SENANG....”

Percakapan pun usai.

Saya memang punya album perdana NIKITA, produksi Maranatha Jakarta, 1996. Tiap kali memutar lagu ini, dengan lagu DI DOA IBUKU... saya langsung membayangkan mama, MARIA YULIANA (almarhumah). Mama.. semoga engkau bahagia bersama Tuhan di sisi-Nya!

Terus terang, saya tidak bisa tahan lama menikmati lagu ini karena batin saya, perasaan saya... tidak kuat. Air mata saya jatuh. Mengenang mama yang telah tiada pada 1998. Meninggal dunia di kampung, kawasan Lembata, Flores Timur, setelah sebelumnya menderita sakit berat. Dokter di Kupang angkat tangan. Kami pun kembali ke kampung, naik feri.

Akhirnya, ajal menjemput. Tuhan lebih mencintai mama saya meskipun saya dan adik-adik tentu masih ingin hidup bersama dengannya lebih lama lagi.
Terus terang, saya tidak bisa bercerita lebih banyak lagi tentang kepergian mama ke ‘rumah yang senang’. Terlalu berat. Terlalu pedih. Saya belum bisa membalas jasa-jasanya. Mama meninggal sebelum melihat saya punya istri, punya anak. Belum sempat menimang cucu. Apalagi, harap diingat, saya anak sulung dan satu-satunya laki-laki dari empat anak pasangan suami-istri NIKOLAUS N HUREK dan MARIA YULIANA.

“HIDUP HANYA MENUNDA KEKALAHAN,” kata CHAIRIL ANWAR, pujangga yang saya suka.

Manusia, ya, kita semua, pada akhirnya kalah. Berangkat menuju ke rumah yang senang, bertelut memuji Tuhan yang selalu mendengar jeritan manusia.

Lagu DI DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT memang luar biasa. Karena tak tahan itulah, selama ini saya tak pernah memutar kaset Nikita. Kaset itu, terus terang, saya taruh di tempat yang sulit dijangkau dan dilihat. Namun, telepon Dian sore itu akhirnya membuat saya mengambil lagi kaset itu... dan diputar. Suara Nikita, yang anak-anak, kembali menghiasi kamar saya.

“SEKARANG DIA TELAH PERGI KE RUMAH YANG SENANG. NAMUN KASIHNYA PADAKU SELALU KUKENANG.”

NIKITA yang bikin album perdana di usia tujuh tahun memang fenomena tersendiri di belantika musik rohani. Di usia yang sangat muda, gadis cilik kelahiran Jakarta 22 Mei 1988 ini tampil dengan kualitas vokal yang jauh melampau usianya.

“Teknik vokalnya luar biasa. Orang dewas kalah,” kata Jeger, bekas juara bintang radio dan televisi jenis seriosa, yang juga penyanyi tenor asal Jogja.

“Nikita itu penyanyi langka di Indonesia,” begitu penilaian Jeger menyusul tayangan klip video Nikita di televisi pada 1996.

Kualitas vokal bagus (padahal Nikita masih kelas 2 SD), lirik universal... membuat album Nikita melintas batas agama. Orang-orang bukan Kristen pun suka dan meresapi lirik lagu ini.

“Nikita mengucap syukur atas talenta yang telah Tuhan berikan. Dengan talenta yang Tuhan berikan, Nikita berhasil mengumpulkan 85 buah piala melalui festival menyanyi. Di antaranya, juara I lomba nyanyi pekan seni sekolah dasar tingkat SD se-DKI (Jakarta) tahun 1995. Nikita ingin lebih melayani Tuhan melalui puji-pujian sesuai dengan talenta yang Tuhan telah berikan,” tulis Nikita.

Album pertama Nikita ini sejatinya hanya menghimpun lagu-lagu pujian, kebanyakan himne (hymns) yang tak asing lagi bagi jemaat kristiani. Hanya saja, 10 nyanyian (plus 4 lagu dimedlei) itu menjadi ‘lain’ saat dibawakan oleh Nikita. Lebih khusus lagi DI DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT.

Jauh hari sebelumnya saya sudah punya album rohani Melky Goeslow, salah satunya, ya, DI DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT. Pola aransemen, lirik, sama persis. Album Nikita ini didukung beberapa musisi kawakan macam Widya Kristianti (piano/kibod), Mus Mujiono (gitar), dan Didiek SSS (saksofon).

Tapi, itu tadi, saya baru merasakan kedahsyatannya setelah dibawakan Nikita. Lebih terasa lagi setelah saya benar-benar ditinggal pergi, untuk selamanya, oleh mama tercinta. Saya terkenang bagaimana mama mengajar kami, anak-anak, berdoa. Menghafal doa-doa harian. Menghafal lagu-lagu untuk sembahyang bersama. Harus memimpin doa sebelum dan sesudah makan bersama di meja yang sama. Ah, mama...

“SEKARANG DIA TELAH PERGI KE RUMAH YANG SENANG. NAMUN, KASIHNYA PADAKU SELALU KUKENANG....”

20 comments:

  1. Lagunya memang bagus. Aq suka. Boleh minta chord gitarnya, Mas? Soalnya, aq baru belajar main gitar nih. Salam.

    frtitz

    ReplyDelete
  2. hi...
    Bahasa mu di blog lugas dan enak dicerna. Secara kamu seorang editor?! Baik, aku memanggilmu dengan Bernie?!
    Ada yang ingin aku tanyakan, sepintas lalu aja. Pernah ga kamu ngerasa bahwa berkutat dengan pencarian berita dan tetek bengeknya membuatmu jenuh..
    Aku pernah punya teman editor, kalo tidak salah dia juga di Graha Pena Building dulu, nama Edy Julianto.. Aku udah kehilangan kontak dengan dia, setelah terakhir kudengar dia kerja di TV Brunei..

    Thats Ol
    Nice work Bernie
    Dy

    ReplyDelete
  3. hurek, gimana perkembangan nikita sekarang? apa masih eksis?

    GBU.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih sudah baca tulisan ini. Nikita sudah tumbuh sebagai gadis manis, tetap berkarier sebagai gospel singer. Lagu-lagunya ala Jonathan Prawira: slow, manis, enak didengar.

    Tapi saya pribadi lebih terkesan dengan suara Nikita cilik. Setelah pecah suara, vokalnya tidak bagus lagi. Ini memang lazim di industri musik. Barangsiapa yang sudah sukses di masa kecil, umumnya sulit bertahan setelah dewasa. Kalaupun bertahan, ya, sedang-sedang saja.

    Lihat saja Cicha Kuswoyo, Dina Mariana, Ira Maya Sopha, Joan Tanamal... sangat terkenal saat bocah, tapi surut setelah dewasa. Pada 1980-an ada nama Yulius Sitanggang yang juga demikian.

    ReplyDelete
  5. Lagunya bagus bgt...
    Selalu mengenagkan ak akan mama yg baru meninggal 4 bln lalu...
    Berat bgt hrs kehilangan Mama di saat ak msh membutuhkannya...
    Mama, i miss u...
    I LOVE U...

    ReplyDelete
  6. thanks atas posting sampean. bagus banget.

    ReplyDelete
  7. halo .
    mas hurek saya pengggemar beratnya nikita .
    bole saya tw alamat nikita .
    tlng kirim ke iamsuperclemen@yahoo.com
    trims .

    balasn anda saya tunggu y. .

    ReplyDelete
  8. waduh, saya tidak punya alamat dan telepon nikita. setelah nikita remaja, jadi gadis manis, aku gak suka suaranya. so, saya tidak tertarik mencari alamat dan sebagainya. salam.

    ReplyDelete
  9. wow.... nikita emang hebat.

    ReplyDelete
  10. Saya suka lagunya Nikita yg berjudul Didoa Ibuku namaku disebut, walaupun aku bukan beragama nasrani, dan memang lagu-lagunya bagus dan menembus batas agama, ras dan bangsa, lagu Nikita "Seperti yang Kau Ingini" sangat disukai oleh teman-teman kerja difront Office dan Admin support disalah satu kapal pesiar yang pastinya mereka tidak mengerti bahasa Indonesia. Suaranya itu yg bikin mereka berhenti sejenak kalau diputar lagunya Nikita, Malah salah satu Guest Relation Spv dari Belanda selalu minta diputar kalau lagi suntuk.... dia bilang musiknya bikin dia tenang... Salut buat Nikita

    ReplyDelete
  11. nikita cilik emang enak banget. lagunya bisa dinikmati siapa saja. GBU ya!

    ReplyDelete
  12. om bertus lam knal dr herold tangerang and syaloom, aq to the point aja ya?, aq bisa minta tlng gak kirimkan dong ke emailq url nya utk donlod mp3 lagu nikita di hp dgn format jar java ya? thx GBU. emailq herold.natasyacake@gmail.com thx again

    ReplyDelete
  13. bgs beudh lirik.a..^.<
    aq ska beudh..^.~
    hhe....^.-

    ReplyDelete
  14. it's a very nice song for everybody.

    ReplyDelete
  15. sy nur,seorg muslim tulen n muslim sejati. . .
    Tp sy sgt suka lagu ini,lagu ni mydarkn sy dn mberi pljaran ttg jasa ibu yg bgtu besar. . .
    Hal yg aneh yg slalu tjd adl ktk sy mdgar lagu ni tk terasa air mata ni slalu mglir. .
    Dn ni mbuktikan bhwa Kasih Tuhan mnembus btas2 pbedaan agma antra qt,krn pd dasarx smua lagu r0hani menuju pd kasih Tuhan yg satu. .

    ReplyDelete
  16. Ya, lagu yg sangat indah. Puji Tuhan, kedua org tua saya masih utuh, tp entah kenapa, tiap kali sy mendengar lagu ini, sy ga kuat. Sllu meneteskan air mata, krn mengingatkan perjuangan org tua utk anak"nya. Sy bukan org yg melo, sy jg bukan org yg benar, tp stp sy dengar lgu ini, ..sy bnr" tersentuh. Salam kenal bwt bro Hurex dr Yogya. Terima kasih Tuhan untuk hidupku...

    ReplyDelete
  17. jika saya mendengar lagu ini saya merasa banyak berbuat dosa kepada ibuku

    ReplyDelete
  18. lagu ini sangat bagus sangat menyentuh hati

    ReplyDelete
  19. bisa minta file mp3 khusus piano nya saja atau instrumentalnya aja ga? th'x lagunya bagus sekali untuk dinyanyikan ^^ tp lbih enak jika tdk ada suara vocalnya, dan saya yg menyanyikannya sendiri.

    ReplyDelete
  20. boleh minta file mp3 nya yg di doa ibuku, yg versi pianonya aja atau instrumentalnya saja th'x

    ReplyDelete