06 January 2007

Christopher Abimanyu dan Binu D. Sukaman




Saya beberapa kali menyaksikan CHRISTOPHER ABIMANYU SASTROWIHARJO bernyanyi. Pria asal Bandung ini penyanyi tenor papan atas Indonesia. Jebolan bintang radio (juara beberapa kali), sering jadi solis Twilite Orchestra, dan beberapa orkestra top di tanah air. ADDIE MS, pengaba dan bos Twilite, bilang Abimanyu ini tenor terbaik yang kita punyai.

Pada final Copa Indonesia di Sidoarjo, Arema vs Persipura, Abimanyu ditanggap untuk menyanyikan Indonesia Raya. Asyik juga mendengar Christopher Abimanyu nyanyi lagu kebangsaan karya WAGE RUDOLF SOEPRATMAN itu. Dahsyat! Suaranya tinggi sehingga penonton keteteran saat ikut nyanyi. Abimanyu kok dilawan. Hehehe…

Saya pun sempat melihat Abimanyu beraksi bersama paduan suara anak-anak Gereja Salib Suci, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. "Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan karena bisa berkolaborasi dengan adik-adik yang masih sangat. Saya salut dengan keberanian mereka menampilkan musik yang baik kepada masyarakat," ujar Abimanyu kepada saya.

Konser bersama anak-anak dan remaja Katolik ini menampilkan lagu-lagu rohani, lagu-lagu universal, serta lagu-lagu Nusantara.

Saya masih ingat beberapa judul lagu: Jesus Bleibet Meine Freude (JS Bach), O Crux Benedicta (Montiverdi), Laudate Dominum (WA Mozart), I Will Follow Him (Marc Shaiman), Cantate Domino (Michael Bedford), The Lord Prayer (Albert Hay Mallote).

CHRISTOPHER ABIMANYU SASTROWIHARJO, juara I Bintang Radio dan Televisi jenis seriosa pada 1985 dan 1987, tampil prima saat menjadi solis pada lagu Agnus Dei (Georges Bizet). Untung saja, PS Regina Caeli yang dikonduk TJAHJO ANGGORO bisa mengimbangi kedahsyatan vokal Abimanyu.



CHRISTOPHER Abimanyu kemudian berduet dengan BINU D SUKAMAN dalam The Prayer (David Foster), soundtrack film yang cukup populer itu. Binu juga penyanyi seriosa yang sempat menjadi vokalis grup Latin-jazz Black Fantasy (1985) memukau penonton dengan Ave Maria (Schubert).

Duet Abimanyu-Binu Sukaman, didampingi dua PS Salib Suci, menutup pergelaran dengan Brindisi (petikan opera La Traviata, Verdi). Abimanyu dan Binu membuktikan bahwa di mana pun mereka berada, kinerja haruslah tetap prima. Entah bersama Twillite Orchestra, orkes simfoni kelas dunia, atau paduan suara kampung pinggiran Sidoarjo, Binu dan Abi memberikan yang terbaik bagi penikmat musik.

"Saya senang bisa menyanyi bareng anak-anak di sini," ujar Binu Sukaman kepada saya.

Binu mengatakan, secara umum apresiasi seni vokal klasik (seriosa) di Indonesia masih rendah. Sulit membayangkan konser vokal klasik disaksikan ribuan pasang mata seperti show ben atau dangdut.

"Proses menjadi tenor seperti Abimanyu atau sopran seperti saya itu sangat panjang. Saya sendiri mulai dari Bina Vokalia seperti paduan suara anak-anak. Karena itu, konser semacam ini harus terus dibuat di Sidoarjo, Surabaya, dan kota-kota lain,” ujar Binu yang pernah ikut Festival Paduan Suara Folifollia di Normandie, Prancis.

Baik Abimanyu maupun Binu menyebutkan, paduan suara memang merupakan ajang bina vokalia terbaik bagi mereka yang ingin menekuni dunia tarik suara. Di Amerika dan Eropa, boleh dikata, hampir semua penyanyi terbaik (klasik, pop, blues, jazz, kontemporer…) berlatar belakang anggota kor gereja, sekolah, kampus.

“Saya juga sejak kecil ikut paduan suara,” ujar Christopher Abimanyu.

Paduan suara ‘serius’ dia geluti saat SMA di Bandung, kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung. Adapun BINU D. SUKAMAN alumnus BINA VOKALIA, pimpinan almarhum PRANAJAYA. “Saya sudah nyanyi di televisi bersama paduan suara Bina Vokalia. Itu yang membentuk vokal saya sampai sekarang,” kata Binu kepada saya.

Karena itu, Binu meminta para pembina paduan suara di Jawa Timur untuk memerhatikan potensi seni suara anak-anak sekolah dasar, remaja, hingga mahasiswa. Kenapa paduan suara? Di sini orang belajar bernyanyi secara baik dan benar. Pernapasan. Relaksasi. Vokalisi. Dinamika. Ekspresi. Tempo. Dan seterusnya.

Hanya dengan mengikuti ‘pembinaan suara’ yang benarlah, kita akan bisa mendapatkan penyanyi-penyanyi berkualitas baik yang mengisi belantika musik Indonesia.

8 comments:

  1. abimanyu memang hebat.

    ReplyDelete
  2. terima kasih. bgm kalo komentar pakai identitas? biar saya bisa respons.

    ReplyDelete
  3. Tolong diinfo alamat sekolah bina vokalia pranajaya surabaya dong...

    ReplyDelete
  4. di surabaya gak ada sekolah musik pranajaya, tapi yg laen2 banyak. misalnya PCMS (purwacaraka musik school) dsb. suwun.

    rek

    ReplyDelete
  5. salut sama christopher. jarang banget lho org yg menekuni musik klasik, seriosa.

    ReplyDelete
  6. dua jempol buat abimanyu. maju terus!!!!

    ReplyDelete
  7. salut abis dengan duet binu sukaman dan christopher abimayu. Saya sgt terkagum2 waktu mereka jadi juri Bintang radio tingkat nasional di maksar. Saya ingin menjadi penyayi seriosa terkenal seperti mereka. Bagaimana ya caranya untuk bisa terkenal seperti mereka? kasi saran dong...

    ReplyDelete
  8. Hehehe... Susi Andreani, sudah gaharu cendana pula. Anda kan finalis BRTV jenis seriosa di Makassar. Pasti paling tahu bagaimana caranya menjadi vokalis seriosa yang jempolan, bahkan melebihi Binu dan Abimanyu.

    Selamat berlatih dan terus berlatih. Saya tunggu konser Anda. Semoga Tuhan memberkati Anda.

    ReplyDelete