03 December 2006

Skandal Video Maria Eva-Yahya Zaini


Kamis, 30 November 2006.

Rekaman adegan hubungan asmara di ranjang antara MARIA EVA (27 tahun) dan YAHYA ZAINI (44 tahun) beredar di masyararat. Yahya, ketua Himpunan Mahasiswa Islam periode 1992-1994, dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Yahya Zaini juga pengurus dewan pimpinan pusat Partai Golongan Karya bidang kerohanian. Tak jelas siapa dalang di balik peredaran video berdurasi 42 detik itu.


Heboh! Politisi bicara. Infotainmen. Koran dan majalah berlomba memberitakan. Maka, tiba-tiba nama MARIA EVA yang sebelumnya kurang dikenal, alias penyanyi dangdut sedang-sedang saja, tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Maria Eva siapa? Maria Eva yang mana? Penyanyi asal Sidoarjo itu mengaku ngumpet di apartemen di Jakarta untuk menghindari wartawan.

"Saya stres. Untuk sementara, saya tidak bicara apa-apa," ujar Maria kepada teman-teman wartawan di Surabaya.

"Kalau ada yang tanya kasus saya, silakan hubungi RUHUT SITOMPUL, pengacara saya. Thank you," begitu bunyi pesan pendek (SMS) Maria Eva, Minggu (3/12/2006).

Senin, 4 Desember 2006, Maria Eva bikin kejutan.

Didampingi RUHUT SITOMPUL, dia bikin jumpa pers tentang skandal video pribadi yang menghancurkan karier politik Yahya Zaini itu. Intinya, MARIA ULFAH, nama sebenarnya, mengakui bahwa pelakon dalam video mesra yang beredar luas itu memang benar dirinya dan Yahya Zaini. Adegan itu dilakukan sekitar 2004 ketika keduanya sedang mabuk asmara.

"Itu love story kami," katanya.

Kata almarhum Gombloh, penyanyi terkenal asal Surabaya, kalau cinta sudah melekat tahi kucing rasanya cokelat! Nah, Maria-Yahya bahkan berhubungan khusus selama empat tahun, sejak kampanye pemilu 2004. Affair ini akhirnya diketahui oleh istri Yahya, SHARMILLA.

"Kami saling cinta. Kak Yahya sayang banget sama saya," kata pelantun PELANGI SENJA itu. Bahkan, album pertamanya, PELANGI SENJA, dibiayai oleh Yahya Zaini. Hubungan mereka sangat mesra, namun tidak sampai menikah. Yang mengejutkan, Maria Eva mengaku mengugurkan janin hasil hubungannya dengan Yahya Zaini.

"Saya diantar Kak Yahya ke dokter (untuk aborsi)," akunya.

Nyonya Yahya Zaini, tutur Maria, ikut memantau, memastikan bahwa janin itu benar-benar sudah digugurkan. Lalu... hubungan mereka putus. "Nomor teleponnya saja saya nggak tahu," kata Maria Eva yang juga tanpa malu-malu membeberkan kisah gelapnya di televisi.

KASIHAN ORANG TUANYA

Kamis, 30 November 2006, rumah mungil di perkampungan padat penghuni, Jalan Kombes M Duriyat Gang 1 Nomor 15 A, Sidoarjo, yang asri berkali-kali didatangi wartawan. Apalagi, letaknya hanya sekitar 50 meter dari Balai Wartawan Sidoarjo.

Wartawan ingin minta komentar kedua orang tua Maria Eva, AMIR FAISAL dan SRI SUNDARI. Yah, itu memang rumah Maria Eva di kampung halamannya, Sidoarjo, sekitar 15 kilometer dari Kota Surabaya.

Di pelataran rumah, terparkir mobil Honda Jazz merah W 2994 FY. Rumah di Dusun Balong RT 2/RW 1, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, ini tak asing lagi di kalangan warga Sidoarjo. Apalagi, baik orang tua maupun Maria Eva cukup dikenal berkat aktivitasnya di masyarakat.

"Maaf Mas, saat ini Bapak tidak ada di rumah," ujar NURYATI, wanita asal Malang, yang bekerja sebagai pembantu di keluarga Maria Eva. "Saya tidak tahu kapan beliau akan pulang. Karena beliau tidak mengatakan kapan balik ke Sidoarjo," imbuhnya.

Menurut Nuryati, sejak Sabtu (2/12/2006) malam AMIR FAISAL dan SRI SUNDARI mengungsi ke rumah kerabatnya di Gempol, Kabupaten Pasuruan. Mengungsi bukan karena semburan lumpur di Porong, melainkan gara-gara pemberitaan yang luar biasa seputar kehidupan pribadi putrinya. Maria Eva sendiri sebelumnya telah menelepon ayah ibunya.

"Gak usah direkenlah. Nanti juga hilang sendiri," begitu antara lain kata-kata Maria Eva.

"Bapak dan Ibu tidak percaya dengan video itu. Saya juga ndak percaya kalau Mbak Eva seperti itu," tandas NURYATI yang baru bekerja sebagai pembantu sejak Lebaran 2006 lalu.

Bagaimana reaksi orang tua Maria Eva? Nuryati bilang, sebagai orang tua, mereka tentu sangat sedih. Dan kesedihan mereka semakin terasa saat melihat acara infotainmen yang membahas video cinta Maria Eva-Yahya Zaini. "Setiap habis lihat infotainmen yang ada berita Mbak Eva, Ibu (Sri Sundari) langsung melamun," tutur Nuryati.

KASIHAN ANAKNYA

Di Sidoarjo, MARIA EVA punya anak semata wayang, namanya GEPENG (nama dan sekolah sengaja disamarkan, sesuai dengan ketentuan KODE ETIK JURNALISTIK). Bocah tampan ini kelas lima sebuah sekolah dasar negeri favorit di dalam kota Sidoarjo. GEPENG luwes, pandai bergaul, banyak teman. Usai sekolah, teman-temannya biasa datang main play station di rumahnya.

Kasihan si Gepeng. Gara-gara ibunya diberitakan besar-besaran di media massa, Gepeng memilih tidak masuk sekolah alias bolos sejak awal Desember 2006. "Saya tidak lihat orangnya. Biasanya, tiap hari ramai anak-anak. Bagaimanapun juga dia ikut merasa prihatin dengan kasus ibunya. Anak kelas lima SD kan sudah besar," kata Eddy, tetangga yang juga masih kerabat keluarga Maria Eva.

Informasi yang diterima WAHYU SETYA DARMAWAN, wartawan RADAR SURABAYA, Maria Eva pernah menikah dua kali. Kedua-duanya dengan pengusaha Tionghoa. Pernikahan pertama hanya berumur sekitar satu tahun saja. Pernikahan kedua pun tidak bertahan lama. Si Gepeng, bocah kelas lima SDN favorit ini, buah pernikahan kedua.

"Kalau soal itu (pernikahan dan kehidupan pribadi) sebaiknya Anda tanya langsung ke dia (Maria Eva). Kami nggak bisa bicara banyak soal itu," tegas Amir Faisal, ayahanda Maria Eva.

Di Gedung Lembaga Sensor Film di Jakarta, Maria Eva sempat bicara tentang keinginannya menikah lagi dengan pria yang bertanggung jawab. "Saya ingin punya suami yang bertanggung jawab. Yah, kayak Bang Ruhut inilah," kata Maria Eva.

"Mati aku, Tante!" sahut Ruhut Sitompul yang mendampingi Maria Eva.

Hehehe.... Puluhan reporter tertawa terbahak-bahak.

No comments:

Post a Comment