08 December 2006

Poligami: Tujuh Istri, Satu Rumah



ABDULLAH GYMNASTIAR, dai terkenal, pada 3 November 2006 mengumumkan pernikahan keduanya dengan RINI. Proses kawin kedua butuh waktu lima tahun. Istri pertama, NINIH, dalam jumpa pers, mengaku telah mengizinkan Abdullah Gymnastiar nikah lagi.

"Saya sudah baca lagi Alquran, buku-buku tentang riwayat Rasulullah SAW, dan ternyata memang dibolehkan suami menikah lagi. Ada hikmah," kata Ninih di depan wartawan. Karena Gymnastiar dai terkenal, peristiwa yang sebenarnya sangat biasa ini menjadi santapan media massa. Orang ramai-ramai bicara soal poligami.

Bahkan, pemerintah 'tertarik' untuk memperketat syarat-syarat poligami. Kalau sebelumnya hanya untuk pegawai negeri sipil dan TNI/Polri, pemerintah berencana 'memperluas' kepada pejabat publik dan masyarakat umumnya. Bisa ditebak, kontroversi soal poligami pun melebar pascajumpa pers ABDULLAH GYMNASTIAR dan NINIH.

POLIGAMI sejatinya bukan barang baru. Ia menjadi praktik lazim di masyararat sejak tempo doeloe. Setahu saya, Islam membolehkan laki-laki menikahi empat istri dengan syarat suami mampu bersikap ADIL kepada istri-istrinya. Aturannya sudah gamblang. Lha, buat apa diributkan? Penatlah awak!

Di Surabaya dan Sidoarjo, saya punya banyak teman akrab, yang berpoligami. Istri dua sangat biasa, istri tiga cukup umum, istri empat lumayan banyak. Bahkan, saya pernah mewawancarai laki-laki yang istrinya tujuh. Bukan main!

Gus CHOLIQ, pengasuh Pesantren Baiturrahman di Waru dan Tulangan (Kabupaten Sidoarjo), istrinya empat. Keempatnya rukun-rukun saja. Kalau ada acara di Sidoarjo, empat istri ini ikut. Saling cerita, canda, sibuk... no problem lah. "Imamnya kan saya. Mereka itu istri-istri yang baik. Mereka sangat menghormati saya," kata Gus Choliq yang kerap menggelar atraksi 'alam gaib' di Tanah Air itu.

Di rumahnya yang megah--maklum orang kaya--empat istri punya kamar sendiri-sendiri. Terserah Gus Choliq mau tidur di kamar yang mana. Pengaturan 'giliran' bagaimana, Gus? "Hehehe... biasa-biasa aja tuh. Mereka berempat kan istri saya. Jadi, saya bisa tidur bersama istri yang mana, ya, terserah saya. Nggak masalah," kata kiai yang seniman ini.

Sejauh ini, menurut dia, tidak ada komplain dari para istrinya.

Meski sukses membina rumah tangga dengan empat istri, Gus Choliq mengingatkan masyarakat untuk tidak meniru begitu saja apa yang ia jalani. Sebab, tidak semua laki-laki mampu melakoninya. Bukan sekadar nafkah atau materi, kata Choliq, ada banyak aspek yang perlu dipikirkan. "Panjang kalau kita bahas soal poligami. Yang penting, kita mampu menciptakan keluarga yang sakinah," kata Gus Choliq.

BICARA soal poligami, saya rasa ROZAK (50-an) merupakan laki-laki istimewa di Kota Surabaya. Istrinya bukan empat, melainkan TUJUH. Hebatnya lagi, tujuh istri itu tinggal bersama di dalam satu rumah. Tepatnya di kawasan Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Beberapa waktu lalu, saya diantar SANTOSO, seniman yang juga sahabat Rozak, untuk mengobrol santai soal poligami. Bagaimana dia bisa membina rumah tangga dengan tujuh istri selama bertahun-tahun dengan sukses. Di lain pihak, banyak laki-laki yang gagal membina rumah tangga meskipun istrinya hanya satu.

"Wah, biasa saja. Saya rasa tidak ada yang istimewa. Normal saja," kata Rozak menjawab pertanyaan saya.

Pria yang cukup gagah ini tersenyum. Lalu, dia memanggil tiga istrinya ke ruang depan, mengikuti obrolan kami. Hm... manis-manis. Rukun. Duduk berdempetan. Tersipu-sipu. Saya dan Santoso pun bersalaman akrab dengan mereka.

"Istri-istri yang lain ke mana, Pak?" tanya saya.

"Oh, masih kerja. Ada yang menemani anak-anak di luar," jawabnya ramah.

Terus terang, saya terperanjat menyaksikan kenyataan di depan mata. SATU LAKI-LAKI, TUJUH ISTRI, TINGGAL DI SATU RUMAH. Tak ada bentrok atawa perang mulut. Bahkan, ini yang bikin saya tambah kaget, istri-istri itu pun tidur di dalam KAMAR YANG SAMA. Namun, karena kapasitas ranjang tentu tidak cukup untuk delapan orang (Rozak plus tujuh istri), maka hanya tiga istri yang tidur di satu kamar.

Empat istri di kamar lain. Saya pun geleng-eleng kepala, namun takjub, dengan kehebatan Pak Rozak.

Menurut dia, para tetangga, dan siapa pun, pasti terkejut melihat kehidupan rumah tangganya. Punya tujuh istri sekaligus, tinggal satu rumah, satu kamar. Tapi Rozak sendiri menganggapnya biasa-biasa saja, hal yang alamiah belaka.

"Kuncinya di saya sebagai kepala rumah tangga. Ibarat nakhoda, saya harus mengendalikan kapal ini agar bisa berlayar terus dengan selamat," jelas Rozak dengan ramah.

Berkat wibawa dan kepemimpinannya, istri-istrinya hidup rukun. Saling hormat. Tahu hak dan kewajiban. Ibaratnya, mereka tahu job description masing-masing. Itulah yang membuat Rozak bangga dan bahagia hidup bersama mereka.

"Tujuan rumah tangga itu kan kebahagiaan. Kalau saya bahagia, mereka bahagia, ya, sudah. Mau cari apa lagi?" ujar Rozak di rumahnya yang sederhana.

"Bagaimana Rozak mampu menjinakkan begitu banyak perempuan? Pakai ilmu apa?" tanya saya.

Rozak dan tiga istrinya tertawa mendengar pertanyaan 'nakal' saya. "Gak pake ilmu-ilmuan," ujarnya lalu tertawa. SANTOSO, seniman yang sering bikin acara seni rupa di Sidoarjo, pun tertawa ngakak. "Yah, biasa-biasa sajalah. Saya suka dia, saya ajak menikah, dia mau, ya wis," urai Rozak.

Yang jelas, Rozak memang punya kelebihan. Begitu melihat gadis cantik, dan ia berniat mengawininya, maka langsunglah dia bicara. "Kamu cantik, baik, bisa jadi ibu anak-anak saya. Saya mau menikahi kamu," kira-kira begitulah cara Rozak menjinakkan calon istrinya.

Benar saja. Si gadis itu pun tak bisa lain, selain menerima pinangan Rozak.
Persoalan muncul, biasanya, di orang tua si gadis. Mereka keberatan anaknya menikah dengan pria yang sudah beristri, apalagi lebih dari tiga-empat-lima-enam. Si gadis pun diminta ayah-ibunya untuk menolak, setidaknya berpikir berkali-kali. Sebab, risikonya tidak kecil. Lagi pula, apa kata tetangga dan keluarga besar.

Namun, kalau cinta sudah melekat, biasanya si gadis itu tak mungkin lepas dari jeratan asmara Rozak. Melalui rintangan kecil, mereka akhirnya menikah secara resmi. Begitu seterusnya sampai Rozak punya tujuh istri.

"Ada rencana tambah lagi, Pak?" goda saya. Rozak tertawa.

Menurut dia, jodoh itu sudah ditakdirkan Yang Mahakuasa, sehingga manusia tidak bisa melakukan rancangan atau rekayasa apa pun. "Kita serahkan semuanya kepada Dia Yang di Atas," katanya diplomatis.

Selama melakoni hidup beristri tujuh di Surabaya, Rozak harus menjalani gaya hidup yang tidak lazim. Dia pantang makan makanan bernyawa seperti daging, ikan, dan seterusnya. Vegetarian total. Rozak pun pantang makan nasi (beras). Dia hanya boleh makan ubi-ubian alias polo pendhem dan jagung. "Sejak kecil saya sudah melakoni beginian," katanya.

SELAIN piawai 'menjinakkan' wanita, Rozak pun pakar dalam urusan menjinakkan orang gila. Kalau ada orang gila yang seliwar-seliwer di jalan raya, tidak pakai busana, mengamuk, mandi di got... serahkan saja kepada Rozak. Dalam waktu singkat, orang gila itu jinak, akal sehatnya pulih.

Caranya cukup ekstrim. Di tengah malam, dingin, orang-orang gila itu direndam di dalam saluran air di Surabaya yang sangat kotor itu. Mereka dipersilakan menikmati air kotor itu sampai puas. Keluar dari got, Rozak bersama asistennya memberikan terapi-terapi tertentu. Juga ramuan tradisional untuk diminum.

"Atas izin Allah, alhamdulillah, mereka sembuh kembali," kata Rozak seraya memperlihatkan sejumlah foto orang-orang gila yang kini sudah waras lagi.

Syahdan, pada 1980-an di Surabaya banyak orang gila yang hilir-mudik di jalan raya. Dinas Sosial pusing. Polisi bingung. Warga ketakutan. Rozak kemudian digandeng pemkot untuk menyelesaikan masalah sosial nan pelik itu. Ternyata, berhasil.

Saat ini orang gila yang gentayangan di jalan raya atau kampung hampir tidak ada lagi.

4 comments:

  1. hehe... cerita bagus. kita memang harus arif. poligami tak selalu buruk.

    freddy, malang

    ReplyDelete
  2. apapun hasilnya..tetap bagiku tidak ada alasan untuk berpoligami..hiduplah setia dengan satu pribadi..

    ReplyDelete
  3. poligami hanya boleh 4 istri bersamaan dalam islam.

    ada hadis nabi yg menceritakan ttg seorang laki2 yg masuk islam dan beristri lebih dari 4. saat itu, nabi memerintahkan sang lelaki itu untuk memilih 4 orang istri saja, dan menceraikan sisanya.
    jadi jelas sekali ttg kasus rozak, dalam islam itu DILARANG.

    adapun ttg poligami sendiri, menurut saya itu merupakan sebuah hal yang sangat sulit untuk dilaksanakan. karena disitu ada syarat ADIL bagi seorang suami yg berpoligami.
    apakah adil itu?
    adil secara kasarnya adalah seimbang, tidak berat sebelah. jadi antara 4 istri tsb tak ada yg merasa diperlakukan tidak sama dengan istri lainnya.

    wallohu a'lam..

    ReplyDelete
  4. Poligami hanya boleh 4 istri bersamaan dalam islam.

    Ada hadis nabi yg menceritakan ttg seorang laki2 yg masuk islam dan beristri lebih dari 4. Saat itu, nabi memerintahkan sang lelaki itu untuk memilih 4 orang istri saja, dan menceraikan sisanya.
    Jadi jelas sekali ttg kasus rozak, dalam islam beristri lebih dari 4 adalah DILARANG.

    Adapun ttg poligami sendiri, menurut saya itu merupakan sebuah hal yang sangat sulit untuk dilaksanakan. karena disitu ada syarat ADIL bagi seorang suami yg berpoligami.
    Apakah adil itu?
    Adil secara kasarnya adalah seimbang, tidak berat sebelah. jadi antara 4 istri tsb tak ada yg merasa diperlakukan tidak sama dengan istri lainnya.

    Wallohu a'lam..

    ReplyDelete