19 December 2006

Maria Eva Buka-bukaan di Radar Surabaya




Maria Eva, pedandut yang namanya melejit sejak video mesumnya dengan mantan petinggi Partai Golkar Yahya Zaini beredar, Senin (18/12) malam, berkunjung ke kantor RADAR Surabaya di Surabaya . Tak sekadar menyapa akrab awak redaksi, wanita asal Sidoarjo itu juga buka-bukaan tentang kasus perselingkuhannya yang menghebohkan tersebut.


*APA KABAR MARIA?

Alhamdulillah, baik-baik saja.

*MASIH KEPIKIRAN DENGAN VIDEO MESUMNYA ITU MBAK?

Jelas, saya ingin semuanya selesai. (tersenyum)

NAMPAKNYA SUDAH MULAI BISA TERSENYUM YA?

Ya begitulah. Ketimbang kemarin-kemarin itu saya syok benar. Sekarang pun masih, meski berusaha untuk mengatasinya.

*KENAPA SYOK?

Lha, empat hari saya disanggong wartawan sampai ndak berani keluar.

*TAPI SEKARANG MBAK LEBIH SERING BERTEMU ORANG DAN MUNCUL DI MEDIA MASSA.

Ya, daripada ngumpet gak selesai masalahnya.

*GAK TAKUT DISANGKA MENCARI POPULARITAS?

Saya ndak minta semua orang mengekspos saya lho. Mereka yang mau saya tampil. Malah mereka yang undang saya, njemput saya malah. Seperti sekarang, saya sampai di Graha Pena. Nggak sangka malah nemui wartawan seperti di RADAR SURABAYA, JAWA POS, dan JTV. Masak ya saya tolak.

*JADI SENANG DONG DIKENAL BANYAK ORANG?

Terus terang tidak, kalau dengan cara begini. Ini aib, aib untuk keluarga dan sahabat-sahabat saya. Bukan sesuatu yang menyenangkan, terkenal tidak karena potensi positif saya. Saya memberanikan diri bertemu dengan orang lain karena saya ingin selesaikan masalah ini. Sebab dengan begini saya bisa infokan apa yang sebenarnya terjadi.

*TANGGAPAN ORANG SAAT BERTEMU MBAK?

Saya benar-benar bersyukur karena masih ada yang mau bertemu dengan saya. Seperti ketika reuni kemarin, ternyata banyak teman-teman SMA saya mendukung saya menyelesaikan masalah ini.

*BENTUK DUKUNGAN MEREKA APA?

Contohnya ide untuk mendorong saya membuat opini publik tentang saya. Terus terang saya ini orang yang sedang dikuyo-kuyo (dianiaya, red), jadi jangan makin diam karena makin diinjak-injak nantinya. Mereka menyarankan saya tunjukkan identitas sebagai orang Sidoarjo.

Kebetulan ada korban Lapindo, mereka sarankan saya mengunjungi mereka. Saya pikir kenapa tidak, itu kan ide baik? Saya ini orang Sidoarjo yang harus tahu keadaan saudara saya di sana.

*TERUS, APA SAJA YANG DILAKUKAN DENGAN KORBAN LAPINDO?

Selesai reuni, saya diantar empat mobil yang ditumpangi teman-teman saya. Jadinya mirip konvoi. Saya blusukan ke tanggul lumpur dan bertemu dengan banyak korban lumpur. Saya berusaha menghibur mereka, meski saya juga tengah dilanda masalah. Ternyata mereka juga menyambut saya dengan baik. Di sana, saya berikan sedikit yang saya punya.

*KEGIATAN ITU DIEKSPOS BANYAK MEDIA. NGGAK TAKUT DISANGKA MENGALIHKAN PERSOALAN?

Ah nggak. Sekarang ini saya ibaratnya sedang makan buah simalakama. Nggak muncul salah, terlalu banyak muncul juga repot. Tapi yang penting bukan saya yang mau ekspos besar-besaran. Media kok yang mau. Saya hanya lakukan ini dengan satu niat agar semua masalah ini cepat selesai. Itu yang harus orang tahu. Lagipula Mas Ruhut (Ruhut Sitompul, pengacara Maria Eva) juga izinkan saya melakukan ini.

Aduh saya minta minum air dong, ada? (Maria minta wartawan mencarikannya minum. Dia minta air mineral, tapi yang ada teh kemasan botol plastik. Maria pun minum, tanpa sedotan. Arek-arek iki tego, aku dikon ngglogok. (Selama wawancara, Maria memang lebih banyak menggunakan bahasa Jawa).

*LANGKAH MBAK SEKARANG?

Ikuti saja hasil di persidangan apa. Saya juga mau pikirkan karir saya sebagai penyanyi dangdut. Sebentar lagi saya siapkan album.

*TEMANYA?

Tentang alam. Nah, waktu ke Lapindo saya juga terinspirasi memasukkan banyak lagu tentang kejadian alam di album itu.

*ADA YANG MENGATAKAN MBAK TIDAK COCOK JADI PENYANYI DANGDUT.

Saya tak berkesenian dengan paksaan siapapun. Juga tak ada yang berhak menghalangi saya. Saya juga tak hanya menyanyi, saya ini juga pemain sinetron dan berteater juga. Jadi masih banyak ladang lain untuk berkesenian.

*TENTANG PERCERAIAN MBAK ITU BAGAIMANA?

No comment. Saya lebih suka bicara tentang video itu. (RADAR Surabaya mendesaknya lagi. Akhirnya Maria menjawab). Tak ada perceraian itu. Itu cara orang lain mendompleng masalah ini.

*KELUARGA SEKARANG TINGGAL DI MANA?

Saya tak mau bilang, kasihan orangtua saya. Mereka ikutan stres dengan masalah ini. Biar saya saja yang urus. Doakan selesai cepat ya.

1 comment:

  1. www.denuglu.blogspot.com10:49 PM, December 02, 2007

    Salam buat Mbak Eva

    ReplyDelete