11 December 2006

Aku Kolektor Album Natal



Saat menulis catatan ini, saya menikmati THE CHRISTMAS ALBUM milik DAVID FOSTER. Dia salah satu komposer favorit saya. Di album ini David menghimpun sejumlah penyanyi ternama macam NATALIE COLE, CELINE DION, TOM JONES, ROBERTA FLACK, PEABO BRYSON, hingga VANESSA WILLIAMS.

Lagu-lagunya standar ala White Christmas, Blue Christmas, The First Noel, O Holy Night, The Christmas Song. Cukup bervariasi karena David Foster membuat aransemen sesuai dengan karakter si penyanyi. Sebagai ‘raja pop’, album ini memang kental dengan nuansa pop. Ringan-ringan saja lah.

Setelah pekan pertama bulan Desember, tiap tahun, saya punya tradisi memutar lagu-lagu Natal di kamar. Saya lakukan itu sejak SMA. Jangan heran, koleksi album Natal saya tergolong banyak dan variatif.

Mau album Natal macam apa? Saya punya. Pop. R&B. Jazz. Ngerock. Klasik. Kor atawa paduan suara. Opera. Country. Gamelan Jawa. Gamelan Bali. Campur sari.

Berikut beberapa koleksi album Natal saya:

DAVID FOSTER (pop)
CELINE DION (pop)
MARIAH CAREY (pop)
THREE TENORS-PAVAROTTI, DOMINGGO, CARRERAS (opera).
MORMON TABERNACLE GLORY CHOIR (paduan suara, USA)
NATALIE COLE WITH THE LONDON SYMPHONY ORCHESTRA (pop-orkestra)
PERRY COMO (pop standar)
GUNTHER GRASS (semi jazz)
BONEY M (disco)

Itu yang Barat. Album Natal versi Indonesia pun cukup banyak:

VICTOR HUTABARAT
BROERY MARANTIKA
BOB TUTUPOLY
MARGIE SEGERS (jazzy)
EMBONG RAHARJO (jazzy)
VOCALISTA SONORA (kor)
EXAUDIA (kor)
CAMPURSARI NATAL
NATAL ALA BALI

Beberapa album dihibahkan ke teman, hilang, atau ketelisut.

Yang jelas, stok album-album Natal ini sudah lebih dari cukup untuk memeriahkan Natal dan tahun baru di kamar saya.

Kalau dicermati, lagu-lagu Natal itu sejak zaman dulu sampai sekarang itu-itu saja. Memang sudah banyak lagu baru dibuat orang, namun lagu-lagu lama rasanya lebih berkesan di hati. Album campursari Natal, produksi Jogja, yang benar-benar baru terasa ‘asing’ sekali di telinga saya. Rasa natalnya gak ada.

Maka, yang terjadi adalah modifikasi lagu-lagu Natal standar (Christmas carols) semacam Joy to the World, Silent Niht, Holy Night, Jingle Bells, White Christmas....
Entah sudah berapa ribu kali christmas carols diolah para komposer, diproduksi sebagai album natal, dilempar ke pasar musik. Orang Kristen toh tidak bosan-bosannya mengoleksi album itu untuk mewarnai masa Natal.

Saya pribadi tidak pernah membeli pohon terang, bikin kandang natal, pasang aksesoris, dan tetek-bengek Natal lainnya. Koleksi album Natal sudah lebih dari cukup, bagi saya, untuk membuat ‘demam natal’ di hati saya. Saya nikmati betul setiap komposisi karena rata-rata berkualitas tinggi. Jauh lebih apik ketimbang lagu-lagu pop Tanah Air.

Di antara sekian ribu lagu Natal abadi, everlasting songs, saya memberi nilai istimewa pada tiga lagu. Saya tergetar setiap kali mendengarkannya. Komposisinya luar biasa. Lebih-lebih kalau yang nyanyi juga penyanyi luar biasa. Apa saja tiga lagu Natal favorit saya? Ini dia.

1. O HOLY NIGHT karya Adolphe Adams, penyanyi LUCIANO PAVAROTTI atau PLACIDO DOMINGO atau JOSE CARRERAS. Komposisi ini dahsyat punya, memang lebih cocok dibawakan dengan teknik opera. Seriosa. Penyanyi Indonesia yang mampu membawakan lagu ini dengan nyaman tak lain CHRISTOPHER ABIMANYU, bekas juara satu seriosa di Indonesia.

2. THE CHRISTMAS SONG (CHESNUTS ROASTING ON AN OPEN FIRE) karya Mel Torme dan Robert Wells. Lagu ini dahsyat untuk kategori jazz, lebih tepatnya swing. Saya pun sering memainkan lagu ini dengan alat musik tiup. Santai, membuai, suasana natalnya terasa sekali di sini. Cocok dibawakan NAT KING COLE (dan anaknya NATALIE COLE). Dahsyat.

3. Untuk kategori paduan suara saya pilih FOR UNTO US A CHILD IS BORN. Ini karya komponis besar George Frederic Handel (1685-1759), petikan opera The Messiah. Komposisi kor ini tergolong sangat sulit, penuh dengan lengkung silabis, sehingga hanya kor profesional yang mampu membawakannya.

Kapan ya ada karya paduan suara sehebat ini dibuat lagi?

Saya beberapa kali menyaksikan beberapa kor hebat di Surabaya (Universitas Kristen Petra, Surabaya Oratorio Society) membawakan lagu ini. Ternyata, kalah jauh dengan kor orang Barat yang saya nikmati di album natalku. Akhirnya, saya sadar bahwa kor atawa paduan suara itu memang kesenian Eropa alias Barat. Sehebat-hebatnya kita, orang Indonesia atau Asia, tak akan bisa menandingi kualitas mereka.

Sebagai catatan akhir: album-album Natal produksi Indonesia kebanyakan kurang bermutu alias dibuat asal-asalan. Penggarapannya parah. Mixing, aransemen, sound... semuanya parah. Beda sekali dengan album-album Natal versi Barat.

Begitulah potret bangsa kita yang sejak dulu kurang mengutamakan mutu. Termasuk dalam urusan membuat lagu-lagu Natal.

Tak apa-apa. Yang pasti, mengutip DAVID FOSTER, saya ingin berkata:

“The songs of Christmas have always been a source of inspiration to me and my family.”

5 comments:

  1. Boss...,
    Salam kenal kenal dari saya; Vincent.
    kalo boleh mbok yao lagu natalnya yang gaya gamelan Bali itu, di share laahh...

    istri saya orang Bali, hitung2 obat kangen buat ganti mudik hehehehe.... thanks ya boss...


    GBU always

    ReplyDelete
  2. boss.. mau donk koleksi lagu natal versi gamelan bali. kmrn tgl.14 maen ke joger ada setel album2 itu.
    contact di email saya aja di p40lo82@gmail.com. terima kasih ya. salam damai natal

    ReplyDelete
  3. ada link yang natal gamelan bali ga pak???
    bagi dong??? hehehe rambo.gultom@gmail.com

    ReplyDelete
  4. Cerita lama namun enak dibaca.

    ReplyDelete
  5. Lagu² natal layaknya candu

    ReplyDelete