04 November 2006

Margaret Teja Surya BCF Sidoarjo



Manis, murah senyum, cepat akrab dengan saya. Gadis ini anak pertama Johan Tedja Surya dan Siaw Jewice Maria, bos Perumahan Bumci Citra Fajar, BCF, Sidoarjo. Di usia belia MARGARET SETEFANI TEJA SURYA sudah dipercaya ayahnya untuk mengelola beberapa unit usaha BCF.

Selepas SD di Jakarta, Margaret dikirim ayahnya, Johan Teja Surya, untuk belajar di Sydney. SLTP hingga perguruan tinggi diselesaikan di negeri kanguru itu. “Saya sembilan tahun di Sydney. Terakhir belajar manajemen perhotelan,” cerita Margaret Setefani kepada saya di Tivoli Convention Center, kompleks BCF Sidoarjo, belum lama ini.

Tinggal sembilan tahun di Australia, apalagi sejak di usia remaja, membuat bahasa Inggris si Margaret begitu lancar, mirip penutur bule saja. Pergaulannya luas. Yang menarik, meski tinggal cukup lama di Sydney, gadis kelahiran Jakarta, 9 Desember 1982 ini, mengaku tidak bisa melepaskan dua hobinya, yakni memasak dan membaca buku (apa saja). Praktis setiap hari Margaret berbelanja, masuk ke dapur, dan memasak makanan apa saja sesuai seleranya.

“Saya bisa memasak hampir semua jenis masakan. Mau makanan barat, Chinese, masakan Indonesia, dan sebagainya. Kalau nggak percaya, kapan-kapan Anda ke sini untuk mencicipi masakan saya,” kata Margaret lalu tertawa kecil.

Menurut Margaret, setiap kali keluarganya menengok dia di Sydney, sang ayah dan ibu tidak pernah lupa membawa majalah FEMINA. Majalah wanita (dewasa) ini ibarat obat untuk melepas rindu pada kampung halamannya di Indonesia. Mau tahu rubrik apa yang paling ia sukai? “Rubrik masak-memasak,” tutur Margaret.

Ia lantas menjajaki resep-resep ala FEMINA, dan ternyata sukses. Beberapa waktu kemudian Margaret merancang sendiri resep-resep tertentu untuk dimuat di majalah itu. Ternyata memang dimuat beberapa kali. Sampai sekarang Margaret Setefani masih tercatat sebagai anggota Klub Kuliner FEMINA.

“Boleh dikata, saya ini anggota termuda,” ujar Margaret.

Ihwal hobi yang satunya, baca buku, Margaret mengaku suka main ke taman-taman di Sydney sambil membawa buku-buku kesukaannya. Buku itu dilahapnya sampai tandas, ganti buku, dan seterusnya. Di kota pendidikan dan budaya sekaliber Sydney, katanya, kita sangat mudah mendapatkan buku-buku baru dan bermutu. Perpustakaan umum pun sangat menunjang. Didukung kemampuan bahasa Inggris yang fasih, Margaret benar-benar menikmati hobi yang sehat itu.

Main musik, nonton, dugem? Margaret mengaku main piano klasik sejak anak-anak. Namun, ia kurang suka musik, apalagi menyanyi. “Orang kalau tidak senang, ya, nggak akan menekuni piano atau alat musik lainnya. Lain kalau adik saya memang sangat menikmati pianonya. Saya hanya suka dua itu: masak dan baca.”

Kini, Margaret Setefani dipercaya manajemen BCF untuk mengelola Tivoli Convention Hall serta beberapa unit usaha baru seperti Laris’o Cafe, Fitness Center, Aerobic Center. Waktunya, tentu saja, lebih banyak di kantor, membuat program, meeting, analisis marketing, dan tugas-tugas manajerial lainnya. Tapi Margaret bukanlah tipe manajer atau profesional muda yang enggan berpanas-panas di dapur, memasak. Pekerjaan khas ibu rumah tangga (begitu image yang berkembang di Indonesia) ini justru semakin ditekuninya.

Kenapa begitu gandrung memasak? Bukankah Anda sudah jadi manajer? Margaret terdiam sejenak.

 “Tahu nggak cita-cita saya waktu kecil. Saya itu hanya ingin jadi ibu rumah tangga saja, mengurus anak-anak. Saya senang sekali sama anak-anak. Aneh, ya, cita-cita saya,” katanya.

Jangan heran, Margaret sudah membaca buku-buku seputar urusan rumah tangga seperti bagaimana mendidik anak-anak, mencarikan sekolah, mengasah bakat anak-anak, dan seterusnya. So, kapan berumah tangga? Khusus soal ini, Margaret Setefani berkali-kali mengatakan off the record.

Okelah.

2 comments:

  1. wah..tadi saya kita ini domain anda yang punya ?
    http://www.tejasurya.com

    ReplyDelete
  2. Bisa saya minta alamat email ibu stefanie ... Sy berniat membeli property yg sdh belasan th kosong di bcf golf ... Harga yg ditawarkan sdh di mark up terlalu tinggi atau dimakelari dengan harga yg tidak masuk akal ...

    ReplyDelete