21 November 2006

Lambert NUSA INDAH meninggal


Penerbit Nusa Indah, salah satu pelopor penerbitan Katolik yang berpusat di Ende, Flores, berdukacita. Belum lama ini LAMBERTUS RESI, kepala GUDANG BUKU NUSA INDAH di Jalan Polisi Istimewa Nomor 9 Surabaya, kompleks Soverdi, meninggal dunia.


Lambert, sapaan akrabnya, meninggal di RKZ St Vincentius a Paulo Surabaya karena hipertensi. Penyakit darah tinggi ini memang sudah lama diidap pria asal Ende, Flores, itu.

“Masuk rumah sakit hari Minggu, Seninnya sudah nggak ada,” tutur YOHANA ERNANI, kolega almarhum di Gudang Buku Nusa Indah, Surabaya, kepada saya.

Lambert energetik, suka membaca (maklum, selama 16 tahun mengurus buku-buku Nusa Indah), senang diskusi, dan kritis terhadap berbagai masalah sosial kemasyarakatan dan gerejawi. Dia juga aktif di Paroki Hati Kudus Yesus (Katedral Surabaya) sebagai pengurus lingkungan, paduan suara, serta kegiatan-kegiatan lain.

“Aneh kalau orang Flores tidak aktif di gereja,” ujar Lambert kepada anak-anak muda Flores yang baru datang ke Jawa untuk kuliah atau bekerja.

Menurut Lambert, orang Katolik tidak cukup hanya rajin ke gereja setiap minggu. Aktif di kegiatan-kegiatan rohani, lingkungan, wilayah, paroki, kategorial, tak kalah penting dengan liturgi rutin. Bagaimana kalau tidak sempat?

“Yah, diusahakanlah. Jangan sampai orang Flores tidak kenal gereja setelah merantau di Jawa. Ingat, gereja itu kekuatan kita,” begitu pesan ayah empat anak itu kepada kaum muda Flores di Surabaya.

Istrinya, PAULINA NATALIA KASIATI, bekerja di kantor Palang Merah Indonesia Cabang Surabaya. Mengurus distribusi buku-buku Nusa Indah--dan beberapa ‘anak’ perusahaan, plus terbitan Kanisius, Dioma, CLC, dan penerbit Katolik lain--membuat Lambert punya banyak relasi. Sudah tak terbilang jemaat kristiani yang terbantu berkat jasa baik Lambert.

Tak heran, banyak pencinta buku di Surabaya sangat kehilangan almarhum. "Saya ingat betul ketika Pak Lambert membantu saya mengirim SYUKUR KEPADA BAPA, buku nyanyian liturgi yang dulu dipakai di Flores. Di toko buku mana pun nggak ada karena nggak dicetak lagi. Eh, almarhum akhirnya mengirim buku itu ke alamat saya di Jember,” kenang Kopong, asal Flores Timur.

Almarhum selalu berusaha memuaskan para pencinta buku meskipun fasilitas dari Penerbit Nusa Indah pas-pasan saja, beda jauh dengan penerbit besar macam PT Gramedia Pustaka Utama.

Selain warga lingkungan/wilayah, beberapa pastor SVD secara khusus memimpin upacara pelepasan jenazah Lambert ke tempat istirahat terakhirnya. Di antaranya, Pater LUKAS BATMOMALIN SVD (direktur Penerbit Nusa Indah), Pater ELIAS DONI SVD, serta Pater LAMBERT PAJI SERAN SVD.

Pater Lambert yang berasal dari Adonara Timur itu merupakan salah satu teman diskusi almarhum Lambert Resi. Saya pun selalu dapat informasi tentang buku-buku baru dari almarhum.

Selamat jalan, Sahabat!

Requiescat in pace!

No comments:

Post a Comment