24 November 2006

Koes Plus Tak Pernah Mati



YON KOESWOYO memang gaek, tapi masih kuat bernyanyi. Di Surabaya, belum lama ini, dia sanggup membawakan 36 hits KOES PLUS di Gedung Balai Pemuda. Yon berhasil melepas kerinduan sekitar 400 peminat Koes Plus di Surabaya dan sekitarnya.

Yon tampil dengan bendera 'Koes Plus', namun grup legendaris asal Tuban ini hanya menyisakan YON KOESWOYO sebagai personel asli KOES PLUS. Tiga personel lain semuanya anak muda. Mereka diajak Yon untuk menghidupkan kembali ‘roh’ KOES PLUS. Mereka adalah DANANG (gitar/keyboard), SONI (bas), dan SENO (drum).

"Saya dan Danang baru diajak empat bulan lalu untuk gabung. Kebetulan selama ini band kami (di Jakarta) selalu main lagu-lagu Koes Plus. Pasti lagunya Koes Plus. Jadi, kita nggak ada masalah. Justru makin semangat setelah tampil di Surabaya," ujar Soni kepada saya.

Pemain bas asal Jakarta ini tampil bagus dengan gaya panggungnya yang lincah. Segar, bergairah. Begitu naik panggung, YON KOESWOYO langsung mengajak hadirin menyanyi ‘Kisah Sedih di Hari Minggu’. Lagu lama yang dipopulerkan kembali oleh MARSHANDA ini, kata Yon, mengingatkan dia pada tsunami di Aceh, 26 Desember 2004.

"Tsunami di Aceh terjadi hari Minggu. Jadi, memang kisah sedih di hari Minggu," ujar pria pendiam ini.

Lagu-lagu KOES PLUS (lanjutan KOES BERSAUDARA) sederhana, gampang dicerna, melodinya manis, syairnya tentang peristiwa keseharian di masyarakat. Putus cinta dengan Diana, putri paman petani, tak membuat Koes Plus larut dalam duka dan cengeng.

"Diana, Diana kekasihku… bunuh saja orang tuamu," begitu syair yang dipelesetkan oleh penonton di Surabaya. Gayeng, akrab, renyah.

Tiga lusin lagu yang dibawakan Yon Koeswoyo--di antaranya, tiga lagu oleh Danang--antara lain Pusaka, Kembali, Manis dan Sayang, Bis Sekolah, Kembali ke Jakarta, Layang-Layang, Tul Jaenak, Cinta Buta, Gethuk Ijo, Cintamu Telah Berlalu, Bujangan, Why Do You Love Me, Dara Manisku, Nusantara, Telaga Sunyi, Pelangi, Bunga di Tepi Jalan, Kroncong Pertemuan, Muda-Mudi, Hidup Yang Sepi, Mengapa. Konser ditutup dengan Kapan-Kapan.

Ditanya berapa lagu yang bakal dibawakan, Yon Koeswoyo mengatakan, "Ya, sakuate. Pokoke sakuate!"

Yon ternyata bisa membuktikan sesumbarnya. Ketika sudah membawakan 30-an lagu, justru penonton yang tidak kuat karena karena sudah mendekati pukul 24:00. "Kalau saya lagi senang, ya, saya bisa menyanyi puluhan lagu. Itu sudah biasa bagi saya," ujar Yon.

Resepnya apa? tanya saya.

“Sederhana saja. Minum air putih sebanyak-banyaknya.”

Banyaknya lagu yang dinyanyikan Yon juga tak lepas dari popularitas KOES PLUS. Karena hampir semua lagu dikuasai penonton, Yon lebih banyak memberi kesempatan kepada penonton untuk menyanyi. Jadilah paduan suara dadakan di Balai Pemuda.

"Yang banyak menyanyi malah penonton," komentar HERI LENTHO, pengurus Dewan Kesenian Jawa Timur.

No comments:

Post a Comment