26 November 2006

Ian Antono Achmad Albar God Bless


Oleh Lambertus Lusi Hurek

Sabtu, 26 November 2006, kantor RADAR SURABAYA di Graha Pena dikunjungi ACHMAD ALBAR dan IAN ANTONO. Albar 60, Ian 56, sama-sama legenda musik rock Indonesia. Kebetulan esok harinya, Albar, Ian bersama para mantan dedengkot rock Surabaya bikin ‘konser reuni’ di Balai Pemuda, Surabaya.

Koran RADAR SURABAYA ikut mensponsori even langka itu. “Anggap aja main musik untuk kangen-kangenan. Saya dan Ian main tidak sebagai GOD BLESS,” kata Achmad Albar, kelahiran Surabaya, 16 Juli 1946.

Albar vokalis, sekaligus pendiri God Bless, Ian gitaris ben hard rock yang berdiri pada 5 Mei 1973 itu. Ada dua personel lagi di formasi God Bless, yakni DONNY FATTAH (55 tahun, bas) serta ABADI SOESMAN (55, keyboard). Pada akhir November 2006 God Bless pincang karena tak punya drummer.

“Gilang Ramadhan sudah tidak di God Bless,” jelas Achmad Albar. Gilang, yang malang melintang di beberapa ben, rupanya terlalu sibuk sehingga sulit fokus ke God Bless.

“Sekarang kita lagi cari drummer. Siapa yang mau gabung?” canda Achmad Albar. Teman-teman wartawan, para rocker Surabaya, yang mendampingi Albar-Ian ke Graha Pena, tertawa lebar.

“Bagaimana kalau YAYA MUKTIO?” tanya Sumarlin, wartawan RADAR Surabaya. Muktio drummer Gong 2000, ben yang juga diperkuat Ian, Albar, Donny, dan Harry Anggoman.

“Oh, Yaya Muktio itu drummer bagus,” tukas Ian Antono.

“Tapi kayaknya dia gak bisa gabung,” sambung Albar.

Maka, empat personel God Bless, yang sudah tergolong sepuh ini, masih berusaha melengkapi formasinya. Baik Ian maupun Albar bertekad terus main musik, hard rock, sampai fisik tak kuat lagi. "Kita olahraga terus lah,” kata Albar, lagi-lagi dengan nada canda. “Tapi sakitnya juga sama,” tambah Ian.

God Bless merupakan grup hard rock legendaris Indonesia. Semua personel rata-rata pakar di bidangnya. Kebolehan Ian Antono memetik gitar siapa yang meragukan? Donny Fatah, basis terbaik, juga komposer hebat. Lihat saja lagu ‘Musisi’, karya Donny yang luar biasa itu.

Sayang, grup ini sulit sekali merilis album. Sejak 1973 sampai 2006, sekitar 33 tahun, God Bless hanya berhasil merilis lima album. HUMA DI ATAS BUKIT (1976), CERMIN (1980), SEMUT HITAM (1987), MARET 1989 (1989), APA KABAR (1997).

Artinya, hampir sembilan tahun God Bless tidak bikin album baru. Padahal, mereka masih sering ikut konser besar seperti Soundrenaline, Salam Lebaran, hingga Konser 20 Kota. Penggemar God Bless masih banyak, termasuk anak-anak muda kelahiran 1990-an yang usianya sebaya dengan anak-anak para personel God Bless.

Kenapa begitu sulit merilis album? Saya pikir, antara lain, karena seringnya berganti personel. JOCKIE SOERYOPRAYOGO out diganti ABADI SOESMAN, pemain lama. TEDDY SUJAYA (drummer) keluar. “Sekarang Teddy bikin sekolah musik. Dia ngajar drum,” tutur Ian Antono.

Sempat ada ‘harapan’ ketika GILANG RAMADHAN masuk menggantikan Teddy. Formasi ini sempat dikenal luas publik musik Tanah Air. Sayang, Gilang tidak lama di God Bless.

Rencana bikin album pada 2005, seperti pernah disampaikan Donny Fattah kepada saya di Malang pada 2004, hanya tinggal rencana. Padahal, peminat God Bless, termasuk saya, terus menanti-nantikan album baru ben yang pernah mendampingi DEEP PURPLE saat konser di Jakarta, 5 Desember 1975 itu.

“Ngomong-ngomong, kapan bikin album baru?” tanya Sumarno, wartawan RADAR Surabaya.

“Yah... mudah-mudahan secepatnya. Kita pun sudah tidak sabar lagi,” kata Achmad Albar.

“Prosesnya sedang berjalan. Sekarang sudah delapan lagu,” tambah Ian Antono.

Biasanya, album rock di Indonesia berisi 10-12 lagu. Artinya, rencana God Bless merilis album anyar sebetulnya tinggal soal waktu saja. kendalanya, ya itu tadi, God Bless belum punya penabuh beduk Inggris.

“Doakan aja semoga bisa rilis tahun depan,” kata Albar.


Di antara rombongan yang datang ke Graha Pena, malam itu, terdapat wanita setengah baya. Namanya TITI SAELAN. Dia tak lain istri Ian Antono. Saya dan dia pernah ngobrol santai di sela-sela konser di Malang pada 2004. Eh, sekarang ketemu lagi di Graha Pena.

"Nggak terasa saya sudah 32 tahun mendampingi God Bless ke mana-mana. Begitulah, saya tidak bisa dipisahkan dari God Bless,” kata Titi Saelan, bekas drummer sebuah ben perempuan.

Bincang-bincang di Graha Pena ini hangat, sangat akrab. Ian Antono dan Achmad Albar, yang garang di atas panggung itu, ternyata rendah hati. Mereka memang layak menjadi ikon musik rock di Indonesia.

2 comments:

  1. god bless emang oke. tapi kapan nih keluar album baru. aq fans god bless.

    ReplyDelete
  2. GOD BLESS IS INDONESIAN ROCK GODFATHER EVER.
    SOME TRIBUTES FOR THE NOW..MAN!!!!!
    www.ragazyga.blogdetik.com
    www.ragazyga.blogspot.com

    ReplyDelete