25 November 2006

Gereja Santo Paulus Juanda



Saya tinggal di Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, sebagai umat Katolik, daerah kami otomatis masuk wilayah Paroki Santo Paulus. Gerejanya di Jalan Raya Bandara Juanda.

Andai tuan melintas di jalan raya kawasan bandara internasional itu, maka tuan mudah menemukan gereja baru di pinggir jalan. Sebab, tak ada gereja lain di kawasan itu.
Arsitekturnya unik, karya Ir Benny Purbandanu dari Universitas Kristen Petra, Surabaya. Pintu gerbang mirip candi peninggalan Majapahit. Tepat di belakangnya ada pura, tempat ibadah umat Hindu. Dua tempat ibadah ini berdiri berkat fasilitas tanah yang diberikan TNI Angkatan Laut.

Kenapa berbentuk candi?

"Kita ingin gereja lebih berwajah Indonesia. Ramah pada lingkungan," kata Romo HERIBERT BALLHORN SVD dalam sebuah khotbah di gereja. Pastor asal Jerman, lahir pada 2 Juni 1938 ini, paling gigih memperjuangkan berdirinya Gereja Santo Paulus di Juanda.

Romo Heri (sapaan akrabnya) sangat disiplin. Beberapa umat bilang dia 'keras dan kaku'. Anak-anak tak boleh main-main atau menangis di dalam gereja. Dia minta para orang tua, yang punya anak kecil, agar duduk di bangku bagian belakang. Maksudnya, kalau anak-anak itu rewel, ya, silakan keluar sebentar.

"Romo Heri ini tipe pastor konservatif. Dia nggak mau liturgi terganggu," ujar Deddy, aktivis Gereja Salib Suci, Waru, Sidoarjo. Kebetulan Romo Heri ini bertugas di Gereja Juanda dan Gereja Salib Suci.

*******

Gereja Santo Paulus Juanda tergolong baru di Keuskupan Suraaya. Misa perdana digelar pada 20 Agustus 2005. Misa pontifikal itu dipimpin langsung oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia MGR MALCOM A RANJITH.

Diikuti sekitar seribu umat, dubes asal Srilangka ini didampingi Romo JULIUS HARYANTO CM (Administrator Keuskupan Surabaya), Romo COSMAS BENEDIKTUS SENTI FERNANDEZ Pr (Sidoarjo), Romo HERIBERT BALLHORN SVD (Juanda, Salib Suci, Sidoarjo), dan Romo AGUS SUDARYANTO CM (Surabaya). Sekitar 20 pastor dari berbagai kota di Jawa Timur ikut hadir.

Selama hampir 30 menit, Dubes Vatikan memberkati beberapa elemen penting gereja seperti tempat baptis, altar, mimbar, tabernakel, ruang sakramen tobat, salib besar, patung Bunda Maria. Di akhir misa konselebrasi dilakukan penandatanganan prasasti.

"Acara di Juanda ini tergolong istimewa. Biasanya peresmian (oleh pejabat negara) dulu baru pemberkatan. Apalagi, yang memberkati Yang Mulia Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Malcom A Ranjith," kata JOHANES SUBEKTI, juru bicara panitia, kepada saya selepas misa.

Gereja Katolik Juanda ini dibangun di atas tanah seluas 4.000 meter persegi milik TNI Angkatan Laut. TNI AL memang menghadiahkan lahannya kepada umat Katolik untuk rumah ibadah. Sebelumnya, di belakang Gereja Juanda, umat Hindu juga mendapat hadiah tanah untuk PURA JALA SIDDI AMERTHA.

Setelah mendapat izin dari Pemkab Sidoarjo, kata STEFANUS TRIBUDI, Gereja Katolik Juanda mulai dibangun pada 27 April 2003. Ketua dewan Paroki Salib Suci, Waru, ini menjelaskan bahwa prosesnya cukup panjang dan melelahkan. "Dan ini memberikan tambahan pengalaman serta iman kepada kami," katanya.

Karena itu, Stefanus berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Mabes TNI AL, Pemkab Sidoarjo, donatur, serta berbagai pihak yang telah mewujudkan Gereja Santo Paulus di kawasan Juanda. "Kami semakin bahagia karena Panglima Armatim (Y. Didik Heru) ikut hadir dalam upacara pemberkatan dan misa perdana di sini," kata Stefanus. Dia menyebut biaya pembangunan gereja sekitar Rp 3,25 miliar.

Sementara itu, Dubes Vatikan berpesan kepada umat untuk selalu menjaga kesucian diri dan gerejanya. Datanglah beribadah karena cinta Tuhan. Berbusana rapi. "Come dressed properly. The church is not a catwalk for a fashion show," ujar MGR MALCOM A RANJITH.

Dubes kelahiran Polgahawela, Srilangka, 15 November 1947 ini, mengingatkan tradisi orang Thailand yang sangat santun ketika bertemu rajanya. Mereka berlutut, usai bertemu mundur dalam posisi tetap berlutut, dan terus memandang sang raja.

"Seharusnya begitu juga sikap kita di gereja. Kita datang menghadap Tuhan, Raja Segala Raja," kata Mgr. Malcom A. Ranjith.

2 comments:

  1. selamat atas diberkatinya gereja baru.

    ReplyDelete
  2. Hai, terima kasih karena telah mengulas gereja ini di blog anda. Sebagai tambahan informasi seputar gereja ini, anda dapat mengunjungi situs berikut ini :

    http://erwin4rch.wordpress.com/2008/02/24/gereja-katolik-santo-paulus-juanda/

    Semoga Tuhan senantiasa memberkati anda.

    Salam, Erwin

    ReplyDelete