14 October 2006

Pauline Poegoeh Soprano Surabaya




Surabaya beruntung punya PAULINE POEGOEH.

Gadis manis, sehat-subur, yang lahir di pada 3 Februari 1984 ini cukup 'nyeleneh' dibandingkan teman-teman seusianya. Ketika yang lain gandrung AFI, Indonesia Idol, KDI, band-band populer... Pauline justru memilih seni suara serius. Menjadi penyanyi klasik atau seriosa, genre musik yang praktis tak mendapat tempat lagi di televisi kita.

Pauline memang lain. Bermodal talenta hebat, ditambah latihan keras, cewek kelahiran Surabaya ini berkembang menjadi soprano yang matang. Di usia sangat belia itu, Pauline Poegoeh sudah bisa menggelar resital vokal (baca: konser tunggal) di Hotel Majapahit Surabaya beberapa waktu silam.

Dia pun menjadi soprano utama Surabaya Symphony Orchestra (SSO) pimpinan Solomon Tong, yang juga gurunya. Tiap kali SSO konser, Pauline pasti jadi solis utama. Dia juga mengajar vokal klasik untuk sekolah musik SSO.

Vokal Pauline adalah soprano yang unik. Ia mampu menjangkau nada-nada tinggi secara wajar, bahkan lebih tinggi ketimbang penyanyi klasik umumnya. Warna suaranya tebal, powerfull. Sehingga, sebenarnya Pauline tidak perlu bantuan mikrofon atau pengeras suara lainnya. Suara Pauline sudah dahsyat dari 'sononya'.

Tak heran, Solomon Tong, dirigen SSO, terpaksa menaikkan nada dasar agar cocok dengan suara Pauline. Misalnya, Ave Maria (Bach-Gounod) yang aslinya Es dinaikkan menjadi Ges, atau Panis Angelicus (Cesar Franck) yang biasanya G menjadi Bes. Ini luar biasa, karena biasanya penyanyi-penyanyi (pop) kita justru menurunkan nada dasar saat tampil live.

Disaksikan sejumlah pengusaha dan tokoh masyarakat, antara lain Kresnayana Yahya, Pauline mengawali resital dengan dua lagu seriosa Indonesia: Mekar Melati (C Simanjuntak) dan Dewi Anggraini (FX Sutopo). Dua nomor ini ibaratnya sudah tersimpan di 'museum' setelah Bintang Radio dan Televisi (BRTV), lomba menyanyi pada 1970-an hingga 1980-an tidak ada lagi.

Dari seriosa ringan, Pauline menjelajahi art song atau seriosa yang agak berat seperti Alamuhan (China), The Lord's Prayer (AH Malotte) dan Londonderry Air (Irlandia).

Lagu tradisional Irlandia--yang di sini lebih dikenal dengan Danny Boy, dan mirip dengan You Raise Me Up (Josh Groban)--itu menutup bagi pertama. Aplaus meriah untuk Pauline Poegoeh, sang soprano muda asal Surabaya.

Di bagian kedua, repertoar-nya makin berat. Sembilan nomor terakhir merupakan petikan opera karya Mozart, Puccini, dan Leoncavallo. Karya legendaris Puccini, Nesun Dorma, yang lazim dibawakan tiga tenor terbaik dunia (Luciano Pavarotti, Placido Domingo, Jose Carreras) dinyanyikan dengan enteng saja oleh Pauline Poegoeh.

"Nesun Dorma ini selalu dipakai untuk menguji kemampuan para vokalis tingkat dunia. Kalau Anda tidak bisa mencapai nada B, jangan coba-coba," ujar Solomon Tong, yang menyebut Pauline sebagai soprano terbaik di Indonesia.

Setelah 18 lagu, penonton tak beranjak dari tempat duduknya. Mereka bertepuk tangan, isyarat meminta bonus lagu alias encore. Pauline pun naik lagi ke panggung membawakan Indonesia Pusaka (Ismail Mz). "Bagian kedua kita nyanyi sama-sama," ajak Tong. Ternyata, tidak gampang karena penonton kewalahan mengikuti suara Pauline yang sangat tinggi itu.

"Saya puas karena respons penonton sangat bagus," ujar Pauline Poegoeh. Sekitar satu bulan ia mempersiapkan resital ini dengan bimbingan Solomon Tong. Meski cukup pendek, Pauline mampu menghafal 18 komposisi karena memang sudah biasa. "Saya ingin menjadi vokalis profesional," katanya.

Belajar teknik vokal pada usia 14 tahun, Pauline beruntung mendapat arahan khusus dari Solomon Tong. Dia juga dipercaya sebagai sparing partner beberapa soprano asing yang tampil bersama SSO. Pauline mengaku menggemari opera-opera gubahan WA Mozart, kemudian Puccini seperti La Boheme, Tosca, Madame Buterfly.

Kini, selain rutin menyanyi, Pauline menjadi guru vokal di Surabaya. Dia asyik dengan dunianya: seni suara.

5 comments:

  1. Pauline adik kelas saya dulu waktu masih kul di STTS. Dimana saya bisa kontak dgn dia ? Ada alamat emailnya kah ? Trims

    ReplyDelete
  2. Anda bisa hubungi

    SURABAYA SYMPHONY ORCHESTRA

    Jalan Gentengkali 15 Surabaya
    Telepon 031 531 3297, 534 2440
    Faksimili 6231 5342440
    Email: symphony_sso@yahoo.com

    ReplyDelete
  3. salut sama pauline. luar biasa!!!

    ReplyDelete
  4. moga2 jadi soprano kelas dunia...

    ReplyDelete
  5. salam sukses utk pauline.... maju terus!!!!

    ReplyDelete