21 October 2006

Elaine Montegriffo Relawan PPLH Trawas



Belum lama ini saya bertemu ELAINE MONTEGRIFFO di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Trawas, Mojokerto. Saya ditemani kawan-kawan penggiat lingkungan, budayawan, seniman. Dengan ramah, Elaine bercerita bagaimana ia meninggalkan pekerjaannya di Melborne agar bisa menjadi volunteer (relawan) di Indonesia.

Elaine lahir di London, Inggris, 8 Oktober 1958. Kemudian pindah ke Australia menjadi warga negara kanguru itu. Di Melbourne, Elaine pernah bekerja sebagai konsultan bisnis, marketing, hingga public relations. Di sela-sela kesibukan itu Elaine juga terjun sebagai pekerja sosial.

"Saya banyak membantu menangani perempuan dan anak-anak," cerita Elaine Montegriffo yang murah senyum itu. Pekerjaan sosial ini membuat ia semakin mendalami berbagai persoalan kemanusiaan. Elaine jadi sadar bahwa ternyata masih banyak anak-anak dan kaum perempuan, khususnya di negara berkembang, hidup susah, perlu perhatian dan bantuan.

Karena itu, setiap kali cuti Elaine Montegriffo berkunjung negara-negara dunia ketiga macam Afrika dan Bolivia. Di Bolivia, negara Amerika Selatan, misalnya, Elaine menjadi relawan independen.

"Saya hidup bersama orang-orang desa yang sederhana. Bolivia itu negara miskin, tidak seperti Indonesia," katanya.

Indonesia memang negara miskin, "Tapi kan banyak orang yang kaya sekali hahaha…." Saya tertawa geli mendengar humor cerdas ala Elaine.

Kembali dari Bolivia, Elaine semakin mantap keinginannya menjadi relawan di negara berkembang. Kali ini pilihannya Indonesia. "Karena saya suka Indonesia, negara tetangga Australia," ujar wanita berbadan kurus ini.

Bagaimana cara Australia mengorganisasi para relawannya? Ini banyak ditanyakan teman-teman dari Sidoarjo. Menurut Elaine, di sana ada AVI (Australia Volunteer Intensive), organisasi semipemerintah yang mengurus relawan. Warga Australia yang berminat mengajukan proposal, program kerjanya, serta negara tujuannya. Nah, Elaine Montegriffo memilih Indonesia.

"Kami semua ada 50 orang, tersebar di seluruh Indonesia," cerita Elaine.

Namanya juga relawan, petualangan ke pelosok-pelosok desa di Indonesia ini dilakukan secara sukarela, tanpa mengharap imbalan atau digaji. Lembaga yang menggunakan jasa relawan Australia ini tidak perlu pusing mencari uang untuk menggaji Elaine dan kawan-kawan. "Di Jawa Timur ini saya punya teman di Jombang," ujar Elaine yang tengah belajar bahasa Indonesia.

Hanya, AVI alias organisasi koordinator relawan tadi tetap menyediakan dana untuk biaya hidup selama berada di Indonesia. Elaine sendiri mengambil program lingkungan hidup di Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, dan sekitarnya selama dua tahun. Program itu dilaksanakan Elaine bekerja sama dengan PPLH.

"Cocok karena PPLH sedang mencari volunteer," tutur Elaine Montegriffo.

Elaine mengaku betah tinggal di pelosok yang jauh dari keramaian. Mungkin karena sudah jenuh dengan suasana kota besar macam Melbourne, Elaine ternyata kurang suka dengan keramaian kota seperti Surabaya, Jakarta, atau Sidoarjo. Ia memilih tinggal di pelosok-pelosok kampung, bergaul dengan orang-orang desa yang masih relatif 'bersih' dari polusi kota.

"Anda tidak takut tinggal di sini, katanya Indonesia sarang teroris?" tanya saya.

"Aduh, aduh… takut, takut, takut!" balas Elaine seraya mengangkat kedua tangannya.
Elaine sekadar bercanda, tentu saja. Isu bahwa Indonesia tidak aman, berbaya bagi orang Barat, ternyata tidak benar. "Di sini saya aman-aman saja," katanya lalu tertawa kecil.

3 comments:

  1. Oktober 2006, Elaine akhirnya kembali ke negaranya. Dia betah di pegunungan, tapi orang tuanya minta dia pulang. Takut dengan gejolak dan ancaman terorisme.
    "Kita kehilangan relawan yang dedikasinya tinggi," kata Arif Eddy Rahmanto, direktur program PPLH Seloliman, Trawas.

    ReplyDelete
  2. kita butuh relawan kayak elaine. relawan yg bener2 RELAwan. bukan yg hanya cari proyek. barvo!!!!

    ReplyDelete
  3. WA SAYA SALUT DENGAN PPLH DAN MOHON DIKIRIMI INFORMASI TENTANG PPLH TRAWAS KHUSUS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SISWA SMPN 20 SURABAYA

    ReplyDelete