30 October 2006

Benny Panjaitan, Panbers, Sang Legenda



Benny Panjaitan, vokalis Panbers (Panjaitan Bersaudara) tetap 'kenceng' dengan suara tenornya yang ekstrem tinggi. Praktis, karakter, nada dasar, grup yang berdiri tahun 1969 ini tidak berubah. Suara Benny yang tinggi serta melodi yang manis jadi andalan grup ini.

Selain BENNY PANJAITAN (vokal, gitar), Panbers diperkuat DOAN PANJAITAN (kibod), ASIDO PANJAITAN (drum), HANS NOYA (gitar), dan MAXIE PANDELAKI (bas).

Dalam konser di Surabaya, belum lama ini, saya catat Panbers membawakan 23 lagu, termasuk dua nomor 'non-Panbers', yakni Kucari Jalan Terbaik (Pance Pondaag) dan Don't Forget to Remember (The Bee Gees).

Benny sangat komunikatif. Sepanjang konser ia bercanda dan mengajak penonton, yang sebagian besar teman-teman lamanya, bernyanyi bersama. Di beberapa nomor, seperti Hidup Terkekang dan Musafir, penonton di baris depan seperti Herman Rivai dan Armuji diajak berjoget.

Gerakan tortor khas Batak diperlihatkan penonton saat Panbers membawakan sebuah lagu daerah Batak, atas permintaan Herman Rivai. "Anda kan dari Sumatera Utara, masa nggak ada lagu Bataknya," tukas politisi dari PAN Surabaya ini.

Panjari, murid kelas 1 SD, bikin heboh Balai Pemuda. Ia didaulat Benny ke atas atas panggung untuk menyanyikan Gereja Tua. Meski tak pernah berlatih sebelumnya, Panjari bisa berpadu dengan Panbers. Yang menarik, Panjari berakting layaknya vokalis profesional.

Ia memperagakan kesedihan seorang pemuda karena ditinggal kawin pacarnya yang 10 tahun tidak bertemu. "Siapa bilang penggemar Panbers hanya orang-orang tua? Lihat ini, di Surabaya ada Panjari," ujar Benny

PUTUS cinta, gagal menikah, tak harus membuat orang stres. Ambil gitar, nyanyikan melodi-melodi manis, dan nikmatilah keindahan! Resep lama versi Benny Panjaitan, vokalis utama Panbres, grup legendaris tempo doeloe ini, rupanya sangat jitu bagi anak-anak muda pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Dan, ketika lagu-lagu lawas ini dibawakan kembali oleh Benny Panjaitan di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (7/12), para hadirin diajak mengenang masa remajanya pada 1970-an. "Dulu, waktu pacaran, saya dan pacar, yang sekarang jadi istri saya, selalu menyanyikan lagu-lagu Panbers. Romantis sekali, apalagi Bang Benny membawakannya dengan penuh perasaan," ujar Gatot, warga Kertajaya yang datang bersama istrinya.

Malam itu, Benny tidak tampil bersama Grup Panbers. Penyanyi berdarah Batak, Sumatera Utara, yang melewatkan masa remaja di Surabaya ini hanya diiringi oleh Abouwhim Band, Surabaya. Meski begitu band yang didominasi anak-anak muda asal Papua ini cukup berhasil menghadirkan gaya dan sound khas Panbers.

"Persiapan kami sekitar dua bulan, dengan 15 lagu Panbers," ujar Marthen Korwa, leader sekaligus vokalis Abouwhim Band.

Diawali dengan 'Akhir Cinta', diciptakan tahun 1970, kualitas vokal Benny Panbers praktis tak berubah. Dia sengaja menyanyi dengan nada dasar yang sama dengan 30-an tahun lalu. Ketika penonton meminta lagu 'Pilu', Benny kontan menukas, "Tahu artinya pilu? Pilek melulu ha-ha...!"

Pada 1971, alias 32 tahun lalu, Benny Panbers menyanyi di nada dasar C. Di Balai Pemuda, Benny menyanyi dengan nada dasar sama, C. Kenapa vokal Benny bisa terjaga selama tiga dasawarsa?

"Saya tidak merokok. Tidur cukup, dan paling penting, saya tidak pernah mengonsumsi narkoba. Saya antinarkoba. Saudara-saudara sekalian, kebetulan saya juga salah satu ketua DPD Granat di Jakarta," ujar Benny disambut tepuk tangan meriah.

Lalu, meluncurlah lagi 'Pilu' yang sangat menguras kemampuan vokal Benny.

Usai 'Masa Remaja', penonton yang juga terdiri dari pengusaha, pejabat, dan politikus, mendesak agar Benny segera menyanyikan 'Gereja Tua'. Lagu romantis--lagi-lagi tentang gagal cinta--diciptakan Benny pada 1985. Lagu ini membuahkan piringan emas kesembilan untuk Grup Panbers. Masih dalam nada dasar C, kembali ayah tiga anak ini mendemonstrasikan kemampuannya melantunkan nada-nada ekstrem tinggi.

Asal tahu saja, suara Benny mencapai c'', di atas tenor biasa (hanya sekitar g atau a). Luar biasa! Tapi, kasihan bagi penonton yang tak mampu menyanyikan bagian refrein. "Edan tenan tingginya," komentar seorang bapak di samping saya.

Malam itu, sedikitnya 17 lagu Panbers dibawakan Benny Panjaitan dengan mulus. Di samping nomor-nomor tadi, muncul 'Kisah Cinta Remaja', 'Hari Perkawinan', 'Terlambat Sudah', 'Musafir', 'Indonesia is My Lovely Country', 'Cinta dan Permata', 'Bunga Mawar', 'Situmorang', dan 'Tak Kusangka'. Benny juga membawakan beberapa nomor dari The Bee Gees seperti 'I Started a Joke' dan 'Don't Forget to Remember Me'.

Benny tak hanya menyanyi. Selama dua jam lebih konsernya, ia juga memberi kesempatan kepada hadirin untuk bertanya, apa saja. Ternyata tanggapan penonton luar biasa.
Banyak hal ditanyakan, mulai dari kisah di balik lagu, hingga permintaan lagu.

"Bang Benny, saya juga Panjaitan. Saya minta lagu Situmorang," ujar seorang penanya asal Batak. Si Benny memenuhi semua permintaan penonton. "Minta lagu dangdut?" teriak seseorang.

Gampang saja, kata Benny. Menurut dia, sebelum Rhoma Irama eksis di dunia dangdut, Grup Panbers sudah lebih dulu menciptakan lagu dangdut bertajuk 'Musafir'. "Musafir, hidupmu bebas tiada ikatan...!"

2 comments:

  1. pagi om.........aq nina,aq cman mau knal lebih dekat aj dengan om benny,soalnya aq suka bgt dengan lagu2 om,aq juga turut prhtin ats pnclikan ori y.tlong bls comment aq y om.klo bs aq mnta nmr hp

    thank you

    ReplyDelete
  2. Pak Bertus yth :
    Ini sudah hari ketiga saya mencari alamat/kontak dengan group band legendaris PANBERS. Saya ingin menggelar sukuran dengan menampilkan konser PANBERS di Sukoharjo-Solo. Mohon kalau Bapak punya nomer telp manajemen PANBERS.
    Widi Sukoharjo-solo. 081 2265 9985

    ReplyDelete