09 October 2006

Ave Maria Rasa Pop Victor Hutabarat




Oktober 2006 ini bersamaan dengan bulan Ramadan. Gebyar puasa pun terasa di mana-mana. Khotbah. Tausyiah. Ceramah. Artis-artis bicara agama. Pakai kerudung rame-rame. Rilis lagu islami. Buka puasa bersama. Sahur bersama. Mualaf bersaksi. Kunjungi anak yatim. Seminar. Dan seterusnya.

Acara televisi Indonesia pun praktis berubah 180 derajat. Ramadan melulu. Masih untung orang Barat tetap main bola sehingga siaran langsung sepak bola di televisi tetap ada. Lumayan, saya yang gila nonton bola masih punya peluang untuk menonton televisi. Masa, hanya lihat ceramah dan tanya-jawab agama Islam melulu. Apalagi, lawakan slapstick ala Eko Patrio dan kawan-kawan.

Nah, bersamaan dengan Ramadan orang Katolik menggelar devosi bulan maria sepanjang Oktober. Selain Oktober juga Mei. Devosi itu kebaktian pribadi/jemaat yang tidak wajib, tapi sangat dianjurkan. Di Surabaya, meski terbawa suasana Ramadan, saya lihat banyak sekali aktivitas untuk mengisi bulan maria: Doa Rosario. Ziarah. Bakti sosial. Seminar dan ceramah. Paduan suara.

Yang punya uang ziarah (sambil rekreasi) ke luar negeri macam Lourdes (Prancis) atau Fatimah (Portugal). Ini semua jalan untuk mengembangkan hidup rohani masing-masing.

Saya sendiri, seperti biasa, mengisi bulan maria dengan rosario pribadi serta dengar lagu-lagu maria. Saya suka doa rosario dalam bahasa Latin. Kayak orang-orang Katolik tempo doeloe lah. Hehehe...

Praktis, acara kontas gabungan macam di Flores Timur tidak ada di komunitas Katolik Jawa Timur. Ada sih doa lingkungan, tapi skalanya sangat kecil. Tradisi rosario bersama--di Flores Timur disebut 'kontas gabungan'--praktis tak ada. Doa ya doa.. pendalaman iman, lalu selesai. Yah, lain padang lain belalang lah!

BICARA bulan maria, saya mau bahas sedikit kaset/CD AVE MARIA milik Victor Hutabarat. Penyanyi kelahiran Palembang 29 Agustus 1955 ini bikin album rohani katolik? Begitulah. Victor yang Protestan memang merambah ke mana-mana, termasuk kasidah, tanpa harus pindah agama, bukan? Victor itu pelintas batas.

"Tuhan tidak dapat dibatasi oleh aliran agama yang ada saat ini. Mazmur 133," tulis Victor Hutabarat, suami Yolanda Simanungkalit.

Oh, ya, pasutri ini punya dua anak: Keshiaviola Hutabarat dan Lavico Hutabarat. Album AVE MARIA ini sekaligus menjawab kerinduan umat Katolik, khususnya di Nusa Tenggara Timur, macam saya, yang sejak 1980-an tergila-gila dengan suara Bang Victor yang lantang, merdu, dan piawai menjangkau nada-nada tinggi.

Meskipun sampul album ini, AVE MARIA, isinya ternyata bukan lagu-lagu maria. Lagu maria hanya satu: Ave Maria karya Franz Schubert yang sangat terkenal itu. Victor mengaku mendapat referensi lagu ini dari Ussy Pieters (pemain harpa terkemuka), Paul Irama, dan Ernest Mariyanto (pakar musik liturgi dari KWI).

Musiknya relatif sama dengan aransemen aslinya, hanya lebih ngepop. Victor mampu membawakan tembang klasik ini dengan cita rasa pop. Cita rasa Victor Hutabarat lah. Ya, kalah dahsyat dibandingkan Luciano Pavarotti, Jose Carreras, atau Placido Dominggo, trio tenor terbaik sejagat. Tapi lumayan 'berasa' untuk ukuran Indonesia.

Total ada 12 lagu. Selain Ave Maria, 11 lagu lain diambil dari Puji Syukur, buku nyanyian resmi umat Katolik di Pulau Jawa (kecuali Jogja dan sekitarnya yang masih pakai Madah Bakti). Adapun lagu-lagu lain Kepala yang Berdarah (Hans Leo Hassler, 1601), Syukur Kepada-Mu Tuhan (Al Budya Pranata 1975), Terimalah Roti Anggur (Frans Sega), Hai Makhluk Semua (Martin Runi 1980), Hai Bangkit bagi Yesus (George James Webb 1837), Semua Kembang Bernyanyi (Souur Sourine 1980), Kami Unjukkan Kami Sembahkan (Arsati 1980), Tuhan Tak Layak Aku (Michael Haydn), Putri Sion Nyanyilah (George Frideric Handel 1747), Puji dan Syukur (Binsar Sitompul 1984), Kurangkai Mawar yang Harum (Berg van Bloemen, AP Hamers).

Lagu-lagu ini, bagi umat Katolik, apalagi orang Flores Timur, sudah sangat biasa. Saya sendiri hafal melodi, bahkan aransemen kornya, dengan baik. Tapi, ketika lagu-lagu 'biasa' itu dinyanyikan oleh Victor Hutabarat, jadinya luar biasa. Saya kira, Bang Victor merupakan salah satu dari sedikit penyanyi Indonesia yang punya kapasitas dan kualitas merevitalisasi untuk itu.

Yang paling penting, moga-moga album Ave Maria dari Victor Hutabarat ini mampu membuat kita lebih berserah diri kepada Tuhan.

"Dia yang telah menganugerahkan talenta suara bagiku... Maka, tak henti-hentinya aku ingin bernyanyi memuji dan memasyurkan nama-Nya," tulis Victor Hutabarat.

No comments:

Post a Comment