Kisah Mawar di Malam Hari - komposisi yang sering dijadikan lagu wajib/pilihan dalam pemilihan bintang radio dan televisi pada 1990-an. Lagu karya mendiang Iskandar ini juga dipopulerkan oleh Trio Bimbo.
Catatan LAMBERTUS HUREK
Penggemar Musik Seriosa, Bekas Pelatih Paduan Suara
Pada 1980-an lagu seriosa sering diperdengarkan di Televisi Republik Indonesia [TVRI], satu-satunya televisi masa itu. Kini, seriosa nyaris tidak ada lagi. Tidak dapat tempat di televisi atau radio. Pertanyaannya, lagu seriosa itu apa?
Oleh LAMBERTUS L. HUREK
Saya suka main-main ke kantor Surabaya Symphony Orchestra (SSO) di Jalan Gentengkali 15 Surabaya. Bangunan tiga lantai di kawasan strategis kota Surabaya. Selain kantor, SSO membuka kelas vokal dan musik, juga punya concert hall kecil untuk berlatih atau home concert. Tiap hari ada saja anak-anak dan remaja yang mengikuti les musik klasik.
Saya bertandang ke sana karena kebetulan kenal dekat dengan Pak Solomon Tong, dirigen sekaligus pendiri SSO. Para staf serta beberapa penyanyi andalannya pun saya kenal baik. Jelek-jelek begini, saya sempat mengikuti latihan vokal bersama Paduan Suara SSO. Diskui dengan Pak Tong bikin wawasan musik klasik saya bertambah-tambah.
"Kamu ikutlah karena suaramu bagus. Kamu juga bisa menyanyi," kata Solomon Tong kepada saya di rumahnya, Jalan Kawi 3 Surabaya, di awal karier saya sebagai jurnalis, menjelang kejatuhan Presiden Suharto.
Sayang, karena sibuk meliput ke mana-mana, saya tidak bisa intens berlatih seni suara klasik. Cukup menonton, kemudian menulis sedikit liputan di surat kabar.
Baru-baru ini, setelah membual dengan Yanti dan Mimin (keduanya staf SSO), saya diterima Solomon Tong di ruangannya. Pria kelahiran Xiamen Tiongkok, 20 Oktober 1939, ini tengah menulis sambil menikmati rekaman Konser Kemerdekaan SSO, awal Agustus 2006 di Hotel JW Marriot. Dalam setahun SSO rata-rata menggelar tiga kali konser besar.
"Yang ini konser ke-46 selama 10 tahun usia SSO," ujar Solomon Tong. Saat itu Pauline Poegoeh, soprano andalan SSO, tengah membawakan lagu klasik karya W.A. Mozart.
"Pak Tong, saya ingin tahu apa sebetulnya seriosa itu?" pancing saya.
"Nah, ini pertanyaan bagus. Kita perlu meluruskan istilah seriosa itu. Di luar negeri tidak dikenal lagu atau musik seriosa. Kita di Indonesia saja yang salah kaprah," kata suami Ester Carlina Magawe, pianis top Surabaya, itu.
Celakanya lagi, "Seriosa dalam pengertian Indonesia itu sangat sempit, hanya untuk vokal serius. Ini yang sulit ditangkap masyarakat awam," tegasnya.
Saya pun teringat pemilihan Bintang Radio dan Televisi atau BRTV di TVRI pada 1980-an. Selain keroncong, lomba menyanyi tingkat nasional ini menampilkan kategori seriosa dan hiburan. Lagu seriosa yang saya lihat di TVRI dibawakan dengan 'sangat serius', busana formal, teknik vokal klasik, suara bergetar (vibrasi kuat)--mirip orang kedinginan, begitu olok-olok masyarakat--lagu-lagunya sulit, sehingga peserta sedikit.
Lagu-lagu seriosa yang kerap dilombakan di BRTV antara lain:
Seuntai Manikam (Djohari)
Keluhan Kuncup Melati (Ibu Sud)
Cempaka Kuning (Syafei Embut)
Taufan (C. Simandjuntak)
Fajar Harapan (Ismail Marzuki)
Karam (Iskandar)
Kasih di Ambang Pintu (Iskandar)
Bukit Kemenangan (R. Djuhari)
Bintang Sejuta (Ismail Marzuki)
Senja Semerah Bara (F.A. Warsono)
Mekar Melati (C. Simandjuntak).
Kisah Angin Malam (Saiful Bahri)
Puisi Rumah Bambu (FX Sutopo)
Wanita (Ismail Marzuki)
Kisah Mawar di Malam Hari (Iskandar)
Embun (GWR Sinsu)
Di Sela-Sela Rumput Hijau (Maladi)
Citra (C. Simandjuntak)
Dewi Anggraeni (FX Sutopo)
Kembang dan Kumbang (Sancaya HR)
Kebetulan saya bisa membawakan hampir semua lagu ini meskipun kualitas vokal saya masih di bawah peserta bintang radio. Saya sodorkan daftar lagu ini kepada Solomon Tong. "Lagu-lagu ini yang biasa disebut seriosa itu," kata saya. Tong tersenyum.
Sebagai dirigen orkes simfoni dan mantan juri BRTV jenis seriosa, Tong niscaya sangat paham lagu-lagu seriosa versi Indonesia itu. Dia berkeras istilah 'seriosa' salah kaprah. Tidak cocok dipakai di dunia musik karena bisa membingungkan orang luar negeri.
"Indonesia ini hanya mengutip setengah-setengah lagu-lagu pada zaman Barrock. Di Jerman istilahnya lieder artinya song. Tapi arti sesungguhnya art song," papar Tong.
Puisi yang dilagukan ini melahirkan lieder-lieder yang sangat terkenal di Jerman. Cara pembawaanya pun 'serius', berbeda dengan lagu-lagu biasa.
Di mata Solomon Tong, lagu-lagu seriosa yang dilombakan di BRTV tidak cocok dengan konsep art song.
"Itu kan lagu-lagu kepahlawanan, perjuangan, cinta tanah air. Kita jangan paksakan diri memakai istilah seriosa. Nanti bikin bingung orang," tutur Solomon Tong yang mendirikan SSO pada 1996 itu.
SSO merupakan orkes simfoni langka di Indonesia karena paling aktif menggelar konser besar maupun konser kecil.
Sebagai 'suhu' musik klasik, Tong memang berkeinginan kuat untuk meluruskan banyak istilah musik yang salah kaprah di Indonesia. Salah satunya seriosa. Kalau sekadar berarti 'serius', apanya yang serius? Apa hanya cari pembawaannya? Menurut dia, sebaiknya kita menggunakan istilah-istilah musik yang berlaku universal. Untuk vokal, misalnya, ada opera, aria, oratorio, sacred song, secular song, folk song.
"Kalau yang sedang dibawakan Pauline ini jenis aria dari Mozart. Jangan disebut seriosa! Nggak jelas!" tandas Tong.
"Kenapa anda tidak meluruskan istilah seriosa sejak dulu? Bukankah anda sering menjadi juri BRTV?" tanya saya.
"Saya sih maunya begitu, tapi tidak pernah diberi kesempatan oleh panitia. Waktu saya jadi juri, selalu ada pesanan supaya memberi bobot lebih kepada peserta yang berpenampilan menarik dan macam-macam lah," kenang Tong yang mulai membina paduan suara dan musik klasik sejak 1957.
Beberapa waktu lalu Tong sempat bertemu dengan kepala program TVRI Surabaya. Tong ingin 'meluruskan' salah kaprah istilah seriosa melalui televisi negara itu.
"Pak Sutrisno tanya apa saya bersedia jadi narasumber. Saya jawab oke. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasannya," kata Solomon Tong, kecewa.
Tidak itu saja. Tong pun ingin menggalakkan musik vokal untuk remaja lewat TVRI Surabaya agar muncul bibit-bibit vokalis masa depan. Ternyata, konsep sosialisasi ala Solomon Tong sangat dihargai, tapi masih sulit dilaksanakan di Indonesia. Karena itu, Tong selalu meminta wartawan-wartawan di Surabaya, khususnya saya, untuk membuat tulisan tentang musik klasik yang apresiatif.
"Tanpa media massa, musik klasik tidak akan jalan. Kalian itu mitra saya, partner saya," tegas Tong dalam berbagai kesempatan. Jangan heran, beliau senantiasa memberikan waktu kepada saya untuk membahas tetek-bengek seputar musik klasik kapan saja.
KELUHAN KUNCUP MELATI karya Ibu Sud. Lagu seriosa yang sederhana. Notasi angka ini saya tulis hanya berdasarkan ingatan belaka. Maaf sebesar-besarnya kalau kurang akurat.
AGAR bahasan ini komplet, saya lengkapi dengan pandangan Suka Hadjana, pemusik, dirigen, dan kritikus kelahiran Jogja 17 Agustus 1940. "Istilah musik seriosa sesungguhnya agak berlebihan," tegas Suka Hardjana.
Menurut dia, seriosa ala BRTV tak lain bagian dari seni olah suara (menyanyi) dengan teknik tertentu, diiringi piano atau aransemen orkes. Lagunya pendek-pendek dalam bentuk lied bermatra tiga frasa sederhana: awal, sisipan, ulangan.
"Dilihat dari bentuk penulisan dan pembawaannya pun sesungguhnya masih terlalu sederhana untuk dibilang seni serious(a). Istilah musik seriosa yang kedengaran agak ke-italia-italia-an itu sebenarnya berasal dari pemilahan khazanah musik di Amerika dan Eropa di awal perkembangan industri musik sesudah Perang Dunia II," urai Suka Hardjana.
Adalah Amir Pasaribu yang mengimpor istilah 'seriosa' ke Indonesia untuk memberi ciri salah satu kategori Bintang Radio yang digelar pertama kali pada 1952. Waktu itu televisi belum ada di Indonesia. Setelah TVRI berdiri pada 1964, menjelang Asian Games di Jakarta, Bintang Radio pun diperluas menjadi Bintang Radio dan Televisi (BRTV).
Setelah dominasi TVRI sebagai satu-satunya televisi dihapus, pamor BRTV pun meredup sama sekali. Kini, ajang pemilihan BRTV praktis lenyap sama sekali di Indonesia. Seperti Pak Tong, Pak Suka Hardjana suka menulis kolom reguler di harian Kompas. Berikut sedikit catatan Pak Suka tentang lagu-lagu seriosa versi Indonesia:
"Sangat mengherankan bahwa mereka (penulis lagu seriosa Indonesia) sepertinya sama sekali tak terinspirasi oleh komponis-komponis yang lebih fundamental seperti Bach, Mozart, Debussy, Bartok, Stravinsky, dan lainnya.
Tapi hal itu bisa dimengerti bila diingat bahwa sesungguhnya lagu-lagu pendek mendayu-merdu-merayu dari para komponis Romantik mudah masuk selera. Dan itu rasanya lebih dekat dengan apresiasi diletantis para komponis Indonesia dari dulu hingga sekarang," tulis Suka Hardjana di bukunya, Esai & Kritik Musik' (Penerbit Galang Press, Jogjakarta, 2004).
Yo wis, Cak!
Puisi Rumah Bambu, lagu seriosa karya F.X. Sutopo. Sederhana tapi indah.
COPYRIGHT © 2011 LAMBERTUS HUREK

bung hurek, saya salut sama anda. tulisan2 tentang paduan suara dan musik klasik anda sangat informatif. jarang ada di blog indonesia. menulis terus, bung! shalom.
ReplyDeletejohn, bandung
Memang bnyk salah kaprah dalam istilah musik di Indonesia. Terus suarakab kebenarannya, mas!
ReplyDeleteSalam kenal!
seriosa itu istilah khas indonesia memang, utk menyebut lagu2 bercorak klasik pada era bintang radio. thanks utk tulisan anda.
ReplyDeletefreddy
bandung
bagus artikel ini. jarang ada yg nulis seriosa.
ReplyDeleteTerima kasih atas komentar teman2. Ternyata masih ada juga yang mau baca artikel tentang seriosa.
ReplyDeleteSalam musik!
thanks bung sdh perkenalkan musik seriosa dan contoh lagunya. kita butuh tulisan2 kayak gini.
ReplyDeleteandre
download nya dimana bung..?
ReplyDeletewuah... aq akhirnya jadi paham tentang seriosa. selama ini aku nanya ke mana2.
ReplyDeletekayaknya q baru pertama nemu blog yg ngebahas musik klasik seriosa. salut bung!!!!
ReplyDeletearief fahreza
ReplyDeletebung tulisab ya sangat menarik boleh minta rekomendasi download lagu seriosa dimana
Download-nya aku gak tahu. Silakan hubungi sekolah/kursus musik klasik di kota anda. Kemungkinan besar mereka punya. Setidaknya bisa kasih informasi lebih lanjut.
ReplyDeleteSalam
Mas, seriosa itu jenis lagunya atau cara menyanyi? Kalau lagu pop dibawain sama Christopher Abimanyu apa disebut seriosa juga? Sebaliknya, lagu seriosa dibawain lagu pop bagaimana? Mohon penjelasan. Thanks.
ReplyDeleteMelky
Jenis lagu dan cara menyanyi. Di album terakhirnya, Harvey Malaiholo membawakan lagu WANITA karya Ismail Marzuki yang seriosa, tentu saja dengan gaya pop. Lagunya seriosa, tapi rasanya pop.
ReplyDeleteSebaliknya, Christopher Abimanyu, juara seriosa 1990-an, sangat sering membawakan lagu-lagu pop dengan gayanya yang seriosa. Rasanya beda dan nyeleneh memang.
Tapi, yang jelas, di dunia musik, apa saja bisa dibuat.
siiiip. makasih byk dah nulis ttg seriosa. musik yg satu ini memang langka banget.
ReplyDeletePak,
ReplyDeletePunya music sheets-nya Fajar Harapan, nggak ya? Urgent nih ...
Fajar Harapan saya ingat baik. Tapi tidak punya partitur. Kapan-kapan saya tulis pakai not angka biar bisa dinyanyikan banyak orang. Lagu Fajar Harapan itu karya Ismail Marzuki dan sering dipakai di lomba seriosa bintang radio-televisi.
ReplyDeleteseriosa itu kayaknya musik sekolahan. banyak teori musik yg bisa kita temukan di situ.
ReplyDeletejadi ciri-ciri lagu seriosa itu apa ya? hehe
ReplyDeleteAnda kurang jeli membaca naskah ini. Ciri-ciri lagu seriosa sudah jelas di situ. Ada 17 ciri saya kira, tapi buat apa ditulis? Silakan cari sendiri.
ReplyDeletebang.. aku butuh lagu Mekar Melati C. Simanjuntak.. dimana bisa didapatkan..?? terima kasih bwat infonya yang cepat..
ReplyDeleteMekar Melati (C. Simanjuntak) itu sangat sederhana. Dimuat di beberapa buku kumpulan lagu untuk pelajar SMP/SMA dan sering diajarkan di paduan suara mahasiswa. Kebetulan partitur dan buku koleksi saya hilang. Tapi saya masih ingat notasi maupun syair lagu itu.
ReplyDeleteKapan-kapan saya tulis dan dimuat di blog ini kalau ada waktu. Kayak orang sibuk aja. Hehehe..
seriosa itu teknik menyanyi ala klasik, opera Barat. lagu2nya bisa berbentuk apa saja, tapi biasanya punya interval yg sangat luas. butuh kemampuan vokal n teknik prima.
ReplyDeleteWah..tulisan2mu ttg musik, khususnya musik indonesia sangat2 keren bung..banyak jempol utkmu.Salam Musik & SALUTE ~ GBU
ReplyDeletethank's 4 the info..
ReplyDeletehmmmm
ReplyDeletemantaap...
tolong kasih URL nya dong,saya mau download lagunya...karna saya gak tau mau download dmana...
kirim ke email saya yaa...
lagu seriosanya..
ReplyDeletegak ada contoh dalam bentu cd yah??
kalau ikut brtv gk ada cuman di kasi notasina ajah...
di mana yah cari demonya???
Mei Ling, kalau anda tinggal di kota besar, urusan cari rekaman seriosa sangat gampang. Hampir semua sekolah musik klasik, vokal, pasti punya. Kalau tidak punya, Anda bisa hubungi Surabaya Symphony Orchestra (SSO) di
ReplyDeleteJalan Gentengkali 15 Surabaya.
Telepon (031) 531 3297, 534 2440
www.surabayasymphonyorchestra.com
Minta rekaman konser kemerdekaan, beberapa nomor seriosa dibawakan Pauline Poegoeh dan Dewi. Moga-moga VCD-nya masih ada. Selamat beruntung.
Bung Lambertus, Anda ternyata wartawan musik yang andal. Referensi Anda juga sangat memadai. Teruskan menulis tentang berbagai musik tradisional yang ada di tanah air. (Antho M. Massardi)
ReplyDeletemantap cak, artikel sampean cukup bagus n layak jadi referensi. salam buat teman2 di surabaya.
ReplyDeletefreddy, Kupang
bang, untuk mendapatkan lagu2 tsb, mesti cari kemana ya?
ReplyDeletetolong dishare link unduhannya...
trimakasih
mamangcooper@yahoo.com
hmm..aqu jd pengen blajar nh,
ReplyDeletetp klo nynyi seriosa sbnr'y susah ga si?
dan setau aku kalo nyanyi seriosa harus punya oktaf yg tinggi ya?
trimz
Seriosa memang jenis musik vokal klasik yang tuntutannya jauh lebih tinggi ketimbang pop dan sebagainya.
ReplyDeleteOktaf tinggi? Benar sekali. Tepatnya, menuntut rentang suara atau ambitus (vocal range) yang lebar. Sebab, jarak antara nada terendah dan tertinggi jauh sekali.
Itu yang membuat saya tidak bisa melanjutkan pelajaran seriosa. Tahu diri lah.
Selamat belajar. Jangan keder dulu karena range vokal bisa diperlebar dan dilatih oleh guru-guru vokal berpengalaman. Tapi modal awal tetap harus punya.
mantap bosss... moga2 lagu seriosa tetap abadi di indonesia.
ReplyDeleteseriosa itu lagu jadul banget, cenderung pakai vibrasi yg berlebihan. tapi kadang2 asyik juga..
ReplyDeleteIni kebanyakan menceritakan tentang seriosa dalam negri.. Bagaimana dengan seriosa luar negri?
ReplyDeleteSeriosa luar negeri itu sudah banyak dibahas orang. Semua pelajaran musik vokal di sekolah pasti menggunakan rujukan seriosa luar negeri atau biasa disebut musik klasik.
ReplyDeleteSeriosa ala Indonesia juga pasti merujuk ke serisa Barat (Eropa) meskipun hari ini seriosa Indonesia sangat kurang dikenal karena memang tidak dipergelarkan lagi. Seriosa Indonesia sangat terkenal pada era 1950-an hingga 1980-an.
Kira-kira ini dulu penjelasan saya. Terima kasih.
misi, sebenernya definisi khusus untuk seriosa itu apa? tadi di atas disebutkan bahwa itu lagu pahlawan, perjuangabn dan sejenisnya. tapi setau saya lagu-lagu seriosa itu kan umumnya dari italia dan lagu-lagu seriosa italia itu juga umum kalo diibaratkan seperti musik pop nya indonesia. tolong diperjelas lagi ya :)
ReplyDeleteWow, kayaknya Tara ini mau ngetes aku. Hehehe... Kamu itu sudah punya wawasan musik yang luas, sudah menulis teknik nyanyi seriosa segala di blogmu...
ReplyDeleteJadi, sebetulnya kamu sudah mempraktikkannya dengan baik. Kalau saya jelaskan lagi malah bisa kacau karena saya bukan musisi atau guru musik. Kalau ada waktu, silakan ketemu saya karena kita sama-sama di Surabaya.
Selamat belajar dan menyanyi.
bang, download lagunya dimana ya? yang versi mp3ny ku nyRI gak ada"
ReplyDeletesip2,, suka banget ama music genre seriosa,,, suka nana2 panjang n tinggi,,, @inspiring putri ayu, sarah brightman, daniel christiarnto, andrea bho.. sang maestro seriosa,,, suka banget
ReplyDeleteI hope this singing art will be exposed more in the country. We know that the country has some amazing singers on this way. You may also know if some of them have won some international competition abroad. Hopefully more appreciation and knowledge regarding this art of singing in Indonesia will be seen sooner.
ReplyDeleteThanks for the article, it is really open our mind if there are lots of mind thinking and interesting, but unfortunately they still don't know what they are thinking of. That's the way they stay away from.