27 May 2007

Lagu Seriosa Itu Apa



Kisah Mawar di Malam Hari - komposisi yang sering dijadikan lagu wajib/pilihan dalam pemilihan bintang radio dan televisi pada 1990-an. Lagu karya mendiang Iskandar ini juga dipopulerkan oleh Trio Bimbo.


Catatan LAMBERTUS HUREK
Penikmat Musik Klasik

Pada 1980-an lagu seriosa sering diperdengarkan di Televisi Republik Indonesia [TVRI], satu-satunya televisi masa itu. Kini, seriosa nyaris tidak ada lagi. Tidak dapat tempat di televisi atau radio. Pertanyaannya, lagu seriosa itu apa?


Saya suka main-main ke kantor Surabaya Symphony Orchestra (SSO) di Jalan Gentengkali 15 Surabaya. Bangunan tiga lantai di kawasan strategis kota Surabaya. Selain kantor, SSO membuka kelas vokal dan musik, juga punya concert hall kecil untuk berlatih atau home concert. Tiap hari ada saja anak-anak dan remaja yang mengikuti les musik klasik.

Saya bertandang ke sana karena kebetulan kenal dekat dengan Pak Solomon Tong, dirigen sekaligus pendiri SSO. Para staf serta beberapa penyanyi andalannya pun saya kenal baik. Jelek-jelek begini, saya sempat mengikuti latihan vokal bersama Paduan Suara SSO. Diskusi dengan Pak Tong bikin wawasan musik klasik saya bertambah-tambah.

"Kamu ikutlah karena suaramu bagus. Kamu juga bisa menyanyi," kata Solomon Tong kepada saya di rumahnya, Jalan Kawi 3 Surabaya, di awal karier saya sebagai jurnalis, menjelang kejatuhan Presiden Suharto.

Sayang, karena sibuk meliput ke mana-mana, saya tidak bisa intens berlatih seni suara klasik. Cukup menonton, kemudian menulis sedikit liputan di surat kabar.

Baru-baru ini, setelah membual dengan Yanti dan Mimin (keduanya staf SSO), saya diterima Solomon Tong di ruangannya. Pria kelahiran Xiamen Tiongkok, 20 Oktober 1939, ini tengah menulis sambil menikmati rekaman Konser Kemerdekaan SSO, awal Agustus 2006 di Hotel JW Marriot. Dalam setahun SSO rata-rata menggelar tiga kali konser besar.

"Yang ini konser ke-46 selama 10 tahun usia SSO," ujar Solomon Tong. Saat itu Pauline Poegoeh, soprano andalan SSO, tengah membawakan lagu klasik karya W.A. Mozart.

"Pak Tong, saya ingin tahu apa sebetulnya seriosa itu?" pancing saya.

"Nah, ini pertanyaan bagus. Kita perlu meluruskan istilah seriosa itu. Di luar negeri tidak dikenal lagu atau musik seriosa. Kita di Indonesia saja yang salah kaprah," kata suami Ester Carlina Magawe, pianis top Surabaya, itu.

Celakanya lagi, "Seriosa dalam pengertian Indonesia itu sangat sempit, hanya untuk vokal serius. Ini yang sulit ditangkap masyarakat awam," ucapnya.

Saya pun teringat pemilihan Bintang Radio dan Televisi atau BRTV di TVRI pada 1980-an. Selain keroncong, lomba menyanyi tingkat nasional ini menampilkan kategori seriosa dan hiburan. Lagu seriosa yang saya lihat di TVRI dibawakan dengan 'sangat serius', busana formal, teknik vokal klasik, suara bergetar (vibrasi kuat)--mirip orang kedinginan, begitu olok-olok masyarakat--lagu-lagunya sulit, sehingga peserta sedikit.

Lagu-lagu seriosa yang kerap dilombakan di BRTV antara lain:

Seuntai Manikam (Djohari)
Keluhan Kuncup Melati (Ibu Sud)
Cempaka Kuning (Syafei Embut)
Taufan (C. Simandjuntak)
Fajar Harapan (Ismail Marzuki)
Karam (Iskandar)
Kasih di Ambang Pintu (Iskandar)
Bukit Kemenangan (R. Djuhari)
Bintang Sejuta (Ismail Marzuki)
Senja Semerah Bara (F.A. Warsono)
Mekar Melati (C. Simandjuntak).

Kisah Angin Malam (Saiful Bahri)
Puisi Rumah Bambu (FX Sutopo)
Wanita (Ismail Marzuki)
Kisah Mawar di Malam Hari (Iskandar)
Embun (GWR Sinsu)
Di Sela-Sela Rumput Hijau (Maladi)
Citra (C. Simandjuntak)
Dewi Anggraeni (FX Sutopo)
Kembang dan Kumbang (Sancaya HR)


Kebetulan saya bisa membawakan hampir semua lagu ini meskipun kualitas vokal saya masih di bawah peserta bintang radio. Saya sodorkan daftar lagu ini kepada Solomon Tong. "Lagu-lagu ini yang biasa disebut seriosa itu," kata saya. Tong tersenyum.

Sebagai dirigen orkes simfoni dan mantan juri BRTV jenis seriosa, Tong niscaya sangat paham lagu-lagu seriosa versi Indonesia itu. Dia berkeras istilah 'seriosa' salah kaprah. Tidak cocok dipakai di dunia musik karena bisa membingungkan orang luar negeri.

"Indonesia ini hanya mengutip setengah-setengah lagu-lagu pada zaman Barrock. Di Jerman istilahnya lieder artinya song. Tapi arti sesungguhnya art song," kata Tong.

Puisi yang dilagukan ini melahirkan lieder-lieder yang sangat terkenal di Jerman. Cara pembawaanya pun 'serius', berbeda dengan lagu-lagu biasa.

Di mata Solomon Tong, lagu-lagu seriosa yang dilombakan di BRTV tidak cocok dengan konsep art song.

"Itu kan lagu-lagu kepahlawanan, perjuangan, cinta tanah air. Kita jangan paksakan diri memakai istilah seriosa. Nanti bikin bingung orang," tutur Solomon Tong yang mendirikan SSO pada 1996 itu.

SSO merupakan orkes simfoni langka di Indonesia karena paling aktif menggelar konser besar maupun konser kecil.

Sebagai 'suhu' musik klasik, Tong memang berkeinginan kuat untuk meluruskan banyak istilah musik yang salah kaprah di Indonesia. Salah satunya seriosa. Kalau sekadar berarti 'serius', apanya yang serius? Apa hanya cari pembawaannya? Menurut dia, sebaiknya kita menggunakan istilah-istilah musik yang berlaku universal. Untuk vokal, misalnya, ada opera, aria, oratorio, sacred song, secular song, folk song.

"Kalau yang sedang dibawakan Pauline ini jenis aria dari Mozart. Jangan disebut seriosa! Nggak jelas!" tutur Tong.

"Kenapa anda tidak meluruskan istilah seriosa sejak dulu? Bukankah anda sering menjadi juri BRTV?" tanya saya.

"Saya sih maunya begitu, tapi tidak pernah diberi kesempatan oleh panitia. Waktu saya jadi juri, selalu ada pesanan supaya memberi bobot lebih kepada peserta yang berpenampilan menarik dan macam-macam lah," ujar Tong yang mulai membina paduan suara dan musik klasik sejak 1957.

Beberapa waktu lalu Tong sempat bertemu dengan kepala program TVRI Surabaya. Tong ingin 'meluruskan' salah kaprah istilah seriosa melalui televisi negara itu.

"Pak Sutrisno tanya apa saya bersedia jadi narasumber. Saya jawab oke. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasannya," kata Solomon Tong, kecewa.

Tidak itu saja. Tong pun ingin menggalakkan musik vokal untuk remaja lewat TVRI Surabaya agar muncul bibit-bibit vokalis masa depan. Ternyata, konsep sosialisasi ala Solomon Tong sangat dihargai, tapi masih sulit dilaksanakan di Indonesia. Karena itu, Tong selalu meminta wartawan-wartawan di Surabaya, khususnya saya, untuk membuat tulisan tentang musik klasik yang apresiatif.

"Tanpa media massa, musik klasik tidak akan jalan. Kalian itu mitra saya, partner saya," tutur Tong dalam berbagai kesempatan. Jangan heran, beliau senantiasa memberikan waktu kepada saya untuk membahas tetek-bengek seputar musik klasik kapan saja.



KELUHAN KUNCUP MELATI karya Ibu Sud. Lagu seriosa yang sederhana. Notasi angka ini saya tulis hanya berdasarkan ingatan belaka. Maaf sebesar-besarnya kalau kurang akurat.


AGAR bahasan ini komplet, saya lengkapi dengan pandangan Suka Hadjana, pemusik, dirigen, dan kritikus kelahiran Jogja 17 Agustus 1940. "Istilah musik seriosa sesungguhnya agak berlebihan," ujar Suka Hardjana.

Menurut dia, seriosa ala BRTV tak lain bagian dari seni olah suara (menyanyi) dengan teknik tertentu, diiringi piano atau aransemen orkes. Lagunya pendek-pendek dalam bentuk lied bermatra tiga frasa sederhana: awal, sisipan, ulangan.

"Dilihat dari bentuk penulisan dan pembawaannya pun sesungguhnya masih terlalu sederhana untuk dibilang seni serious(a). Istilah musik seriosa yang kedengaran agak ke-italia-italia-an itu sebenarnya berasal dari pemilahan khazanah musik di Amerika dan Eropa di awal perkembangan industri musik sesudah Perang Dunia II," Suka Hardjana menguraikan.

Adalah Amir Pasaribu yang mengimpor istilah 'seriosa' ke Indonesia untuk memberi ciri salah satu kategori Bintang Radio yang digelar pertama kali pada 1952. Waktu itu televisi belum ada di Indonesia. Setelah TVRI berdiri pada 1964, menjelang Asian Games di Jakarta, Bintang Radio pun diperluas menjadi Bintang Radio dan Televisi (BRTV).

Setelah dominasi TVRI sebagai satu-satunya televisi dihapus, pamor BRTV pun meredup sama sekali. Kini, ajang pemilihan BRTV praktis lenyap sama sekali di Indonesia. Seperti Pak Tong, Pak Suka Hardjana suka menulis kolom reguler di harian Kompas. Berikut sedikit catatan Pak Suka tentang lagu-lagu seriosa versi Indonesia:

"Sangat mengherankan bahwa mereka (penulis lagu seriosa Indonesia) sepertinya sama sekali tak terinspirasi oleh komponis-komponis yang lebih fundamental seperti Bach, Mozart, Debussy, Bartok, Stravinsky, dan lainnya.

Tapi hal itu bisa dimengerti bila diingat bahwa sesungguhnya lagu-lagu pendek mendayu-merdu-merayu dari para komponis Romantik mudah masuk selera. Dan itu rasanya lebih dekat dengan apresiasi diletantis para komponis Indonesia dari dulu hingga sekarang," demikian Suka Hardjana menulis di bukunya, Esai & Kritik Musik' (Penerbit Galang Press, Jogjakarta, 2004).

Yo wis, Cak! Suwun!



BUKIT KEMENANGAN
(Lagu Seriosa Paling Terkenal)

By Djuhari
 

Tiga windu kini hampir berlalu
Sejak kata perkasa berkumandang
Di bukit itu kami berkukuh
Kami hadang angkara menyerang

Pekan bulan penuh kisah sejarah
Pagi cerah kadang bersimbah darah
Tawa dan tangis berganti datang
D iantara nyala s’mangat juang

Dengan Bismillah … Fisabilillah…
Tekad bulat pantang m’nyerah
Demi merdeka nusa dan bangsa
Rela berkorban jiwa

Meriam menggelegar … p’luru menyambar
Hati tak pernah gentar
Kawan berguguran mayat berserakan
Namun aku terus maju

Serang … terjang …
Gempur … tempur …
Benteng lawan berantakan
Kugemakan sangkakala kejayaan

Kini tinggal aku dan bukit itu
Kunamakan Bukit Kemenangan
Tonggak kenangan tugu pahlawan
Lambang sakti abadi pertiwi
Tempat hati runduk bersemadi

48 comments:

  1. Memang bnyk salah kaprah dalam istilah musik di Indonesia. Terus suarakab kebenarannya, mas!

    Salam kenal!

    ReplyDelete
  2. seriosa itu istilah khas indonesia memang, utk menyebut lagu2 bercorak klasik pada era bintang radio. thanks utk tulisan anda.

    freddy
    bandung

    ReplyDelete
  3. bagus artikel ini. jarang ada yg nulis seriosa.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih atas komentar teman2. Ternyata masih ada juga yang mau baca artikel tentang seriosa.

    Salam musik!

    ReplyDelete
  5. thanks bung sdh perkenalkan musik seriosa dan contoh lagunya. kita butuh tulisan2 kayak gini.

    andre

    ReplyDelete
  6. download nya dimana bung..?

    ReplyDelete
  7. wuah... aq akhirnya jadi paham tentang seriosa. selama ini aku nanya ke mana2.

    ReplyDelete
  8. kayaknya q baru pertama nemu blog yg ngebahas musik klasik seriosa. salut bung!!!!

    ReplyDelete
  9. arief fahreza

    bung tulisab ya sangat menarik boleh minta rekomendasi download lagu seriosa dimana

    ReplyDelete
  10. Download-nya aku gak tahu. Silakan hubungi sekolah/kursus musik klasik di kota anda. Kemungkinan besar mereka punya. Setidaknya bisa kasih informasi lebih lanjut.

    Salam

    ReplyDelete
  11. Mas, seriosa itu jenis lagunya atau cara menyanyi? Kalau lagu pop dibawain sama Christopher Abimanyu apa disebut seriosa juga? Sebaliknya, lagu seriosa dibawain lagu pop bagaimana? Mohon penjelasan. Thanks.

    Melky

    ReplyDelete
  12. Jenis lagu dan cara menyanyi. Di album terakhirnya, Harvey Malaiholo membawakan lagu WANITA karya Ismail Marzuki yang seriosa, tentu saja dengan gaya pop. Lagunya seriosa, tapi rasanya pop.

    Sebaliknya, Christopher Abimanyu, juara seriosa 1990-an, sangat sering membawakan lagu-lagu pop dengan gayanya yang seriosa. Rasanya beda dan nyeleneh memang.

    Tapi, yang jelas, di dunia musik, apa saja bisa dibuat.

    ReplyDelete
  13. siiiip. makasih byk dah nulis ttg seriosa. musik yg satu ini memang langka banget.

    ReplyDelete
  14. Pak,

    Punya music sheets-nya Fajar Harapan, nggak ya? Urgent nih ...

    ReplyDelete
  15. Fajar Harapan saya ingat baik. Tapi tidak punya partitur. Kapan-kapan saya tulis pakai not angka biar bisa dinyanyikan banyak orang. Lagu Fajar Harapan itu karya Ismail Marzuki dan sering dipakai di lomba seriosa bintang radio-televisi.

    ReplyDelete
  16. seriosa itu kayaknya musik sekolahan. banyak teori musik yg bisa kita temukan di situ.

    ReplyDelete
  17. jadi ciri-ciri lagu seriosa itu apa ya? hehe

    ReplyDelete
  18. Anda kurang jeli membaca naskah ini. Ciri-ciri lagu seriosa sudah jelas di situ. Ada 17 ciri saya kira, tapi buat apa ditulis? Silakan cari sendiri.

    ReplyDelete
  19. bang.. aku butuh lagu Mekar Melati C. Simanjuntak.. dimana bisa didapatkan..?? terima kasih bwat infonya yang cepat..

    ReplyDelete
  20. Mekar Melati (C. Simanjuntak) itu sangat sederhana. Dimuat di beberapa buku kumpulan lagu untuk pelajar SMP/SMA dan sering diajarkan di paduan suara mahasiswa. Kebetulan partitur dan buku koleksi saya hilang. Tapi saya masih ingat notasi maupun syair lagu itu.

    Kapan-kapan saya tulis dan dimuat di blog ini kalau ada waktu. Kayak orang sibuk aja. Hehehe..

    ReplyDelete
  21. seriosa itu teknik menyanyi ala klasik, opera Barat. lagu2nya bisa berbentuk apa saja, tapi biasanya punya interval yg sangat luas. butuh kemampuan vokal n teknik prima.

    ReplyDelete
  22. Wah..tulisan2mu ttg musik, khususnya musik indonesia sangat2 keren bung..banyak jempol utkmu.Salam Musik & SALUTE ~ GBU

    ReplyDelete
  23. hmmmm
    mantaap...
    tolong kasih URL nya dong,saya mau download lagunya...karna saya gak tau mau download dmana...
    kirim ke email saya yaa...

    ReplyDelete
  24. lagu seriosanya..
    gak ada contoh dalam bentu cd yah??
    kalau ikut brtv gk ada cuman di kasi notasina ajah...
    di mana yah cari demonya???

    ReplyDelete
  25. Mei Ling, kalau anda tinggal di kota besar, urusan cari rekaman seriosa sangat gampang. Hampir semua sekolah musik klasik, vokal, pasti punya. Kalau tidak punya, Anda bisa hubungi Surabaya Symphony Orchestra (SSO) di

    Jalan Gentengkali 15 Surabaya.
    Telepon (031) 531 3297, 534 2440
    www.surabayasymphonyorchestra.com

    Minta rekaman konser kemerdekaan, beberapa nomor seriosa dibawakan Pauline Poegoeh dan Dewi. Moga-moga VCD-nya masih ada. Selamat beruntung.

    ReplyDelete
  26. antho m. massardi12:26 AM, June 19, 2010

    Bung Lambertus, Anda ternyata wartawan musik yang andal. Referensi Anda juga sangat memadai. Teruskan menulis tentang berbagai musik tradisional yang ada di tanah air. (Antho M. Massardi)

    ReplyDelete
  27. mantap cak, artikel sampean cukup bagus n layak jadi referensi. salam buat teman2 di surabaya.

    freddy, Kupang

    ReplyDelete
  28. mamangcooper@yahoo.com3:52 PM, September 02, 2010

    bang, untuk mendapatkan lagu2 tsb, mesti cari kemana ya?
    tolong dishare link unduhannya...
    trimakasih

    mamangcooper@yahoo.com

    ReplyDelete
  29. hmm..aqu jd pengen blajar nh,
    tp klo nynyi seriosa sbnr'y susah ga si?
    dan setau aku kalo nyanyi seriosa harus punya oktaf yg tinggi ya?
    trimz

    ReplyDelete
  30. Seriosa memang jenis musik vokal klasik yang tuntutannya jauh lebih tinggi ketimbang pop dan sebagainya.

    Oktaf tinggi? Benar sekali. Tepatnya, menuntut rentang suara atau ambitus (vocal range) yang lebar. Sebab, jarak antara nada terendah dan tertinggi jauh sekali.

    Itu yang membuat saya tidak bisa melanjutkan pelajaran seriosa. Tahu diri lah.

    Selamat belajar. Jangan keder dulu karena range vokal bisa diperlebar dan dilatih oleh guru-guru vokal berpengalaman. Tapi modal awal tetap harus punya.

    ReplyDelete
  31. mantap bosss... moga2 lagu seriosa tetap abadi di indonesia.

    ReplyDelete
  32. seriosa itu lagu jadul banget, cenderung pakai vibrasi yg berlebihan. tapi kadang2 asyik juga..

    ReplyDelete
  33. Ini kebanyakan menceritakan tentang seriosa dalam negri.. Bagaimana dengan seriosa luar negri?

    ReplyDelete
  34. Seriosa luar negeri itu sudah banyak dibahas orang. Semua pelajaran musik vokal di sekolah pasti menggunakan rujukan seriosa luar negeri atau biasa disebut musik klasik.

    Seriosa ala Indonesia juga pasti merujuk ke serisa Barat (Eropa) meskipun hari ini seriosa Indonesia sangat kurang dikenal karena memang tidak dipergelarkan lagi. Seriosa Indonesia sangat terkenal pada era 1950-an hingga 1980-an.

    Kira-kira ini dulu penjelasan saya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  35. misi, sebenernya definisi khusus untuk seriosa itu apa? tadi di atas disebutkan bahwa itu lagu pahlawan, perjuangabn dan sejenisnya. tapi setau saya lagu-lagu seriosa itu kan umumnya dari italia dan lagu-lagu seriosa italia itu juga umum kalo diibaratkan seperti musik pop nya indonesia. tolong diperjelas lagi ya :)

    ReplyDelete
  36. Wow, kayaknya Tara ini mau ngetes aku. Hehehe... Kamu itu sudah punya wawasan musik yang luas, sudah menulis teknik nyanyi seriosa segala di blogmu...

    Jadi, sebetulnya kamu sudah mempraktikkannya dengan baik. Kalau saya jelaskan lagi malah bisa kacau karena saya bukan musisi atau guru musik. Kalau ada waktu, silakan ketemu saya karena kita sama-sama di Surabaya.

    Selamat belajar dan menyanyi.

    ReplyDelete
  37. bang, download lagunya dimana ya? yang versi mp3ny ku nyRI gak ada"

    ReplyDelete
  38. sip2,, suka banget ama music genre seriosa,,, suka nana2 panjang n tinggi,,, @inspiring putri ayu, sarah brightman, daniel christiarnto, andrea bho.. sang maestro seriosa,,, suka banget

    ReplyDelete
  39. I hope this singing art will be exposed more in the country. We know that the country has some amazing singers on this way. You may also know if some of them have won some international competition abroad. Hopefully more appreciation and knowledge regarding this art of singing in Indonesia will be seen sooner.

    Thanks for the article, it is really open our mind if there are lots of mind thinking and interesting, but unfortunately they still don't know what they are thinking of. That's the way they stay away from.

    ReplyDelete
  40. Saya kehilangan buku kumpulan lagu seriosa Indonesia >20 tahun silam, termasuk "Kisah Mawar". Kini saya temukan note lagu itu di blog Anda. Terima kasih, juga atas upaya Bung Lambert turut memelihara genre musik seriosa Indonesia.
    Salaam,
    Dadan

    ReplyDelete
    Replies
    1. musik seriosa tidak akan mati meskipun penggemarnya tak akan sebanyak musik pop. seriosa punya nilai seni tinggi.

      Delete
  41. maaf, bisa minta ditampilkan lirik lagu "bukit kemenangan"?
    trims :-)


    dikirim email jg boleh,
    hanggaraajisaktim@yahoo.com

    ReplyDelete
  42. Thx Bung Lambertus blognya... Saya jadi ingat 20 an tahun yang lalu, ikut BRTV... jadi kangen pengen nyanyi lagu seriosa. Hehehe... GOD Bless U...

    ReplyDelete
  43. Jadi ingat 20 thnan yang lalu, waktu ikut BRTV, jadi kangen nyanyi seriosa. Hehehe... Thx... Bung Lambertus... GOD Bless U...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Grace. Cuma iseng2 aja kok mencatat musik seriosa yg makin kurang populer di Indonesia. GBU too.

      Delete
  44. Trima kasih blog nya bung .membantu sekali,saya udh lama cari pengertian seriosa..baru ada inisiatif nyari di mbah google ternyata ada juga blog indonesia yg ngebahas musik klasik..tq.

    ReplyDelete
  45. Pengen banget denger bang Hurek nyanyi..

    ReplyDelete