20 September 2006

Obbie Messakh Raja Pop Manis




Saya main-main ke rumah sebuah keluarga Flores, NTT, di kawasan Sidoarjo, tetangga terdekat dari Kota Surabaya, belum lama ini. Begitu masuk, aha, terdengar lagu-lagu Obbie Messakh yang manis dan nelangsa. Musiknya khas JK Records garapan Hengky Firmansyah. Saya kenal 100% lagu lama itu.

Ini dia syairnya:

Hati siapa yang takkan hancur,
bila di depan mata dia bercumbu.
Insan yang mana yang tak jadi benci,
bila cinta yang indah jadi kelabu.
Kau yang kusayang mengapa berdusta
Tak cukupkah satu untuk dirimu.

Inikah sumpahmu yang kau ucap dulu
Sehidup semati kita berdua
Belum mati saja kau buat begini
Apalagi bila aku mati

Pandainya matamu menyimpan dia yang lain
Seakan tak pernah ada aku di hatimu
Pandainya lidahmu memutar balik kata
Kau kejam, kau sakiti insan lemah ini
Kau kejam seakan tak pernah ada hatimu.

Jangan bicara CINTA lagi
Tlah tertutup pintu hati ini
Jangan lagi kau datang di sini
Tlah ku hapus namamu di hati.


Hari lain saya ketemu mahasiswa asal Flores. Mereka minum kopi, salah satunya pegang gitar. Jreng-jreng…

“Kutrima suratmu kasihku,
yang kau kirim dari seberang sana.
Dalam kata-kata kau ucap hati rindu,
selamanya sebuah penantian…
Biarlah di dalam mimpiku dan mimpimu,
kita bercumbu saling melepas rindu….”


Saya pun beberapa kali naik kapal penumpang milik Pelni saat balik kampung ke Flores atau transit di Kupang, NTT. Selama perjalanan dua hari, ribuan penumpang dihibur dengan lagu-lagu manis ‘80-an ala Obbie Messakh.

Kalau tidak Obbie Messakh, ya lagu-lagu pop manis sejenis seperti ciptaan Pance F Pondaag, Rinto Harahap.

Saya tidak tahu kenapa orang NTT begitu suka dengan karya-karya Obbie? Bukankah pengamat/kritikus musik mencerca habis lagu-lagu Obbie sebagai cengeng, tidak bermutu, lemah secara musikal, kelas kampung…. ? Orang NTT tentu saja pernah mendengar atau membaca ejekan-ejekan itu. Toh, kesenangan mereka pada lagu-lagu karya Obbie Messakh terus bertahan. Sampai sekarang.

Lahir pada tahun 1958 dengan nama THOBIAS MESSAKH -– karena itu, dipanggil Obbie -–pria ini sejak kecil tinggal dan besar di Jakarta. Orang tuanya berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, kawasan paling selatan Indonesia. Daerah ini dikenal sebagai penghasil nira lontar, gula lempe (sejenis gula jawa) kelas wahid.



Munculnya Obbie Messakh, sekitar 1983, tak lepas dari suasana pasar musik nasional yang dikuasai oleh JK Records, perusahaan rekaman milik Judhi Kristiantho (JK).

JK Records saat itu merilis album-album manis, renyah, mendayu-dayu. Artis-artis JK antara lain Dian Piesesha, Meriam Bellina, Marina Elsera, Lidya Natalia, Heidy Diana, Hellen Sparringa, Anie Ibon, Meta Armis, Ria Angelina. Disokong penuh oleh acara Aneka Ria Safari dan Selekta Pop di TVRI, lagu-lagu artis JK pun segera menyebar luas ke tanah air pada 1980-an.

Nah, Obbie Messakh didesain JK sebagai salah satu penulis lagu laris (hits maker) bersama Pance F Pondaag, Maxi Mamiri, Wahyu OS, Judhi Kristianto sendiri, Deddy Dores. Tapi harus diakui Obbie yang waktu itu masih remaja (usia SMA atau mahasiswa tingkat awal) merupakan hits maker paling dicari industri rekaman.

Setelah lagu-lagunya meledak, JK ‘memaksa’ Obbie Messakh merilis album solo perdana. Judulnya ‘Kau dan Aku Satu’. Beberapa lagu yang pernah dibawakan artis cewek JK, dibawakan sendiri oleh Obbie Messakh… dan sukses. Nama Obbie Messakh pun makin menjulang.

Saya masih ingat bagaimana kakak-kakak di SMA PGRI Larantuka, SMAN 468 Larantuka… selalu menyanyikan lagu-lagu Obbie Messakh nyaris tiap hari. Vocal group pun mereka pilih lagu-lagu Obbie Messakh. Masuk ke kampung-kampung dengar lagu Obbie. Kalau ada hajatan di desa, lagunya Obbie.

Asal orang tua Obbie Messakh, yang Nusa Tenggara Timur, semakin menambah kecintaan warga pada Obbie Messakh. Padahal, kalau mau jujur, suara Obbie Messakh pas-pasan: cenderung fals, pitch control kurang… Mungkin syairnya yang mellow itu cocok dengan suasana hati orang NTT yang rata-rata susah.

“Kita ini kan mengandalkan perasaan. Jadi, menyanyikan lagu Obbie Messakh itu menyentuh sekali,” kata Pak Gorys, orang Ende yang kuliah di Jember, beberapa tahun lalu.

Seperti biasa, daur musik pop bergerak dengan cepat. Setelah membuat lagu hits, Hati yang Luka, Menteri Penerangan Harmoko marah-marah. Ia melarang lagu yang dipopularkan oleh Betharia Sonata itu lantaran dianggap cengeng. Ramailah polemik di koran.

Sejak itu TVRI, sebagai satu-satunya televisi, tidak lagi menayangkan lagu-lagu Obbie Messakh, khususnya Hati yang Luka. Saya masih ingat, TVRI terakhir menayangkan instrumentalia Hati yang Laku yang dimainkan grup musik sasando. Musik tradisional NTT itu memang berasal dari kampung halaman Obbie Messakh pula.

Pamor Obbie Messakh menurun drastis. Begitu juga JK Records. Maklum, tren musik pop sudah berubah dengan naiknya sejumlah artis yang mengusung apa yang disebut ‘pop kreatif’. Istilah ini secara implisit ingin mengatakan bahwa lagu pop versi Obbie Messakh dkk tidak kreatif alias cengeng. Koran Jawa Pos di Surabaya mengangkat isu ini sebagai bahan polemik yang ramai.

“Apanya yang kreatif? Apanya yang tidak kreatif? Obbie Messakh bisa membuat lagu karena kreatif,” ujar seorang pengamat musik. Obbie Messakh saat diwawancarai Jawa Pos tenang-tenang saja.

Obbie mengatakan tetap menciptakan lagu selama masyarakat (pasar) membutuhkan. Dan benar. Karya-karya Obbie Messakh terus mengalir meski tidak segencar masa jaya JK Records. Nada-nada manis pun semakin kurang porsinya. Obbie Messakh malah menciptakan Sakit Gigi, lagu dangdut yang hits setelah dibawakan Meggy Z. Kemudian Mobil dan Bensin’.

Sejak Obbie Messakh kehilangan identitas, saya anggap dia sudah habis di pasar musik Indonesia. Di tahun 1990-an, apalagi setelah Reformasi 1998, Obbie Messakh benar-benar habis. Tinggal cerita, mengutip sebuah petikan lirik lagunya.

Apa pun kata orang, Obbie Messakh tetap merupakan salah satu tokoh asal NTT yang pernah mempengaruhi begitu banyak orang Indonesia, khususnya generasi 80-an hingga menjelang 1990-an.



Menjelang Pemilu 2004, Obbie Messakh direkrut menjadi caleg Partai Perhimpunan Indonesia Baru pimpinan Dr Sjahrir. Yah, seperti artis-artis lain yang juga direkrut mendadak sebagai caleg atau sekadar penggembira.

Saat itu lagu lama Obbie, Kisah Kasih di Sekolah, populer lagi berkat jasa Chrisye, penyanyi gaek, yang baru saja merilis album DEKADE. Maka, ke mana-mana Obbie pun membawakan lagu ini.

Ternyata, partainya Dr. Sjahrir ini gagal total. Tak ada satu pun kursi yang diraih PPIB. Obbie pun gagal jadi politikus. Yah… Bang Obbie, anda sebaiknya menyanyi saja lah walaupun suaramu agak fals. Tidak perlu ikut politik lah!

Pada 2003 Obbie Messakh mengaku banyak perubahan dalam hidupnya.

"Sekarang saya berusaha untuk menjalani hidup dengan lebih berarti. Kalau dulu saya banyak menyia-nyiakan hidup, kini saya ingin hidup ini lebih berarti, baik untuk diri saya pribadi maupun orang lain," ujar Obbie.

Campur tangan Tuhan, katanya, yang telah membawa diri pencipta lagu-lagu melankolis ini ke dalam kehidupan rohani yang lebih baik. Itulah soal, dengan kesungguhan hati, dia menerima tawaran untuk sebuah rekaman lagu-lagu rohani dan siap melakukan pelayanan ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.

"Sebenarnya, sudah lama saya ingin menyanyi lagu-lagu rohani. Tapi saya ingin melakukan dengan kesungguhan hati yang dibarengi dengan perubahan hidup yang lebih baik."

Bermula dari ajakan seorang teman untuk menyanyi lagu-lagu rohani. Obbie pun ingat pesan mendiang ibunya yangs emasa hidupnya pernah berpesan agar Obbie membuat album rohani. Lalu Obbie pun mencoba melakukan penjajakan dengan Maranatha Record, sebuah perusahaan rekaman yang banyak memproduksi rekaman lagu-lagu rohani.

"Kami tidak langsung menerima Obbie untuk rekaman. Kami melihat dulu kehidupan rohaninya. Ternyata Obbie memang telah berubah," ungkap Peter Rahardja, Executif Produser Maranatha Record.

Maka, hanya dalam waktu satu bulan, album itu pun jadi. Maklumlah, Obbie bukan orang baru di belantara industri musik. Dalam album yang diberi label Ku Mau Setia ini, Obbie mengusung lima buah lagu ciptaannya.

Ada satu lagu manis Obbie Messakh yang selalu saya ingat sampai sekarang. Judulnya lupa, tapi liriknya demikian:

Bila malam kau tidur terpejam
masih adakah wajahku di matamu
adakah bibirmu sebut namaku
oh agar tenanglah aku yang rindu di sini

Esok pagi bila kita bertemu
mari cerita tentang mimpi semalam
dua hati kita mungkinkah serasa
oh dalam merajut tali cinta di dada

Berjanji... ku berjanji
kusayang padamu setulus hati
berjanji... ku berjanji
tak akan ingkar walau sampai mati
ohhh... juwita
hanya kau tumpuan yang terakhir

74 comments:

  1. bang obbie memang sederhana, lagu2nya sederhana, tapi disukai pada zamannya. terserah mau bilang lagu cengeng atau apa, yang penting pernah disukai masyarakat indonesia.

    tom, kupang

    ReplyDelete
  2. Bisa kirimkan untuk kita lagu-lagu pop keluaran sekarang? kita sebagai seorang perantau ingin tahu dengan keadaan di kota kupang dan sekitarnya.

    erwin beryanto
    E-mail : erwin_talia86@yahoo.com

    ReplyDelete
  3. Obbie memang banyak disukai di NTT. Angkutan kota di Kupang selalu putar lagu2 Obbie Messakh. Salam

    ReplyDelete
  4. Terima kasih atas respons teman2, khususnya yang dari NTT. Salam untuk semua.

    ReplyDelete
  5. bang obbie orangnya sederhana. lagunya juga sederhana, tapi enak.

    ReplyDelete
  6. alo semua..
    aku lagi nyari satu lagu jadul neh, tapi lupa judulnya..
    tapi kira² sebagian cuplikan liriknya gini:

    janganlah kau lupakan
    kenangan kita berdua
    walau hanya semalam saja
    namun cukup berkesan

    hanya nyamuk yang nakal
    jadi saksi abadi...
    bla... bla...

    kalo ada yg kebeneran tau ni lagu, tolong infonya yaa..
    tq..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebetulan saya punya klipnya..tapi saya lupa link youtubenya..tetapi sy bisa upload clipnya di youtube kalau bung mau.
      lagu itu nyanyinya di selecta pop, Obbie Messakh bareng Ria Angelia kalo gak salah...

      Frans - Dili, Timor-Leste

      Delete
    2. Lagu itu berjudul KENANGAN YANG INDAH, dinyanyikan oleh Erna Angelia dengan vokal jawaban oleh Obbie Messakh. Berikut ini adalah link videonya. http://www.youtube.com/watch?v=bushffiPnCM
      Joseph-Jakarta

      Delete
  7. aq suka kisah kasih di sekolah. inget jaman sma.

    ReplyDelete
  8. klo mau cari album lengkap mp3 obbie messakh dimana ya? klo cari diinternet, apa situsnya?

    ReplyDelete
  9. Mau Lagu-lagu Obbie Messakh, buka aja internet, www.youtube.com/obbiemessakh. Banyak banget, bisa ngobati kerinduan kamu. Lalu kunjungi juga website aku: www.youtube.com/raioan. Thank you.

    ReplyDelete
  10. Didit Widiyanto, S.Kom, M.Si4:35 PM, September 09, 2008

    Walaupun pemerintah Orde Baru (Harmoko) pernah mengecam dan mengatakan kalau lagu melankolis seperti lagu2 Obbie Messakh dianggap kurang kreatif, saya sebagai penggemar lagu2 Obbie dan pernah tinggal di kawasan Papua (Biak) saya sendiri asli jawa, yakin kalau misal Obbie masih mau menerbitkan lagu2 melankolisnya yang terbaru pasti masih akan laris. Harapan saya Obbie masih akan menerbitkan terus lagu2 melankolisnya ... terbukti lagu2 itu membawa damai dan nuansa kebersamaan di antara anak bangsa ini... Bayangkan aja lagu lagu sekarang ini kalo sekali konser aja, pasti akan membawa keributan dan memakan korban bagi penggemarnya... kukira gak pernah terjadi pada lagu2 melankolis kan?

    Dan terbukti seperti lagu2 Barat yang sukses masuk di tanah air kita MLTR (Michael Learn to Rock) juga bernuansa melankolis kan? dan mudah diterima masy Indonesia ...

    Ayo anak Bangsa ... kita terbitkan lagu2 seperti rintisan Obbie Messakh, Rinto Harahap, dan Pance Pondaag

    ReplyDelete
  11. Saya cinta banget sama keponakannya Om Obbie Messakh! :)

    ReplyDelete
  12. bgmn pun aq salut sama obbie messakh. gak gampang jadi raja pop, hits maker, 80an. jaman2 yg indah buat aq ketika belum punya bini, belum py anak... serba happy. sekarang... hehehe

    ReplyDelete
  13. ya.. era obbie messakh memang manis, pop yg manja. yang hujan turun lagi.... kita lagi belajar mengenal lawan jenis. setelah usia mulai mendekati 40, nostalgia lama itu datang lagi. wah, thanks banget bung atas tulisan2 kayak gini.

    oscar

    ReplyDelete
  14. obbie itu sederhana, lagu2nya juga sederhana kayak kisah kasih di sekolah. kadang2 yg sederhana itu yg awet dan disukai banyak org. tulisan ini bagus utk nostalgia.

    ReplyDelete
  15. obbie... obbie... lagu2mu bikin aku ingat masa lalu. masa2 pacaran dulu hehehe

    ReplyDelete
  16. saya mengalami masa remaja pada era Obbie Messakh. kenal banget dengan lagu2 ciptaannya, diselingi puisi, yang dulu meraja di TVRI. hehehe...

    salam kenal bung.

    stef

    ReplyDelete
  17. salam buat bung obbie,kapan bikin karya lagi? kita-kita udah jenuh denger lagu yg katanya "kreatif" !!

    ReplyDelete
  18. Saya salah satu pengemar lagu2 beliau,,,jujur,,hidup saya banyak terinpirasi dari musiknya,,,.Menurut saya musik beliau tidak cengeng,,,coba anda dengar band anak sekarang paling lama bertahan cuma 1 bulan di telinga kt ya itu tdak terlepas dari persainagn musik diera kini..say selaku pengemar berat Obbie Messakh menunggu karya beliau lagi terutama di acara musik TV... Bravo Obbie Messakh,.....

    ReplyDelete
  19. kang obbie memang punya penggemar sendiri. gak bisa dicela atau dilecehkan kayak si Harmoko itu.

    ReplyDelete
  20. so Sweet aku penggemar berat lagunya,,,kapan keluarin album terbarunya pasti laku keras...

    ReplyDelete
  21. yg hujan turun lagi...
    lagu ini paling aq ingat waktu remaja dulu..

    ReplyDelete
  22. hehehe... aq juga suka ingat YANG, HUJAN TURUN LAGI...

    ReplyDelete
  23. Industri musik sudah berubah total khususnya sejak tahun 2000. Karakter musik, penyanyi, selera konsumen, khususnya usia 24 tahun ke bawah, sangat berbeda dengan era 80-an, 90-an, apalagi 70-an. Sehingga, orang2 kayak Obbie Messakh ini, saya kira, sangat sulit untuk eksis lagi di industri musik Indonesia.

    Yang bisa dilakukan, dan itu sudah sering dilakukan, hanya membuat album nostalgia atau tembang kenangan buat orang2 muda jadul. Obbie bagaimanapun juga sudah jadi sejarah di blantika musik Indonesia.

    ReplyDelete
  24. hehehe... polos banget ya wajah bang obbie jaman dulu.

    ReplyDelete
  25. Saya juga pecinta berat lagu2 Obbie baik yang dibawakan sendiri maupun orang lain terutama jaman ke-emasan JK records... mungkin prestasi Obbie pd waktu itu, kalau ukuran musisi sekarang belum ada tuh yg rekornya sefantastis dia.. bayangkan mengorbitkan puluhan artis baru dari beberapa label rekaman dan hitsnya meledak abis... dan asal tau aja, di jaman Obbie yang namanya TOP HITS itu ukurannya udah menyentuh SATU JUTA COPY (bahakan konon Pance lewat Dian Piesesha - tak ingin sendiri menorehkan angka tertinggi nyaris di atas 1,5 juta copy)..

    ReplyDelete
  26. di jaman keemasan JK REcords, Obbie memang luar biasa. seng ada lawan!!! lagu2 yg dibawakan begitu banyak artis, khususnya cewek2 cantik, pun enak2. sampai sekarang masih enak kalo diputar lagi. tahan selama puluhan tahun. salut sama bang obbie!!!

    ReplyDelete
  27. memang asyik kalo didengerin malam2 sambil ngopi atau ngelamun. beda dg lagu2 sekarang krn lagu2nya obbie itu gak pake beat n syairnya bener2 mendalam. bisa diresapi sambil nostalgia. itu sebabnya lagu2 lama selalu bertahan dari generasi ke generasi.

    ReplyDelete
  28. rasanya belum lama aq dengar suara obbie. gak terasa umurku dah tua... heehehe

    ReplyDelete
  29. aq punya semua kaset obbie mesakh. mulai dari KAU DAN AKU SATU sampai yang terakhir KERETA SENJA, mantap banget lagunya, orang mau bilang cengeng, ngak ngik ngok atau apalah aq gak perduli, aku fans berat obbie mesakh sampai sekarang. yg aq gak tahan itu kata2nya disetiap lagunya romantis banget

    ReplyDelete
  30. saya lagi cari yg ini,judulnya apa ya. Dulu obbie nynyikan sendiri..syairnya banyak yg lupa? ada yg bisa nglengkapi?

    Bila malam matamu terpejam..
    masih adakah wajahku di matamu
    masih adakah ....

    esok pagi bila kita bertemu ...
    mari cerita tentang mimpi semalam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bila malam kau tidur terpejam
      sudah adakah wajahku dimatamu
      adakah bibirmu sebut namaku
      ooo... agar tenanglah aku yang rindu disini
      esok pagi bila kita bertemu
      mari cerita tentang mimpi semalam
      dua hati kita mungkinkh serasa
      dalam merajut cinta

      berjanji...ku berjanji
      tak akan ingkar walau sampai nanti
      ....

      Delete
  31. Hehehe... Lagu itu juga sangat membekas di otak saya. Sampai sekarang saya masih hafal di luar kepala. Liriknya kira-kira begini:

    "Bila malam kau tidur terpejam
    sudah adakah wajahku di matamu
    adakah bibirmu sebut namaku
    oh agar tenanglah aku yang rindu di sini

    "Esok pagi bila kita bertemu
    mari cerita tentang mimpi semalam
    dua hati kita mungkinkah serasa
    oh dalam merajut tali cinta di dada

    "Berjanji... ku berjanji
    kusayang padamu setulus hati
    berjanji... ku berjanji
    tak akan ingkar walau sampai mati
    ohhh... juwita
    hanya kau tumpuan yang terakhir"

    Selamat bernyanyi...

    ReplyDelete
  32. jujur, saya menangis haru membaca postingan dan komentar teman2 diatas... banyak kenangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas....keren banget judulnya abadi namau dihatiku

      Delete
  33. maz judul lagu yang liriknya " biar ku patahkan saja pena ini, biar ku robek2 saja gambar ini" pokonya yang reff nya itu ada " punya mata punya hati dan telinga mengapa kau tak mendengar" itu lho Maz.. mohon bantuan Maz link nya ya ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas pandu...
      yang nyanyi nia daniati
      tapi aku lupa judulnya...
      ntar tak carikan liriknya

      Delete
    2. Maz Pandu, yang nyanyi memang Nia Daniaty, judulnya Hancur Hatiku. Saya punya lagunya, kalau mau saya bisa upload ke 4shared.com, dan Maz Pandu bisa download dr sana...


      Frans

      Delete
  34. aku setuju kalau lagunya mas obbie membawa nuansa kedamaian juga berkesan hanya jaman nya mentri pak harmoko aja yang bilangin lagunya cengeng dan langsung dicekal karna dianggap membuat orang indonesia jadi cengeng

    padahal cengeng dan tidaknya kan tergantung dari indi vidu orang masing masing,,,contohnya saya sejak aku masih smp tahun 1983 aku sudah langsung terhipnotis dengan lagunya mas obbie yang pertama ' kau dan aku satu dan sejak saat itu dan sampai sekarang usiaku sudah 42 tahun tapi lagunya masih tak koleksi dan masih bagus dan selalu ku putar setiap waktu kaset pitanya aku punya semua ,,,tapi buktinya aku ngga cenggeng coba aja ada yang mengganggu kalau ngga ku nggampar....makanya tapi kalau ada yang ngga tau sama lagunya mas obbie tanya aja sama aku pasti tak kasih tau soalnya lagu manya yang ngga ku hapal ...semua labunya aku hapal mati tanks mas obbie karyamu aku tunggu unbtuk meramaikan lagi blantika music indonesia

    ReplyDelete
  35. Obbie Messakh is the best,,walau anak2 muda skrng nganggapnya jadul, tp buat kita2 anak muda dulu,,lagu2 beliau sangat berkesan,romantis,medalam,,wah top bangettt...
    ditunggu banget bang karya2mu....!

    warids- bandung

    ReplyDelete
  36. Mas Obbie, salam kangen dr penggemar beratmu Amaq June dr Lombok NTB.Kami org JADUL. Mas Obbie adalah pencipta lagu terbaik dihati kami.walaupun hati kami men dayu2,cengeng disebut org tapi tdk sperti itu. byk pengalaman kami dpt dari sair lagux mas Obbie tentang sair religi dan kehidupan sosial. Bapak2,saudara2, bisa bedakan kehidupan JADUL yg aman dg skrng luar biasa rusakx terutama dari segi moral. lagu2 JADUL bukan cengeng, tapi menyuruh kt menghargai perasaan dan kehidupan... semangat terus Mas Obbie.. OBBIE MESAKH IS THE BEST....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap,Betul!
      Lagu Mas Obbie tdk cengeng kok. Tdk pernah ketinggalan zaman. Coba kita lihat anak muda zaman sekarang, kalo mereka lagi pacaran sama temen sekolahnya. Coba aja tanya: ada tidak mereka tingkahnya seperti syair lagu KISAH KASIH DI SEKOLAH. Itu cuma salah satu contoh saja.
      Siapa yg bilang cengeng, dia yang cengeng.
      Contohnya aku, aku bkn org yg cengeng malah ceewek lagi. Pokoknya syair lagu Mas Obbie itu adl bener2 mewakili hati yg mendengarnya. Itulah antara pencipta lagu dan pendengar memang hrs ada persamaan rasa baru bisa berhasil.
      Mas Obbie memang Idola IS THE BEST ALONG YEARS.

      Delete
  37. Terimakasih, akhirnya saya tahu siapa idolaku, dia Obbie Messakh, yang lagunya selalu menemaniku hingga kini. Mas Deem

    ReplyDelete
  38. saya penggemar berat Obbie Mesakh, lagu-lagunya membuat kita mengerti hidup, menghargai dan mengerti perasaan orang lain, mengutamakan ketulusan dan kemurnian hubungan dengan orang lain..............

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali, syairnya menceritakan yg ada dlm kehidupan sebenarnya.

      Delete
  39. Menurut saya, lagu Obbie Messakh punya ciri khas sendiri. Biarin aja harmoko atau siapapun bilang apapun. Nyatanya mereka tidak bisa seperti Obbie Messakh. Terus terang, aku dengar lagu Obbie Messakh dari SD kelas VI sampe sekarang tetap suka, malah ubek2 u-tube buat nyariin downloadnya.
    Coba kita bandingkan dengan lagu2 sekrang ( maaf bukannya aku menghina ya ). Syairnya minta ampunnnnn, hanya Tuhanlah yang tau. Tidak punya arti sama sekali. Coba kita lirik lagu yg berjudul : Belah duren, Cinta satu malam. Astaga....
    Masalah Harmoko atau pejabat yg lain, aku lebih memilih Obbie yg menghibur org banyak dibandingkan Harmoko atau pejabat lain. Mereka mah lebih mementingkan kantongnya & korupsi. mana ada niatnya mau menghibur org banyak apalagi zama sekarang. Cuma banyak omong doang.
    HARMOKO = Hari-hari Omong Kosong.
    Sampe skrg aku paling benci sama dunia politik apalagi pejabat, mendingan mas Obbie jangan jadi politikus. Politikus itu sifatnya adl kalo ada jatah, dia jalan duluan. Kalo ada masalah dia gak mau dikambing hitamkan karena cuma Dicky Chandra yg bisa mengindari dari dunia kemunafikan politik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah nulis komentar. Ya.. jadi ingat plesetan harmoko: hari2 omong kosong! Pak menpen inilah yang memperkenalkan istilah lagu cengeng. Apa pun kata orang lagu2 obbie messakh masih tetap digemari karena sederhana, manis, dan romantis. Di surabaya ada radio yang sampai sekarang 2012 terus memutar lagu2 ciptaan obbie.

      Saya juga kaget karena tulisan iseng2 ini ternyata banyak penggemarnya. Terimakasih!

      Delete
    2. Bener, di daerah ku juga masih ada setiap jam 10 pagi atau jam 10 malam khusus lagu2 80an. Dan sering banget diputerin lagu2 Mas Obbie.

      Delete
  40. obbie n jk records berhasil menciptakan trend music pada jamannya. itu yg membuat lagu2nya bisa disukai dari generasi ke generasi. sederhana n sweet.

    ReplyDelete
  41. Bener banget, coba kita lihat kenyataan yg ada.
    Begitu banyak lagu-lagu zaman sekarang tapi tdk ada yg bisa menandingi lagu2 zaman 80an.
    Wlpn sudah puluhan tahun namun tetap mengena di hati selamanya & selalu inget terus.
    Terus terang, yg kenal semua penyanyi tahun 8oan adl kakakku duluan. Kalo kelas VI (tahun 1988) baru kenal lagu-lagu pop manis sebenarnya aq udah terlambat unk ikutan tp lebih baik daripada tdk sama sekali. Setidaknya aq pernah memiliki memory yg indah dibandingkan anak-anak skrg yg arus musiknya kadang-kadang cuma jreng,jreng,jreng.
    Semua lagu tahun 80an aku suka banget. Bahkan sampe skrg masih punya bbrp kaset tapenya tp sayang udah gak bisa diputar lagi oleh tape, cuma jadi koleksi.
    Kalo unk lagu Mas Obbie, aku cuma punya 4 kaset "Karya Emas Obbie Messakh " sedangkan Karya Emas Pance cuma 1 kaset. Itupun setiap ada kaset lagu 80an aku selalu berburu ke toko kaset baru dapet.

    ReplyDelete
  42. hehehe aq jadi ingat tante di kampungku dulu yg suka nyanyi melodi memori cipt obbie messakh, romantis banget. aq kebagian jawaban laki2nya:

    bila kau rindu
    panggillah namaku
    batinku bergetar
    ada rindu untukmu
    walau cinta kita
    tak mesti bersatu
    namu memori biarlah abadi..

    ketika aq pulang cuti di kampung, tante yg baik hati dan suaranya bagus ini sudah gak ada di dunia.
    tapi memori yg indah itu tetap abadi di hatiku. lagu2 obbie benar2 punya nilai memori yg luar biasa bagi aq.

    ReplyDelete
  43. lagu2 bang obbie itu jujur n sederhana n melodius. ditambah teknik rekaman dulu yg analog (bukan digital) membuat musiknya lebih membekas di hati. beda dg musik pop sekarang yg gak nyanthol blas. mungkin saya yg sudah terlalu tua utk mengapresiasi musik2 masa kini.

    ReplyDelete
  44. malu aku malu sama semut merah..

    hehe... aq teringat videoclip obbie di tvri jadul yg lugu banget.

    ReplyDelete
  45. salut buat bung obbie mesakh...lagu2nya, memang is the best di masanya...bravo bung obbie. Kalau boleh dekeluarkan lagi album vol.2, vol.3, vol.4 ...vol.1 sudah direcord lagi versi CD...

    ReplyDelete
  46. obbie is never die!!

    ReplyDelete
  47. obbie messakh jd ngetop thn 80an tak lepas dari kolaborasi JK records dan artis safari pimpinan eddy sud yg menentukan artis2 mana saja yg boleh masuk TVRI. sebaliknya, rekaman musik dilakukan di studio milik JK records. makanya, JK bisa leading selama hampir 20 thn. apa pun kata orang, aq sering kangen masa lalu, mendengar lagu2 lama ciptaan obbie yg dibawakan artis2 JK. wuih, ternyata aq sudah tua.. rambut mulai uban hehehe...
    Thanks banget Bung Obbie.

    ReplyDelete
  48. lagu2 obbie messakh????...ahhh jdi ingat msa gw SD di Gorontalo nich...hahahahahaahaa gw ingat dlu hampir tiap hari usai pulang sekolah gw mampr kerumah teman(alasan gw minum air hahahaha) padahal...cuma buat lihat poster obbie sama nani sugianto yg ada syair percakapan lagu telepon rindu yg di tempel di ruang tamu rumah teman tsb...:

    "krrriiiinnngggg...- hallo..792327..bisa bicara dengan mas Obbie???
    +iyaa saya sendri nich...dengan siapa yaa,saya bicara??
    -naaaah mas lupa,kan...
    +siaappaa,,,yaa??? Aiiiihhh kamu yank... "bla bla....
    Pokokx obbie tetap bagian dari musik Indonesia......mau cengeng atau apapun!!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju apa kata anda. Saya tak peduli kata orang lagu cengeng atau apalah. Lagu Telepon rindu adalah lagu andalan saya juga. Manis benar mendengar kata-kata lagu itu.

      Delete
    2. wah, berkesan banget syair lagu itu.
      RINDU RINDUNYA RINDU HATI INI
      MEMANDANG SENYUMMU DAN DENGAR SUARAMU

      KAPAN KAPANKAH KITA BERSAMA LAGI
      SEPERTI HARI2 YANG LALU...

      Delete
  49. Ayo ketemu Obbie, tgl.12 Jan nanti di UKI :D

    ReplyDelete
  50. wah, ternyata banyak yg suka Obbie messakh. Lagu2 Obbie dan era 80an itu memang beda dengan gaya musik pop jaman sekarang. Kita2 yg sudah tua jadi kangen masa lalu hehehe....

    ReplyDelete
  51. aku salah satu pengemar berat obbie mesakh sampai saat ini pun masih menyukai semua lagu hasil ciptaannya. dimana yah sekarang Obbie mesakh, kangen berat sama semua lagu lagunya dan ciri suaranya yg khas tsb.

    ReplyDelete
  52. Saya di Kalimantan pun sangat hobi dengan lagu lagunya obbie. Malaysia dan Brunei pun senang dengan lagu Obbie. Lagu anak-anak sekarang tak bagus. Di kasi kasetnya gratis ke saya pun saya buang kesungai Kapuas. Biar ikan-ikan saja yang dengar musik anak muda sekarang dengagn nada do do do itu itu aja nadanya, muak saya dengan lagu anak muda sekarang tak berkesan sama sekali dan tak membekas di sanubari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagu2 sekarang lemah di melodi. Rasa manisnya kurang, syairnya pun kurang puitis, mengabaikan sisi romantisme cinta. Mungkin itulah yg membuat lagu2 lama punya kesan tersendiri meskipun garapannya tidak canggih, bahkan sangat sederhana.

      Delete
  53. Sampai saat in masih selalu mendengar lagu Obbie messakh Khususnya Melodi Memoryyy top banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, bung Samosir ternyata suka lagu2 Obbie juga. Tadinya saya kira cuma orang NTT di kampung saya saja yang gila lagu2 melankolis.

      Melodi Memori ini ada kata2 yg sering dikutip remaja zaman dulu:

      WALAU CINTA KITA TAK MESTI BERSATU
      NAMUN MEMORI BIARLAH ABADI...

      Delete
  54. Hebat ya Obbie bisa membuat puluhan lagu mnjadi Hits..masih trdengar sampai sekarang..

    ReplyDelete
  55. LAGU2 POPNYA OBBIE ITU SEDERHANA TAPI MENGENA. BAGUS DINIKMATI SAMBIL TIDURAN ATAU SANTAI. ROMANTIS BANGET.

    ReplyDelete
  56. SAYA DARI MANADO,PENGGEMAR BERAT LAGU OBBIE,SAYA SALUT DENGAN KARYANYA,BANYAK ARTIS JADI TERKENAL OLEH KARENA LAGU CIPTAANYA,

    ReplyDelete
  57. Saya dr keluarga besar Zacharias,,

    Lagux om obbi (thobias messakh) bgus smw,,,

    sukses trus...

    ReplyDelete
  58. Meski warna musik sudah bergeser, namun masih banyak kerinduan agar Obbie Messakh mencipta, menyanyikan dan dengan garapan musik sebagaimana stile-nya itu. Pasar masih ada dan kerinduan itu pun selalu hadir pada setiap orang yang pernah menikmati atau "menyayangi" lagu-lagu lelaki Rote yang pernah mengharu biru negeri ini.

    ReplyDelete