30 September 2006

C.TwoSix Jazz Community Surabaya


FOTO: Roedi Purnama potong tumpeng hari jadi pertama C.TwoSix Jazz Community.


Di Surabaya, Jawa Timur, konser musik jazz memang semakin jarang. Namun, geliat jazz tetap terasa di ‘kota buaya’ ini. “Jazz itu tidak akan pernah mati!” tegas ROEDI PURNAMA, pengelola C.TwoSix Jazz Community, yang bermarkas di Jalan Medokan Ayu 3C/26 Surabaya.

(Nomor rumah C-26 ini yang kemudian diangkat sebagai nama komunitas penggemar jazz di Kota Surabaya.)

Kenapa jazz tidak mati? Menurut Cak Rudi, sapaan akrabnya, dukungan dari para members C-26 Jazz Community sangat besar. Selain membayar iuran sebesar Rp 25 ribu, para penggemar jazz aktif melakukan sosialisasi, baik di markas C-26 maupun di tempat tertentu yang telah disepakati.

“Dalam satu bulan terakhir ini kita selalu kumpul di kafe. Sekalian menikmati musik jazz yang dimainkan oleh teman-teman sendiri. Kebetulan banyak member C-26 yang bisa main jazz dengan baik,” tambah Ning Sari. Pengurus C-26 Jazz Community ini tak lain istri Cak Rudi, dedengkot dan pendiri C.TwoSix Jazz Community.

Kafe sederhana tempat kumpul-kumpul setiap Jumat malam ini pun ternyata milik anggota komunitas. Setelah dirundingkan bersama beberapa pengurus inti, disepakati untuk menggelar live event khusus untuk komunitas.

Menurut Sari, even ini dalam rangka sosialisasi musik jazz, khususnya untuk kalangan mahasiswa. “Mahasiswa-mahasiswa ternyata sangat antusias. Dan kita usahakan agar mereka tetap mencintai jazz. Jangan sampai lepas,” kata Sari seraya tertawa kecil.

Antusiasme anggota komunitas, ditambah kalangan ‘peninjau’ seperti mahasiswa jelas sebuah fenomena yang layak dirawat. Namun, di sisi lain, pengurus C-26 seperti Cak Rudi dan Ning Sari kewalahan karena kapasitas kafe alias arena live event dirasa kurang memadai. Belakangan anggota komunitas ini banyak menikmati sajian jazz di halaman Hotel Garden Palace, Jalan Pemuda Surabaya. Kebetulan di situ ada kafe, Sidewalk Cafe.

Yang jelas, sosialisasi jazz di kafe ini sedikit banyak telah memunculkan bakat-bakat baru di jazz Surabaya. Salah satunya Bagus, anak muda berusia 20-an tahun. Saksofonis muda ini selalu ditunggu-tunggu anggota C-26 karena penampilannya yang luar biasa di usia yang tergolong ‘hijau’.

“Saya terkejut sekali waktu pertama melihat Mas Bagus ini main saksofon. Dia ternyata main (jazz) mainstream, bukan nomor-nomor yang disukai anak muda seperti fusion atau acid jazz,” puji YUNI KAMAYA, penyiar Radio Star FM, yang bermarkas di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Barto, pengurus C-26 Jazz Community--yang belakangan mendampingi Yuni Kamaya sebagai pengasuh acara jazz di Star FM--mengatakan, Bagus merupakan murid maestro jazz kita, Bubi Chen. Karena itu, tidak aneh kalau dia mampu memainkan nomor-nomor jazz mainstream dengan sangat bagus, sesuai dengan namanya.

“Soul-nya sangat terasa sekali. Mungkin itu tak lepas dari (maaf) penglihatannya yang agak kurang. Orang-orang seperti ini memang punya soul musik yang luar biasa,” ujar Barto. Kamis (23/2) malam, Barto secara khusus membahas be-bop di Star FM selama dua jam penuh.

Masih menurut Barto, selain Bagus, ada lagi beberapa anak muda yang memperlihatkan bakat besar di musik jazz. Karena itu, Barto optimistis pemusik jazz akan terus mengalami regenerasi, tumbuh, berkembang, menurut zamannya. Sehingga, kita tidak perlu khawatir jazz bakal hilang dari Surabaya, apalagi Indonesia.

Mengisi program jazz di Radio Star FM, kemudian menggelar live event setiap pekan di kafe, merupakan kiat pengurus C-26 Jazz Community untuk merawat komunitas penggemar jazz di Kota Surabaya dan sekitarnya.

Menurut Sari, rencana dan program sih sudah banyak dibuat oleh pengurus maupun members C-26 untuk menghidupkan musik jazz di Surabaya dan Jawa Timur umumnya. Namun, kesulitannya lagi-lagi terbentur di sponsor atau penyandang dana. “Mudah-mudahan ke depan semakin banyak pihak yang mau men-support musik jazz di Surabaya,” harapnya.

C.TwoSix Jazz Community
Jalan Medokan Ayu IIIC/26 Surabaya
ROEDI PURNAMA dan SARI
Telepon (031) 871 0034

5 comments:

  1. gimana perkembangan komunitas jazz di sby, Bung?

    ReplyDelete
  2. Good blog. Good luck.

    ReplyDelete
  3. ada nggak friendster ato facebook (lbh bagus)
    ttg jazz surabaya ii. biar kita2 bisa lebih mengetahui update2 yg terbru

    thx n salam kenal

    ReplyDelete
  4. kalo mau gabung di komunitas gimana caranya ya..??? tapi emang ga tau banyak sih ttg musik jazz masih yg ringan2 aja

    ReplyDelete
  5. Langsung saja hubungi Mas Roedi atau pengurus lain. Main-main ke sekretariat, datang kalau ada event-event jazz di Surabaya. Semua diterima, gak pake syarat macam-macam. Salam.

    ReplyDelete