21 September 2006

Aku Terkenang IDA LAILA



Ida Laila bersama S. Achmadi, pimpinan OM Awara [pecahan OM Sinar Kemala].

Di Flores Timur hingga 1980-an ada ‘tradisi’ perantau yang baru pulang dari Malaysia atau Jawa memutar lagu keras-keras. Pakai load speaker merek TOA, mirip kerucut, ditaruh di atas tiang tinggi di halaman rumah. Lalu, volume disetel maksimal sehingga terdengar sampai radius 100-200 meter.

Orang kampung macam saya sama sekali tidak terganggu, justru sangat senang. Kami bisa dengar lagu-lagu baru yang tak pernah ada di kampung. Keluarga kami terlalu miskin untuk beli kaset, piringan hitam, salon, tape recorder.... Itu barang mewah lah!

Nah, IDA LAILA (nama aslinya MURAH HATI, sekarang 63 tahun) ternyata menjadi salah satu penyanyi favorit para perantau yang baru balik kampung itu. Suaranya agak sengau, melankolis, penuh penghayatan, cengkok melayu, agak kasidah. Syair-syairnya umumnya berbau religius. Mengajak manusia bertaubat, mengubah kelakuan, tidak larut oleh gemerlap dunia.

Bagi orang kampung miskin, syair-syair macam begini sangat cocok. Orang dikuatkan bahwa di mata Tuhan kaya-miskin sama saja. Dus, tak perlu berkecil hati jadi orang miskin. Berbahagialah orang yang miskin..., kata kitab suci.

Saya coba-coba membuka memori masa kecil saya di Pulau Lembata, Flores Timur. Aha... saya ingat dua lagu Ida Laila: Keagungan Tuhan dan Siksa Kubur. Karena tak punya tape recorder, desa tak ada listrik, saya bersama teman-teman cilik bertandang ke rumah om-om yang baru pulang dari Sabah atau Sarawak. Tujuannya, ya, dengarkan lagu. Dua lagu tadi jadi favorit orang kampung.

“Hancur lebur tulangnya
Serta hangus tubuhnya
Karena diimpit bumi dan dibakar api
Sebagai balasan oooh..
Dosa yang dilakukan...”


Begitu kira-kira petikan lirik ‘Siksa Kubur’ yang terekam di otak saya, di usia kepala tiga ini. Dibakar api? Apa tidak panas? Ngeri sekali.

Saya tanyakan ini kepada guru agama (Katolik). Dia bilang api neraka itu panas. Panas sekali, sehingga sulit dibandingkan dengan panasnya api mana pun di dunia. Berapa derajat celcius ya? Karena itu, kata Pak Paulus Lopi (almarhum), anak-anak jangan nakal, jangan berdosa, sehingga tidak masuk neraka.

“Masuk surga saja,” kata Paulus. “Di sana penuh kebahagiaan, berlimpah-limpah air susu dan madu.” Hmmm...



“LAGU saya Keagungan Tuhan itu semakin populer setelah dibawakan Ida Laila. Kami rekaman di RRI Surabaya tahun 1964. Di mana-mana diputar orang, dinyanyikan di kampung-kampung,” kata Abdul Malik Buzaid alias A. Malik Bz., pencipta lagu-lagu pop melayu pada 1960-an di Sidoarjo.

Abah Malik, yang tinggal di Kureksari, Waru, Sidoarjo, kerap saya temui untuk diskusi musik atau wawancara seputar kebudayaan.

Berbeda dengan penyanyi sekarang yang lebih mementingkan penampilan fisik, Ida Laila semata-mata mengandalkan olah vokal. Suaranya renyah, ekspresinya hebat. Dia larut dalam syair. Saat dia nyanyi Siksa Kubur (ciptaan Achmadi, 1976), pendengar cilik macam saya bisa membayangkan penderitaan orang penuh dosa yang mendapat siksaan.

Terus terang, saya takut sekali pada masa kecil dulu. Begitu juga saat membawakan Keagungan Tuhan, yang isinya meminta manusia insaf.

“Insaflah, wahai manusia, jika dirimu bernoda. Dunia hanya naungan ‘tuk makhluk ciptaan Tuhan....”

Mulai rekaman pada 1964, Ida Laila digandeng Orkes Melayu (OM) Sinar Kemala yang sangat terkenal di Surabaya. OM Sinar Kumala dipimpin Abdul Kadir (almarhum), diperkuat antara lain oleh Malik Bz, pencipta Keagungan Tuhan. Waktu itu Ida tampil di hajatan kecil di Tanjung Perak, Surabaya.

Setelah itu, ia bergabung dengan sejumlah grup macam OM Awara, OM Sinar Mutiara, OM Sonata, OM Sanata. Seperti penyanyi dangdut sekarang, penyanyi pop melayu masa itu pun tak pernah terikat di satu grup. Cari makan tidak bisa di satu tempat karena pasti tidak cukup.

"Lagu Keagungan Tuhan membuat saya dikenal luas oleh masyarakat," aku Ida Laila) di rumahnya Jalan Cancer 3 Surabaya.

Dengan OM Awara, Ida merilis sekitar 18 piringan hitam. Dengan OM Sinar Mutiara tujuh album. OM Sonata sekitar lima album. OM Sanata satu album. Karena fokus di dakwah dan tak punya arsip yang rapi, Mbak Ida lupa berapa persis album rekaman (PH, kaset, CD) yang pernah dirilisnya. “Album Sepiring Berdua rekaman tahun 1987 saja saya tidak punya," ujar suami Cak Mulyono ini.

Pada 1964 hit Keagungan Tuhan (karya A Malik Bz) diproduksi RRI Surabaya. Album Perintah Ilahi 1967 dan Siksa Kubur 1976.
"Rekaman terakhir lagu-lagu dangdut pada tahun 1997 di studio rekaman Indra Record Surabaya. Isinya lagu-lagu nostalgia," ujar Ida Laila.

DI usia yang semakin matang, Ida Laila memilih lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apalagi setelah ia pulang berhaji pada 1994. Penyanyi legendaris ini mengaku sibuk dengan kegiatan dakwah Islam. Ceramah di mana-mana, jadwal padat. Dia tak tertarik lagi pada dunia hiburan yang glamour.

Buat apa? Bukan masanya lagi. Dia toh sudah kenyang asam garamnya kehidupan, dielu-elukan sebagai artis kelas satu di Indonesia dan negara-negara serumpun. Sekarang Ida Laila lebih dikenal sebagai ustazah yang sangat diminati di Jawa Timur.

Dakwahnya mengena, apalagi para pendengar umumnya punya memori kolektif tentang Ida Laila. Saya pernah menyaksikan betapa ibu-ibu kagum dengan kepribadian Ida Laila yang santun, religius, membawa mereka ke jalan Tuhan, amar makruf nahi munkar.

Ibu enam anak (satu meninggal dunia) serta nenek enam cucu ini hidup sederhana di Surabaya. Rumahnya biasa-biasa saja kayak orang kebanyakan. Tak ada kesan bahwa dia bekas artis yang sangat berjaya di masa mudanya.

"Saya sudah tidak ingin apa-apa lagi, kecuali ridla Allah. Saya berusaha menjalankan semua perintah Allah," ujar Ida Laila.

9 comments:

  1. bgm kabar bu ida skr? apa masih aktif nyanyi kah?

    ReplyDelete
  2. aku jadikan rujukan ya mas artikelnya

    ReplyDelete
  3. silakan, tapi ojo tulis: sumber dari www.hurek.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Kalau pingin download lagu-lagunya format mp3 bisa lihat blog ini : http://all4shared-mp3download.blogspot.com/2009/02/indonesian-classic-dangdut-ida-laila.html

    Selamat menikmati

    ReplyDelete
  5. shbat se kominitas pecnta lagu nostalgia, kalau pngin miliki pita caset/ cd, ida laila,a rafiq dll. di sinar kemala , lengkap. kont. sang kolektor 081231077214. (mas nur )

    ReplyDelete
  6. sahabat sekomunitas, saya koletor snar kmala lengkap,ingin casetnya ? kont. 081231077214 (mas nur , lamongan )

    ReplyDelete
  7. saya sebenarnya berada 3-4 generasi setelah ida laila, namun saya sangat menyukai lagu-lagunya, kualitas syair lagu-lagu lama sangat sangat baik. saya masih berharap munculnya ida laila, A kadir, Rhoma Irama versi abad 21 :)

    ReplyDelete