12 July 2006

Flobamora Song



Flobamora
Lagu/Lirik: Apoly Bala


Flobamora, tanah airku yang tercinta
Tempat beta dibesarkan Ibunda
Meski sudah lama jauh di rantau orang
Beta ingat Mama janji, pulang e

Biarpun tanjung teluknya terpeleh nusaku
Tapi selalu terkenang di kalbuku
Anak Timor main sasando, dan menyanyi lelebo
Rasa girang dan berdendang, pulang e

Hampir siang beta bangun sambil menangis
Mengenangkan Flobamora lelebo
Masa kini beta ingat dipangku Mama
Air mata basah pipi lelebo

Biarpun.......


Suatu ketika saya jalan-jalan ke Pantai Kenjeran, Surabaya. Ramai sekali, hiruk-pikuk, maklum hari Minggu. Ini memang objek wisata pantai paling murah yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya. Orang tua bisa mengajak anak-anaknya berekreasi setelah capek kerja atau sekolah selama enam hari.

Nah, di dekat pintu masuk berkumpul sekitar 10 anak muda, usia di bawah 24 tahun. Kulit mereka agak gelap, rambut ikal, beda dengan orang Jawa umumnya. Salah satunya membawa gitar. Lalu, suara kor merdu terdengar. Tiga suara berpadu: suara satu, suara dua, suara tiga. Ah, tak salah lagi… Flobamora.

Saya yang berasal dari kampung kecil di Pulau Lembata, Flores Timur, tak asing lagi dengan lagu ini. Dulu, waktu SD di Ileape, Flobamora bahkan saya anggap sebagai ‘lagu kebangsaan’ orang Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagaimana tidak. Setiap hari kami, anak-anak SD di udik yang miskin itu, membawakan lagu ini dengan sikap sempurna.

Lagu Flobamora ini digubah oleh Apoly Bala, penggubah lagu asal Lembata (yah, satu pulau dengan saya juga) yang sudah lama tinggal di Kupang, ibukota Povinsi NTT. Pak Apol, sapaan akrabnya, juga dikenal sebagai penulis lagu-lagu liturgi Gereja Katolik yang produktif.

Di buku PUJI SYUKUR, misalnya, termuat tiga komposisi karya Apoly Bala: nomor 601, 659, dan 424. Di buku MADAH BAKTI pun lagu-lagu Pak Apol ada. Seperti umumnya penggubah lagu asal Flores atau NTT, lagu-lagu Pak Apol melodius, menekankan melodi, terasa manis, mendayu, dan gampang dipecah dalam beberapa suara.

Saya menyimak baik-baik lagu Flobamora yang dibawakan adik-adik di Pantai Kenjeran itu. Ternyata, liriknya masih sama dengan ketika saya masih duduk di SD di kampung Mawa, Ileape, Lembata, Flores Timur.

Di tahun 2006 ini, lagu Flobamora masih lestari, masih dinyanyikan orang di mana-mana, khususnya di rantau. Syairnya begitu menggugah, mengajak kita untuk pulang kampung, setidaknya tidak lupa kampung halaman.

Bae sonde bae, Flobamora lebe bae to!!!!

13 comments:

  1. wah, jadi ingat kampung. tulisan anda enak dibaca, informatif. gak sengaja nemu blog orang flores yang bagus. salam flobamora.

    ReplyDelete
  2. Halo Om Lamber... bta Eddy di Batam.... salam kenal sa...

    ReplyDelete
  3. salam balik. terima kasih sudah baca kitorang pu blog.

    ReplyDelete
  4. wah, bagus juga blog bang lambert. bisa jadi rujukan utk tahu informasi ttg flores n ntt. syalom.

    ReplyDelete
  5. Bang Lambert,
    Saya orang Sunda yang pernah tinggal di Kupang th 79-84. Tiba-tiba saja ingat lagu Flobamora, lupa teks-nya, dan mencari-cari di internet. Oleh Oom Google dibawa ke sini..

    Terima kasih ya Bang!

    ReplyDelete
  6. Sama-sama Bung. Selamat berdendang, semoga tetap ingat bumi Flobamora.

    ReplyDelete
  7. flobamora, negerimolek. kekasihku selalu ceritakan negerinya ini terutama ttg adonara, tempat asalnya. sayang kasih tak sampai...

    ReplyDelete
  8. hoho..

    dr pagi beta su menyanyi lAGu flobAMora, gara2 lG Demam ntT. :D

    Beta lupa bebrapa syairx. akhirx cAri d google. eh.. katumu Ju.

    btw, nice blog. menarik u d bAcA.

    last, bae snD bAe katong pung ntT lebe bae. :)

    anak soe yg cinta flobAMora. :x

    ReplyDelete
  9. thamks atas lagu flobamoranya. viva NTT!!!

    ReplyDelete
  10. Thanks bung Lambertus, dengan baca artikel bung, jadi pengen pulang kampung. Soalnya su lama sonde pulang. Tulisan bung kembali membangkitkan rasa cinta kampung halaman, karena selama di Jakarta lebih banyak bergaul dengan orang bukan dari NTT. Tahun depan harus pulang Kupang. Maju terus Flobamora.

    ReplyDelete
  11. Yah ... lagu yang selalu ingin mambawa kita (perantau) pulang ke kampung halaman.

    ReplyDelete
  12. Makasih bung Lambert,lagu ini membuatku menangis pada saat Pembukaan Sepakbola "Flobamora Cup Bali thn 2012".Waktu itu hampir semua penonton yang memenuhi stadion menyanyikan lagu dgn sangat antusias....Flobamora Tanahku Tercinta 'I LOVE YOU '.

    ReplyDelete