20 May 2006

Pater Josef Glinka SVD



Saya sedang mewawancarai dua tokoh John Paul II Foundation asal Polandia. Pater Glinka SVD (paling kanan, gemuk) menjadi penerjemah karena mereka bicara dalam bahasa Polandia. Kebetulan Glinka dan dua rohaniwan Katolik itu sama-sama berasal dari Polandia, satu negara dengan almarhum Paus Yohanes Paulus II.


Foto ini diambil ketika saya melakukan wawancara khusus dengan dua uskup asal Polandia tersebut. Pater Josef Glinka SVD tokoh luar biasa, setidaknya bagi saya. Terlalu banyak yang harus ditulis tentang beliau. Beliau ahli antropologi ragawi, guru besar Universitas Airlangga, pastor SVD, lama berkarya di Flores, cinta Indonesia, bahasa Indonesianya sangat bagus… sangat dikenal di Surabaya, Flores, bahkan Indonesia.

Asal tahu saja, profesor antropologi di Tanah Air tak sampai lima orang.

Saya beberapa kali mewawancarai Prof Glinka. Salah satunya wawancara panjang untuk dimuat satu halaman koran RADAR Surabaya edisi Minggu. Janjian ketemu, on time. Lalu, saya merekam kata-kata beliau yang tegas, sistematis, semuanya layak dikutip.

Lahir di Chrorzow, kota industri di Polandia selatan pada 7 Juni 1932, Pater Glinka dan enam misionaris lain tiba di Jakarta 27 Agustus 1965. Desember 1966, Glinka mulai berkarya di Flores, tepatnya di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Tak hanya bekerja sebagai pastor, Glinka melakukan riset antropologi dengan sangat intensif. Nah, sejak 1965 itulah ia tinggal di Indonesia, menghirup udara nusantara, bersosialisasi dengan orang Indonesia, khususnya Flores.

Kepada saya, Pater Glinka menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk orang Flores. “Orang Flores itu jujur. Polos. Apa adanya,” puji Pater Glinka. Saya, asli Flores Timur dari kampung pelosok, pun bangga.

Setelah puluhan tahun tinggal dan bekerja di Indonesia, Pater Glinka melamar jadi warga negara Indonesia. Istilahnya, minta naturalisasi. Ternyata, prosesnya tidak mudah. “Sampai sekarang belum diterima. Saya tidak tahu kenapa,” kata pastor yang pintar memasak ini.

3 comments:

  1. pater glinka hebaat banget.

    ReplyDelete
  2. salam kae...saya mahasiswa pasca sarajana arsitektur Brawijaya malang asal Ende ...kebtulan lagi meneliti tentang perkanpungan adat di pulau flores..sekedar menangakan Pater Josef Glinka SVD. punya buku tentang Flores kalo bisa tau bukunya tentang apa dan judulnya apa...saya sangat butuh sekalih tentang sejarah di pulau flores..biar bisa jadi refensi yang benar..maksih kae..kalo bisa diberi informasi lewat email email mukhtardesign@yahoo.com

    ReplyDelete
  3. Begitulah pemerintahan kita. urusan begituan sangat susah. Tapi saya bangga dengan Pater. hebat.

    ReplyDelete