19 June 2005

Helloween Dahsyat di Surabaya

Dahsyat! Ini kata yang pas untuk menyebut koser Helloween, band beraliran speed-power metal asal Hamburg, Jerman, di Stadion Tambaksari, Surabaya, belum lama ini. Tak rugi, ribuan masyarakat metal bersabar selama 50 menit lebih bagi kru Helloween untuk mempersiapkan sound system, instumen musik, dan berbagai peralatatan panggung.

Penonton puas.

Penantian sekian lama--setelah Power Metal dan Jamrud, band pembuka, tampil kurang percaya diri--dibayar lunas oleh Helloween. Bahkan, Andi Deris dan kawan-kawan memberikan bonus (encore) berupa tambahan dua lagu. Pukul 24.00 WIB, pecinta musik
metal masih terpaku di stadion. Tak percaya kalau pergelaran Helloween telah usai.

Panitia pun, rupanya, terbius hebat sehingga terlambat menyalakan kembang api sebagai pengakhir konser.

“Nggak rugi saya datang jauh-jauh dari Porong (Sidoarjo),” ujar Rosyid kepada saya.

Namun, di balik superioritas Helloween, dua band kita, Power Metal dan Jamrud benar-benar tenggelam. Mereka tampak kalah segalanya bila disandingkan dengan Helloween,
yang nota bene band metal idola mereka.

Seperti dalam album live-nya, konser dibuka dengan Walls of Jericho, sebuah instrumen yang dipetik dari lagu anak-anak di Barat, London Bridge is Falling Down. Pelan saja, dan terkesan main-main.

Tak sampai dua menit, penonton langsung diberondong dengan Starlight, komposisi bertempo sangat cepat, keras, nada-nada tinggi dari album Helloween generasi pertama. Komposisi khas Helloween ini memang penting untuk mempertegas jatidiri band yang sudah gonta-ganti personel hampir 10 kali itu.

Dari komposisi Helloween Era I (Ingo Schwichtenburg, Michael Weikath, Markus Grosskopf, Kai Hansen), vokalis Andi Deris yang baru masuk Helloween tahun 1994 (grup ini dibentuk Kai Hansen, 1984, di Hamburg) kemudian mengajak penonton menikmati nomor-nomor belakangan. Termasuk lagu di album Chameleon (1993) yang sedikit menyimpang dari karakter Helloween.

“Tahun ini kami mau bikin album baru. Album ini juga diproduksi di Indonesia, sehingga Anda bisa membeli dengan harga murah. Saya akan nyanyikan satu lagu
andalan kami,” ujar Andi Deris, sang vokalis yang sangat komunikatif di panggung.

“Penciptanya Sascha Gerstner. Orang ini tingginya dua meter, wah,” tukas Andi seraya menggoda Sascha, sang gitaris.

(Malam itu Sascha dan Michael Weikath berkali-kali memukau penonton dalam solo gitar nan ciamik.)

Dan meluncurlah Open Your Life, nomor cantik yang indah dan keras, namun temponya sedang-sedang saja. Meski belum tahu lagunya, ribuan penonton tampak sangat menikmati.

Tambaksari benar-benar heboh ketika Weikath, satu-satunya personel Helloween 1984 yang masih tersisa, memainkan intro Future Word yang sangat terkenal di Jawa Timur. Penonton meringankan tugas Andi Deris dengan bernyanyi ramai-ramai.

If you're out there all alone.
And you don't know where to go to.
Come and take a trip with me to...
Future World!


Rasanya tak ada penggemar musik rock, apalagi metal, di Indonesia yang tidak
tahu lagu karya Kai Hansen itu.

“Fantastic! I don’t believe it!” ujar Andi Deris, vokalis kelahiran 18 Agustus 1954 ini. “Thanks. Anda pernah dengar dokter gila? He-he...,” pancing Andi.

“Dr Stein! Dr Stein!” teriak penonton.

Tanpa buang waktu, meluncurlah hits lama Helloween ketika masih diperkuat Hansen ini.
Disusul dengan hits lainnya, Eagle Fly Free. “Lagu tadi tentang seorang gadis cantik.”

Kehebatan Andi Deris berkomunikasi, juga bercanda, dengan ribuan penonton terlihat dalam lagu Power, lagi hits dalam album The Time of The Oath (1996). Di bagian refrein yang ada seruan Oooo... Oooooo, Andi dengan telaten memimpin ‘paduan suara’ ribuan orang. Diawali dari bagian belakang kanan-kiri, tengah, lalu depan kanan-kiri, lalu bersama-sama. Berkali-kali, Andi Deris mengucapkan kata ‘fantastic’ karena
ternyata penonton sangat menguasai komposisi-komposisi Helloween.

Formasi Helloween di Surabaya (kemudian Jogja dan Jakarta) adalah Sascha Gerstner (gitar), Markus Grosskopf (bas), Andi Deris (vokal), Michael Weikath (gitar), Stefan Schwarzmann (drum). Mereka dibantu pemain tambahan di keyboards.

Grup asal Hamburg ini, meski tak diperkuat oleh pendiri dan pentolannya seperti Kai Hansen (gitar, vokal) dan Michael Kiske (vokal), Helloween tetap eksis, bahkan makin keren.

Kemampuan vokal Andi Deris sangat prima, stamina terjaga, meski usianya sudah mendekati 50 tahun. Beda sekali dengan vokalis kita yang cepat loyo kendati masih muda. Kecepatan, ketrampilan, harmonisasi musik mereka pun konsisten.

Titik lemah konser Helloween di Surabaya ada di tangan panitia. Seharusnya band pendamping cukup satu, Jamrud atau Power Metal. Kejadian di Tambaksari bisa merusak citra Jamrud sebagai grup papan atas Indonesia. Jadwal yang ketat membuat posisi
Jamrud serba salah. Baru menyanyikan beberapa hits, penonton sudah tak sabar melihat Helloween.

Apa boleh buat, Jamrud dan Power Metal harus rela menjadi tumbal kebesaran Helloween.

1 comment: